Hari Selasa, Pekan Biasa ke-XXIIIA
Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria
Mi 5:1-4a
Mzm 13: 6ab. 6cd
Mat 1: 1-16.18-23
Merayakan Kelahiran Sang Bunda Allah
Di dalam liturgi Gereja Katolik, kita merayakan ulang tahun untuk tiga sosok penting. Sosok pertama adalag santo Yohanes Pembaptis yang kita rayakan setiap tanggal 24 Juni. Ketika Bunda Maria menerima khabar dari Malaikat Gabriel, ia mendapat berita bahwa sanaknya Elizabeth sedang hamil enam bulan, meski disebut mandul (Luk 1:36). Bunda Maria menolongnya selama tiga bulan, artinya hingga kelahiran Yohanes Pembaptis baru Maria kembali ke Nazaret. Sosok kedua adalah Bunda Maria yang kelahirannya dirayakan pada hari ini, 8 September. Perhitungannya adalah bahwa pada tanggal 8 Desember kita merayakan Bunda Maria dikandung tanpa noda dosa. Sembilan bulan kemudian yakni pada tanggal 8 September, kita merayakan kelahirannya. Sosok ketiga adalah Tuhan Yesus sendiri. Kita merayakan Bunda Maria menerima Khabar Sukacita bahwa ia mengandung dan melahirkan Yesus pada tanggal 25 Maret, sembilan bulan kemudian yakni tanggal 25 Desember kita merayakan kelahiran Tuhan Yesus pada hari Natal. Ini adalah perayaan ulang tahun yang lanka di dalam Gereja.
Perayaan kelahiran Santa perawan Maria atau Nativitas Maria dirayakan pada hari ini, 8 September. Gereja Katolik dan Gereja-gereja Ortodoks Timur merayakannya dengan meriah. Ini berbeda dengan gereja-gereja yang masih mengikuti kalender Julian yang merayakan pesta ini pada setiap tanggal 21 September. Di kalangan Gereja Ortodoks Timur, mereka menyebutnya perayaan kelahiran Bunda Suci, Theotokos. Pernyataan Maria sebagai Bunda Allah atau Theotokos sejak Konsili Efesus pada tahun 431. Konsili ini memang diadakan untuk membahas isu-isu hangat di dalam Gereja termasuk kontroversi besar tentang Bunda Maria pada zaman Uskup Nestorius dari Suriah.
Apa pesan Tuhan pada hari kelahiran santa perawan Maria ini? Nabi Mikha dalam bacaan pertama bernubuat tentang janji Tuhan bahwa Bethlehem di wilayah Efrata memang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, namun darinya akan bangkit seorang yang akan memerintah Israel. Dialah Mesias yang memerinta dengan jiwa sebagai gembala Agung. Dialah yang akan membawa kedamaian, keamanan, dan pemulihan bagi umat Allah.
Selanjutnya, ada pokok-pokok pikiran penting dari perikol kita ini yakni, pertama, Berawal dari yang kecil. Tuhan memilih Bethlehem (Efrata), sebuah kota kecil dan dipandang sebelah mata di Yehuda namun akan melahirkan penguasa Israel. Di sini Tuhan selalu memandang yang kecil di mata manisia namun agung di mata-Nya sebagai Tuhan. Ini adalah tujuan ilahi dari Tuhan. Bunda Maria berasal dari keluarga kecil dan menjadi luhur di mata Tuhan. Kedua, Perikop ini mencatat bahwa asal usul penguasa ini bermula dari zaman kuno, dari kekekalan. Sang Mesias yang lahir ke dunia itu berasal dari kekekalan dan digenapi oleh Yesus Kristus yang lahir dari Maria. Ketiga, Mesias sebagai pemimpin adalah sosok seorang gembala ilahi. Ia sebagai leader yang datang dan berdiri serta menggembalakan kawanan domba dalam kekuatan Tuhan. Keempat, sang Mesias juga akan membawa keamanan dan kedamaian sejati. Ini akan dirasakan oleh umat yang percaya kepada Tuhan. Nubuat Mikha sungguh terlaksana di dalam di Santa Perawan Maria dan Yesus Kristus Putera-Nya.
Penginjil Matius mengisahkan tentang silsilah Tuhan Yesus Krustus. Tuhan Yesus sungguh-sungguh Allah dan sungguh manusia. Dia adalah Mesias yang sudah diwartakan para nabi termasuk Mikha. Dia adalah raja sejati dalam garis keturunan Daud dan Abraham, Dia adalah Imanuel, Allah beserta kita yang lahir dari seorang perawan. Dialah Maria, Bunda Yesus sebagaimana disampaikan Malaikat Gabriel. Maria sebagai Ibu Yesus mengandung dari Roh Kudus. Yusuf sebagai Bapa Pengasuh hidup dalam ketaatan kepada kehendak Allah.
Menjadi pertanyaan bagi kita, mengapa pada pesta kelahiran Santa Perawan Maria, namun yang menjadi permenungan kita adalah kisah Yesus? Ya karena Yesus selalu menjadi nomor satu. Maria adalah Ibu Yesus (Mat 1:18), dia yang mengandung dari Roh Kudus. Kelahiran Maria di dalam keluarga Santa Ana dan Yoakim juga merupakan kehendak Tuhan. Keluarganya yang sederhana dan saleh menjadi alasan Tuhan memilihnya menjadi Bunda Yesus, Putera Allah.
Kelahiran santa Perawan maria memiliki makna tertentu. Pertama, Maria menjadi fajar keselamatan, Di sini Gereja Katolik dan Gereja Ortodoks Timur merayakan hari ini sebagai “fajar sebelum matahari terbit”, menandakan bahwa Yesus Kristus, Sang Juru Selamat, akan segera lahir bagi keselamatan manusia. Kedua, penghromatan kepada orang tua. Tradisi menyebutkan bahwa Maria dilahirkan dari Santo Yoakim dan Santa Anna, pasangan lanjut usia yang berdoa memohon anak, sehingga perayaan ini secara tidak langsung juga merupakan perayaan bagi keluarganya. Kelahiran Maria menjadi kelahiran baru bagi kita. Kita beruba dan bertumbuh dalam kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama sebagaimana di teladani oleh Bunda Maria. Maria Bunda Allah, doakanlah kami. Amen.
P. John Laba, SDB