Apakah anda sadar bahwa anda sedang bertumbuh?
Pada pagi hari ini saya seperti biasanya melakukan jalan-jalan pagi. Di pinggir sungai Kapuas, saya menemukan tanaman tertentu yang perlahan-lahan bertumbuh dan berkembang dibandingkan saat saya melihatnya pertama kali beberapa minggu yang lalu. Saya lalu berkata dalam hati:’Tanaman ini bertumbuh dan berkembang diam-diam. Sungguh luar biasa kuasa Tuhan Allah sang Pencipta.
Saya lalu membayangkan tentang pertumbuhan kita masing-masing saat ini. Kita sendiri sering kali tidak menyadari bahwa kita sedang bertumbuh secara jasmani dan rohani. Misalnya: kita bertumbuh secara jasmani atau secara fisik. Dari masih bayi menjadi dewasa dan menjadi tua, dari badan yang kurus menjadi super gemuk alias obesitas. Apakah kita menyadari diri kita? Banyak kali kita malah tidak menyadarinya. Kita diingatkan tetapi kita tetap mungkin kita berkata ‘saya tidak gemuk kog’.
Saya sendiri pernah mengalaminya sendiri selama bertahun-tahun. Ketika masih sebagai frater, berat badan saya hanya sekitar 50kg. Ketika saya menjadi imam muda, berat badan saya pernah naik sampai 110kg. Saya mulai berusaha untuk sadar diri dengan menurunkan berat badan saya. Dengan demikian dari ukuran celana panjang saya 44 menjadi 40 saat ini dan cenderung ke-38. Tentu usaha yang luar biasa, penuh pengorbanan diri. Ketika mengalami obesitas, saya juga tidak menyadarinya, meskipun sering diingatkan oleh para kolega untuk mengontrol diri karena sudah sedang obesitas.
Saya merasa yakin bahwa kita semua berada dalam satu perahu yang sama. Banyak kali kita kurang sadar diri bahwa kita sedang berkembang secara fisik dan rohani. Memang pertumbuhan kita itu seperti tanaman yang saya amati di pinggir sungai Kapuas tadi. Semuanya bertumbuh secara mekanik dan automatis. Tinggal saja bagaimana kita menyadari dan mengucap syukur kepada Tuhan Allah sang pencipta kita. Kita menyadari bahwa hidup itu berharga di hadirat Tuhan.
Pandanglah sekarang gambar sederhana ini dan
renungkanlah:
“Anda sedang bertumbuh sesuai dengan cara-cara yang tidak terlihat oleh orang lain”
Perkataan ini tepat bagi anda dan saya. Pada saat ini hanya ada satu hal yang bermakna: bersyukurlah kepada Tuhan dan berubalah!
P. John Laba Tolok, SDB