Merenungkan “Kerendahan Hati”

Kerendahan hati membunuh kesombongan

P. John SDBAdalah Michael Angelo. Nama pelukis ini tidak asing bagi kita semua. Ia pernah melukis Raja Daud yang masih berusia muda berhasil membunuh si raksasa Goliat (1Sam 17:1-54). Michael Angelo membutuhkan waktu setahun untuk menyelesaikan lukisannya ini, yakni pada 1609-1610. Setelah menyelesaikannya, ia menulis: “Humilitas occidit superbiam”, artinya “kerendahan hati mampu membunuh kesombogan”. Lukisan dan kata-kata ini memiliki makna yang masih aktual hingga saat ini. Kerendahan hati memiliki kekuatan untuk menghancurkan kesombongan manusia.

Kita belajar menjadi rendah hati dari Tuhan Yesus Kristus. Ia sendiri berkata: “Belajarlah pada-Ku, sebab Aku lemah lembut dan rendah hati supaya jiwamu mendapatkan kelegaan” (Mat 11:29). Kita belajar dari Bunda Maria ratu Rosario. Dalam Magnificatnya ia berdoa: “Tuhan memperhatikan kerendahan hambanya. Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah” (Luk 1: 48.52). Maka saya setuju dengan St. Bernardus yang mengatakan bahwa kebajikan kerendahan hati adalah induk dari semua kebajikan yang lain. Kerendahan hati adalah sebuah kebajikan yang tidak dapat diungkapkan tetapi ditunjukkan dalam hidup yang nyata.

Thomas A. Kempis, menulis dalam bukunya “Imitatio Christi”: “Orang rendah hati dilindungi oleh Tuhan dan diberi kebebasan, orang rendah hati dicintai dan dihibur; kepada orang rendah hati Tuhan berkenan, orang rendah hati dilimpahi dengan rahmat, dan setelah mengalami kesesakan, diangkat kepada kemuliaan. Orang rendah hati, meskipun dipermalukan, tetap di dalam damai, karena ia berdiri di medan Tuhan dan bukan di medan manusia. Jangan menganggap dirimu sudah maju, kalau kamu belum merasa lebih rendah dari semuanya.”

Apakah anda juga memiliki kebajikan kerendahan hati?

PJSDB

Leave a Reply

Leave a Reply