Kekuatan empat kata
Saya barusan untuk mendengar sharing dari seorang sahabat lama. Pada saat ini ia kesulitan untuk membangun dialog dengan anaknya sendiri yang sudah memasuki dunia kerja. Katakanlah ia menjadi seorang profesional muda. Ia mengobservasi performance anaknya sebatas ketika anaknya berada di rumah karena baginya observasi seperti ini cukup mewakili performancenya di tempat kerja. Misalnya dalam hal persiapan untuk menghadapi pekerjaannya di hari berikutnya. Ia merasakan keresahan yang besar karena anaknya kelihatan belum siap secara mental sebagai orang dewasa yang siap bekerja. Anaknya kelihatan seperti tidak siap untuk bekerja di hari berikutnya.
Sahabat ini pernah memiliki quality time bersama anaknya. Ia sempat bertanya tentang pekerjaan yang sedang dijalaninya. Anaknya banyak bercerita tentang sulitnya menyukai sebuah pekerjaan sata ini. Mengapa silat? Anaknya mengatakan bahwa persoalan ketidakjujuran yang menantang, banyak kebohongan dan kurangnya saling menghormati sebagai rekan kerja. Hal-hal ini yang membuatnya memikiki pelarian kecil ketika pulang ke rumah yakni main game online, makan dan minuk sehingga ia mulai obesitas dan kadang-kadang ia kurang fokus.
Saya memotong sharingnya dan bertanya kepadanya tentang apa yang dapat ia lakukan bagi anaknya. Ia mengatakan kepada saya: “Pater, saya menularkan pengalaman hidup saya sebagai pensiunan di dunia kerja. Ada empat kata penting yang dipakainya untuk menata kembali pikiran anaknya, meskipun belum sepenuhnya diterima karena ‘trauma’nya di dunia kerja. Keempat kata penting yang dimaksudkannya adalah: Cinta, Kejujuran, Kebenaran, dan Hormat. Baginya, tanpa keempat hal ini dalam hidup ini, anaknya tidak memiliki apa-apa. Cinta itu sangat penting dalam dunia kerja. Tanpa cinta kepada kerja dan sesama di tempat kerja maka akan berpengaruh negatif bagi setiap pribadi. Kejujuran itu mahal. Pada saat ini sangat sulit untuk menemukan orang jujur, mulai dari jujur dengan diri sendiri, jujur juga dengan sesama dan jujur dalam bekerja. Kebenaran juga memiliki kekuatan tersendiri. Pada masa kini kebohongan merajalela. Orang bisa menjadi orang sukses karena kebohongannya. Di sini butuh kebenaran. Hormat. Perasaan saling menghormati satu sama lain juga sangat berarti. Ketika kita menghormati orang lain maka hormat itu akan kembali kepada diri kita sendiri. Ketika kita tidak menghormati orang lain maka orang lain juga tidak akan menghormati kita.
Pada saat ini para orang tua pasti menghadapi berbagai kesulitan dengan anak-anak mereka. Kadang para orang tua hanya bisa berhenti pada membandingkan masa lalunya sebagai orang tua dan masa kini anaknya. Tentu saja sangat berbeda. Lain dahulu dan lain sekarang. Orang tua perlu berusaha untuk memahami anaknya demikian anak juga berusaha memahami orang tuanya. Maka komunikasi dari hati ke hati itu penting dah terus menerus. Jangan lelah menjadi orang tua.
PJ-SDB