Merajut Kebersamaan

Berjalan Bersama Merajut Kebersamaan Saya memiliki sebuah kebiasaan berjalan sore hari di tepi pantai. Bagi saya ini adalah sejenis olah raga yang murah meriah namun memberikan keuntungan yang banyak kepada saya. Misalnya, ketika berjalan di atas pasir memang membutuhkan energi yang besar sehingga kita mudah berkeringat, ada kesempatan untuk menikmati keindahan alam di pantai, mengambil […]

Food For Thought: Menerima diri dan bersyukur

Menerima diri dan bersyukur Saya membaca buku berjudul: “The Story of My life”. Ini bukanlah sebuah buku baru. Buku ini mengisahkan tentang Helen Keller, seorang perempuan yang buta dan tuli namun kehidupannya benar-benar mengubah dunia. Saya menemukan sebuah perkataan yang mengesankan di dalam buku ini. Inilah kutipannya: “Jauh lebih baik berlayar selamanya di malam kebutaan […]

Food For Thought: Menghakimi diri

Suka menghakimi diri… Seorang pemuda berbicara dengan saya. Ia selalu menghakimi dirinya dan mengutuk habis-habis dirinya karena sebuah kelemahan manusiawi yang selalu menghantuinya. Ia berusaha untuk keluar dari kelemahan manusiawinya itu namun ia selalu merasa tidak berdaya dan akhirnya takhluk juga. Mungkin kita perlu berpikir positif bahwa tidak ada seorang manusia yang tidak memiliki kesalahan. […]

Jangan membiarkan cangkirmu meluap!

Jangan membiarkan cangkirmu meluap! Konon ada seorang profesor dari sebuah universitas ternama mendatangi seorang maestro di Jepang untuk bertanya tentang Guru Zen. Sang Maestro Jepang menyambutnya. Sebelum mereka memulai pembicaraan tentang Guru Zen, sang Maestro Jepang mengundang profesor untuk minum teh sebentar. Posisi duduk di meja adalah duduk berhadapan satu sama lain. Sang Maestro meletakkan […]

Food For Thought: Seharusnya ‘BenCi’

Seharusnya ‘BenCi’ Adalah Heidy Diana. Banyak di antara kita yang mengenang penyanyi ini karena pernah mempopulerkan lagu ‘istilah cinta’. Ada sebagian liriknya yang bunyinya: “Didalam kamus bercinta, selalu saja memakai istilah, yang bukan didapat dari guru bahasaku: BENCI: Benar-benar cinta…” Saya menduga bahwa banyak orang yang kaget saat mendengar istilah benci yang seharusnya diperlawankan dengan […]

Food For Thought: Rekonsiliasi…

Rekonsiliasi oh rekonsiliasi Salah satu kata yang sedang viral pasca penetapan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia adalah kata ‘Rekonsiliasi’. Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan kata rekonsiliasi sebagai sebuah perbuatan memulihkan hubungan persahabatan pada keadaan semula atau perbuatan menyelesaikan perbedaan. Arti kata rekonsiliasi ini membuka wawasan kita akan suasana panas politik Indonesia selama lebih kurang […]

Waktu Berkualitas Dalam Keluarga

INDAHNYA QUALITY TIME Hari liburan sekolah sudah tiba. Tentu saja ini menjadi kesempatan bagi keluarga-keluarga untuk saling mengunjungi satu sama lain terutama keluarga-keluarga yang tinggal berjauhan, mereka dapat berkumpul bersama setelah sibuk dengan aneka pekerjaan masing-masing. Mereka menggunakan waktu untuk istirahat bersama dan lebih dari itu, waktu liburan menjadi waktu berkualitas (Quality Time) bagi setiap […]

Food For Thought: Kebohongan Publik sedang meraja

Kebohongan publik sedang meraja “Saat-saat penuh kebohongan”, demikian ungkapan seorang pemuda ketika mengomentari berbagai berita di berbagai koran cetak, online dan media-media sosial. Dia merasa muak membaca berbagai berita, apalagi yang berkaitan dengan panasnya suhu politik di tanah air. Salah satunya misalnya kisah tentang para pendukung paslon presiden 02 yang keracunan kue. Konon bermula dari […]

Food For Thought: Kasih lebih kuat…

Kasih lebih kuat Saya barusan memperhatikan sepasang suami dan istri di ruangan ICU sebuah Rumah Sakit. Ini adalah saat-saat di mana kita dapat melihat warna asli dari kasih yang sesungguhnya. Dan saya boleh bersaksi bahwa pasutri yang sudah menjadi oma dan opa ini memiliki kasih yang asli dan mendalam. Sang opa tak henti-hentinya mengambil tangan […]

Melihat yang terbaik

Melihat yang terbaik Ada seorang pemuda yang pernah curhat dengan saya. Ia merasa putus asa karena ternyata seorang teman yang selama ini menjadi kepercayaannya berbalik arah dari darinya. Sahabat ini lalu merasa bahwa sia-sia saja hidupnya dan usaha membangun relasi dengan sesama manusia yang lain, sebab tidak seorang pun yang dapat dipercaya. Baginya, rasanya habis […]