Food For Thought: Tuhan Penolong

Penolong kita ialah Tuhan

Pada malam hari ini saya berkenan merayakan misa untuk memohon kesembuhan bagi saudari Emilia Rina Yauw Gek Sin atau yang dikenal dengan nama ibu Rina atau Ci Rina. Beliau memimpin sebuah Yayasan Provindentia Divina yang mengabdi kepada kemanusiaan, terutama menopang kaum papa dan miskin juga para gembala. Kantor pusatnya di sebuah Ruko di Roxi Mas di mana sebelum pandemi selalu ada misa bagi umat yang bekerja di pusat perniagaan Roxi Mas dan umat lain yang setia untuk mengikuti Ekaristi di kapel. Pada saat ini beliau sedang dirawat di ruangan ICU dan semoga para dokter dan perawat menangani dengan baik dan Tuhan yang Mahabaik memberikan anugera kesembuhan. Harapan-harapan untuk mendapatkan anugera kesembuhan menandakan bahwa kita memiliki kepercayaan kepada Allah sebagai penolong kita.

Saya teringat pada sebuah nyanyian peziarahan Raja Daud di dalam Kitab Mazmur. Ia berkata: “Pertolongan kita adalah dalam nama Tuhan, menjadikan langit dan bumi” (Mzm 124:8). Para peziarah yang melakukan perjalanan rohani ke Yerusalem mungkin mengalami berbagai macam kesulitan. Untuk bersatu dengan Tuhan memang butuh pengorbanan yang besar. Orang harus berjuang untuk melewati pintu yang sempit supaya mengalami keselamatan. Para peziarah harus melewati perjalanan yang meletihkan untuk bersatu dengan Tuhan. Maka dalam kesulitan itu mereka kembali kepada Tuhan dengan mengandalkan pertolongan-Nya.

Saya merasa diteguhkan oleh banyak pengalaman rohani yang sederhana dan menguatkan. Saya percaya bahwa iman kita sungguh akan membaharui hidup kita dan hidup sesama di masa pandemi ini. Saya percaya bahwa Tuhan selalu hadir untuk menolong kita sebab Dialah Allah, Pencipta segala sesuatu. Satu hal lain yang penting adalah selalu percaya kepada-Nya bahwa Dialah penolong setia. Iman kita kepada Tuhan inilah yang mampu menyelamatkan orang-orang lain. Tuhan memakai kita untuk melayani dan menyelamatkan dengan suka cita yang berasal dari Tuhan. Pertolongan kita berasal dari Tuhan sang Pencipta kita. Maka baik dalam suka maupun duka kita mengandalkan Tuhan. Dia menciptakan, Dia memanggil, namanya tetap dimuliakan oleh ciptaan-Nya.

Mari kita semua meluangkan waktu sejenak untuk mengingat dan mendoakan saudari dan saudara kita yang sedang sakit, menderita dan mengharapkan kekuatan dan penyembuhan dari Tuhan.

PJ-SDB