Homili 1 Oktober 2026 – St. Theresia dari Kanak-Kanak Yesus

Hari Kamis, Pekan Biasa ke-XXVIA
Pesta St. Teresia dr Kanak-kanak Yesus
Yes. 66:10-14b atau 1 Kor. 12:31-13:13
Mzm. 131:1,2,3
Mat. 18:1-5.

Selamat datang Oktober

Kita meninggalkan Bulan September dengan kenangan indah sebagai Bulan Kitab Suci Nasional. Hari ini kita memasuki Bulan Oktober yang pasti memiliki keistimewaan yang membantu pertumbuhan iman dan semangat misioner kita. Dalam bulan Oktober ini fokus perhatian kita adalah pada Bunda Maria Ratu Rosario. Gereja mendorong kita semua untuk lebih intens berdoa Rosario sepanjang bulan ini. Kita semua akan memperingati Santa Perawan Maria Ratu Rosario pada tanggal 7 Oktober mendatang. Devosi ini berawal dari Pertempuran di Lepanto tahun 1571 dan kemudian diperluas menjadi perayaan sebulan penuh oleh Paus Leo XIII, yang mengeluarkan banyak ensiklik untuk mempromosikan Rosario. Bulan Oktober juga disebut bulan Misi karena merupakan waktu yang didedikasikan untuk merenungkan panggilan misionaris Gereja. Kita mengawalinya dengan mengenang Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus hari ini sebagai pelindung misi. Sementara pada tanggal 18 Oktober mendatang kita akan merayakan Hari Minggu Misi.

Tentang Rosario Suci, saya mengingat perkataan Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus begini: “Rosario adalah rantai panjang yang menghubungkan surga dan bumi. Salah satu ujungnya ada di tangan kita dan ujung lainnya ada di tangan Bunda Maria… doa Rosario naik seperti wangi dupa ke kaki Yang Mahakuasa. Maria langsung merespons seperti embun yang bermanfaat, membawa kehidupan baru ke dalam hati manusia.” Perkataan ini super sekali karena menunjukkan hidup Santa Theresia yang selalu disebut Sekuntum bunga yang kecil.

Mengapa disebut Sekuntum bunga yang kecil? St. Thérèse disebut demikian karena dia membayangkan dirinya seperti bunga liar sederhana di taman Tuhan, mencerminkan kerendahan hati dan kesederhanaan. Dia sering membandingkan dirinya dengan bunga liar, menekankan kepuasan hatinya untuk melayani Tuhan dengan rendah hati dan tetap tak terlihat, seperti bunga kecil di alam. Gambaran ini sesuai dengan jalan spiritualnya, di mana dia berusaha untuk mewujudkan esensi kepercayaan anak-anak kepada Tuhan, yang dia sebut sebagai “Jalan Kecil” dalam spiritualitas. Pandangannya tentang dirinya sebagai “Bunga Kecil” melambangkan keinginannya untuk tidak terlihat namun tetap penting dalam ciptaan Tuhan, menampilkan keindahan ilahi dalam konteks yang sederhana.
Kita haruslah menjadi bunga yang kecil supaya dapat menjadi pelayan kasih yang berkuakitas. Kebajikan kerendahan hati adalah pintu masuk untuk mencapai kekudusan. Tetap semangat bagimu! Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus, doakanlah kami. Amen

P. John Laba, SDB