Jadilah Orang Kudus!

Penulis buku Amy Welborn dan Ann Engelhart memberi kesaksian dalam buku Be Saints. Buku ini berisi undangan dari Paus Benediktus XVI kepada anak-anak ketika berkunjung ke Inggris untuk bertumbuh dalam jalan kekudusan. Di dalam buku tersebut diceritakan bahwa Sri Paus berkata kepada anak-anak: “Sekiranya kita bertumbuh dalam persahabatan yang mendalam dengan Tuhan maka kita akan mengalami kebahagiaan yang benar dan menjadi kudus”. Sebuah ungkapan yang sederhana, dengan bahasa anak-anak dan dapat menggerakan hati mereka untuk menjadi kudus.
St. Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma mengatakan bahwa kita semua dipanggil untuk menjadi kudus: “Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang di kasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus” (Rm 1:7). Bagi Paulus kekudusan adalah sebuah panggilan luhur dari Tuhan. Dalam suratnya kepada jemaat di Efesus Paulus menulis: “Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapanNya” (Ef 1:4). Orang-orang kudus adalah manusia-manusia biasa yang dikuduskan oleh Allah menjadi milik kepunyaanNya. Jadi para kudus itu milik esklusif dari Allah sendiri. Orang kudus adalah pribadi-pribadi yang menjadi bagian dari Tubuh Kristus. Mereka dikonsekraksikan atau dikuduskan oleh Tuhan menjadi milik kepunyaanNya.
St. Paulus memberi ciri-ciri khas orang kudus terutama dalam tulisannya kepada jemaat di Efesus yakni: Selalu berjalan dalam persekutuan jemaat (Ef 4:1-16); Berjalan dalam kebenaran (Ef 4:17-32); Berjalan dalam kasih (Ef 5: 1-7), Berjalan dalam terang (Ef 5:8-14) dan berjalan dalam kebijaksanaan (Ef 5:15-17). Orang-orang kudus akan menghindari diri dari perbuatan-perbuatan yang mencemarkan seperti percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan dan perkataan yang kotor (Ef 4:3-4).
Dengan sakramen pembaptisan seorang Pria Katolik juga dipanggil untuk menjadi kudus. Dengan kata lain saat pembaptisan adalah saat diri kita dikuduskan, diri kita menjadi milik Tuhan sepenuhnya. Maka kita menyadari panggilan umum dalam pembaptisan ini dan bertumbuh menjadi pria katolik yang kudus. Kita ingat kembali apa yang dikatakan oleh Sri Paus Benediktus XVI: Be saints! Jadilah Pria Katolik yang kudus. Jadilah suami yang kudus dengan mengasihi isteri dan anak-anak. Pria Katolik yang kudus adalah dia yang hari demi hari membangun pertobatan yang mendalam dan mengalami Allah di dalam hidupnya. Dia yang selalu berusaha membangun persahabatan yang mendalam dengan Tuhan dalam doa.
Mari kita memandang Yesus Kristus. Dialah Spiritualitas yang hidup. Yesus adalah Putera Allah tetapi Ia juga berdoa kepada Bapa. Para penulis suci memberi kesaksian bahwa Yesus selalu memiliki waktu untuk berdoa. Ia berdoa semalam-malaman kepada Bapa di Surga. Kita pun mengikuti teladanNya dengan tekun berdoa, merasa membutuhkan Tuhan di dalam hidup kita. Silakan melakukan tugas-tugasmu setiap hari dengan baik. Tugas-tugas pelayanan yang biasa menjadi luar biasa, yang kecil menjadi istimewa.
PJSDB