Homili 13 Januari 2026

Hari Selasa, Pekan Biasa I
1Sam 1:9-20
Mzm 1Sam 2:1.4-5.6-7.8abcd
Mrk 1:21b-28

Kuasa Tuhan memang luar biasa

Saya mengenal beberapa keluarga muda yang sedang bergumul karena bekum memiliki keturunan. Mereka pernah mengalami krisis perkawinan karena susahnya mendapatkan keturunan. Saya selalu mengingatkan mereka untuk berdo dan percaya kepada Tuhan karena kuasa-Nya selalu luar biasa. Secara manusiawi memang tidaklah mudah. Pasutri-pasutri itu merasakan sendiri tekanan dari dalam dirinya sendiri dan juga dari luar khususnya keluarga. Namun mereka tahan banting. Mereka percaya pada kuasa Tuhan sehingga kuasa Tuhan sungguh terlaksana di dalam diri mereka. Tuhan menganugerahkan keturunan karena kuasa-Nya luar biasa.

Pengalaman beberapa pasutri yang saya kenal ini sebenarnya sudah dialami oleh keluarga Elkana di dalam Kitab Pertama Samuel. Elkana memiliki dua istri yakni Hana dan Penina. Penina dikaruniai anak tetapi Hana sebagai istri pertama belum mendapat karuniai anak. Hana mendapat perlakuan kasar secara verbal oleh Penina, tentu saja ada juga perlakuan tidak adil dari Elkana suaminya. Yang tersisa di dalam hidup Hana adalah imannya kepada Tuhan tidak goyah. Dia masih memiliki harapan kepada Tuhan bahwa Tuhan sendiri akan memberinya keturunan. Hana tetap setia pergi ke rumah Tuhan di Silo dengan penuh iman. Hana nantinya dikarunia Samuel sebagai putera tunggalnya karena iman dan kasih karunia Tuhan. Tuhan sungguh baik. Kejahatan Penina kepada Hana di balas dengan kasih dan kebaikan Tuhan dalam diri Samuel.

Hana mendapat berkat Tuhan karena ia setia berdoa kepada Tuhan. Hati Hana yang pedih diungkapkan dengan jujur kepada Tuhan dalam doanya di depan imam Eli. Ia berdoa tanpa suara tetapi air matanya mengalir membasahi pipinya. Dia juga mendapat teguran dari imam Eli karena dianggap sedang mabuk karena meminum anggur. Hanna tetap jujur dan tulus mengakuinya di hadapan imam Eli bahwa dia bukanlah wanita yang jahat. Ia mengakui sedang berdoa bukan hanya sekedar berkomat-kamit. Imam Eli mendengar dan menguatkan iman Hana. Hana diberkati Tuhan ketika mengandung dan melahirkan Samuel. Kuasa Tuhan itu memang luar biasa.

Kuasa Tuhan luar biasa di dalam diri Yesus Kristus. Ia tidak hanya memanggil para murid-Nya dan menjadikan mereka sebagai penjala manusia. Kuasa Tuhan Yesus yang luar biasa di alami oleh semua orang yang mendengarkan pengajaran Yesus ketika Ia menghadirkan Kerajaan Allah di tengah-tengah mereka dalam Sabda dab karya. Setiap kali Yesus mengajar, orang banyak selalu merasakan ketakjuban yang luar biasa sebab setiap perkataan dan perbuatan-Nya itu penuh dengan kuasa, tidak seperti para ahli Taurat pada zaman-Nya. Tuhan Yesus menunjukkan kuasa-Nya dengan menyembuhkan orang yang kerasukan roh jahat. Ia memiliki kuasa untuk menghardik roh jahat itu dan roh jahat juga meningalkan orang yang dirasukinya.

Apakah anda juga merasakan kuasa Tuhan yang luar biasa? Apakah anda hanya bersungut-sungut saja dan merasa bergumul sendirian saja? Ingatlah Hana yang mengalami kekerasan verbal, menyakitkan namun ia tetap percaya pada kuasa Tuhan. Dia mendapat kasih karunia Tuhan. Orang yang kerasukan roh jahat menjadi sembuh karena dia percaya pada kuasa Tuhan Yesus. Mari kita berubah karena banyak kali kita mengalami krisis iman, bergumul hanya dengan mengandalkan diri sendiri dan lalai mengandalkan Tuhan. Tuhan selalu nomor satu dan tidak pernah nomor dua! Katakanlah saat ini juga: “Tuhan Engkau sungguh luar biasa!”

P. John Laba, SDB