KUTIPAN TENTANG MALAIKAT DARI PARA ORANG KUDUS
Pada tanggal 29 September, kita akan merayakan Pesta Para Malaikat Agung. Tanggal 2 Oktober adalah Pesta Malaikat Pelindung. Kutipan-kutipan berikut ini membantu kita memahami keyakinan para umat beriman di masa lalu. Iman adalah sebuah misteri. Kita tidak dapat melihat para malaikat, tetapi kita dapat membaca tentang mereka dalam Alkitab dan belajar tentang mereka dari para Orang Suci.
1. St. Yohanes Maria Vianey: “Malaikat Pelindung kita adalah sahabat-sahabat kita yang paling setia, karena mereka selalu bersama kita siang dan malam, di mana pun dan kapan pun. Kita harus memohon pertolongan mereka”.
2. St. Yohanes Climacus: “Kesombongan dan tidak ada yang lain yang menyebabkan seorang malaikat jatuh dari surga. Oleh karena itu, wajar jika seseorang bertanya apakah seseorang dapat mencapai surga hanya dengan kerendahan hati tanpa bantuan kebajikan lainnya”.
3. St. Basilius Agung: “Adakah kebahagiaan yang lebih besar daripada meneladani Paduan Suara Malaikat di bumi?
4. St. Hironimus: “Betapa agungnya martabat jiwa-jiwa, sehingga setiap orang sejak lahir telah menerima seorang malaikat untuk melindunginya”.
5. St. Thomas Aquinas: “Berpura-pura bahwa malaikat tidak ada karena mereka tak terlihat sama saja dengan percaya bahwa kita tidak pernah tidur karena kita tidak melihat diri kita sendiri sedang tidur”.
6. Santa Joan de Arc: “Aku melihat mereka dengan mata kepalaku sendiri sejelas aku melihatmu. Dan ketika mereka pergi, aku biasa menangis dan berharap mereka akan membawaku bersama mereka”.
7. Santo Yohanes Maria Vianey: “Iblis mencatat dosa-dosa kita… sedangkan Malaikat Pelindung mencatat semua kebajikan kita. Berusahalah agar buku Malaikat Pelindung itu penuh, dan buku Iblis kosong”.
8. St. Yohanes Bosco: “Mintalah kepada malaikatmu untuk menghibur dan menolongmu pada saat-saat terakhirmu”.
9. St. Yohanes Paulus II: “Pertempuran melawan Iblis, yang merupakan tugas utama St. Mikael Malaikat Agung, masih berlangsung hingga hari ini, karena Iblis masih hidup dan aktif di dunia”.
10. St. Yohanes Henry Newman: “Entah bagaimana, aku diperlukan untuk tujuan-Nya, sama pentingnya di tempatku seperti seorang malaikat agung di tempatnya”.
11. Santo Yohanes Paulus II: “Rosario adalah doa favoritku. Doa yang luar biasa! Luar biasa dalam kesederhanaannya dan kedalamannya. Dalam doa ini, kita mengulangi berkali-kali kata-kata yang didengar Perawan Maria dari Malaikat Agung dan dari kerabatnya, Elisabet”.
12. St. Yohanes Maria Vianey: “Betapa bahagianya malaikat pelindung yang menemani sebuah jiwa ke Misa Kudus”.
13. St. Ignasius Loyola: “Ingatlah bahwa para malaikat yang baik melakukan apa yang mereka bisa untuk melindungi manusia dari dosa dan memperoleh kemuliaan Allah, tetapi mereka tidak kehilangan keberanian ketika manusia gagal”.
14. St. Yohanes Damasus: “Malaikat adalah pantulan cahaya yang berakal budi. Cahaya asal itu, yang tak berawal. Mereka mampu menerangi. Mereka tak memerlukan lidah atau telinga karena dapat berkomunikasi tanpa ucapan…melalui pikiran”.
15. St. Agustinus: “Jagalah, ya Tuhan, mereka yang terjaga, atau yang berjaga atau menangis malam ini, dan percayakanlah mereka yang tertidur kepada para malaikat-Mu. Rawatlah orang-orang-Mu yang sakit, ya Tuhan Yesus Kristus, berilah istirahat kepada yang lelah, berkatilah yang sekarat, tenangkanlah yang menderita, kasihanilah yang tertimpa musibah, lindungilah yang bersukacita, dan semua demi kasih-Mu. Amin”.
16. St. Bernardus Clairvaux: “Marilah kita mencintai para malaikat-Nya dengan penuh kasih sebagai penasihat dan pelindung yang ditunjuk oleh Bapa dan ditempatkan di atas kita. Mereka setia; mereka bijaksana; mereka berkuasa; marilah kita hanya mengikuti mereka, dan di bawah perlindungan Allah di surga, marilah kita tetap tinggal”.
17. Santo Yohanes Climacus: “Jangan heran jika kamu jatuh setiap hari; jangan menyerah, tetapi pertahankan posisimu dengan berani. Dan sungguh, malaikat yang menjagamu akan menghargai kesabaranmu”.
18. St. Thomas Aquinas: “Kita seperti anak-anak, yang membutuhkan guru untuk menerangi dan membimbing kita. Allah telah menyediakan hal ini, dengan menunjuk para malaikat-Nya sebagai guru dan pemandu kita”.
19. St. Agustinus: “Malaikat adalah roh, tetapi bukan karena mereka adalah roh maka mereka menjadi malaikat. Mereka menjadi malaikat ketika mereka diutus. Sebab kata ‘malaikat’ merujuk pada tugas mereka, bukan pada hakikatnya. Jika kamu bertanya tentang hakikatnya, itu adalah roh; jika kamu bertanya tentang tugasnya, itu adalah tugas seorang Malaikat, yaitu sebagai utusan”.
20. Santo Yohanes Krisostomus: “Inilah puncak tertinggi filsafat, yaitu menjadi sederhana dan bijaksana. Inilah kehidupan malaikat”.
21. St. Vincent Ferrer: “Di antara para Malaikat di Surga, tak ada yang melebihi St. Mikael Malaikat Agung dalam kemuliaan”.
22. St. Gregorius Agung: “Setiap kali suatu perbuatan kuasa yang luar biasa harus dilakukan, Malaikat Agung Mikael diutus, sehingga perbuatannya dan namanya memperjelas bahwa tak seorang pun dapat melakukan apa yang dilakukan Allah dengan kuasa-Nya yang mahaagung”.
23. Santo Padre Pio: “Oh, Malaikat Pelindung Kudusku, jagalah jiwaku dan tubuhku. Terangilah pikiranku agar aku dapat lebih mengenal Tuhan, Allahku, dan mengasihi-Nya dengan segenap hatiku. Jagalah aku saat aku berdoa, agar aku tidak tergoda oleh gangguan-gangguan hidup. Kuatkanlah aku dengan nasihat-Mu untuk hidup sebagai seorang Kristen yang saleh dan bantulah aku melakukan perbuatan baik dengan hati yang murah hati. Lindungilah aku dari tipu daya si musuh dan angkatlah aku ketika aku sedang dicobai, agar aku dapat memenangkan pertempuran melawan kejahatan. Tetaplah bersamaku setiap saat, jangan pernah berhenti menjagaku hingga aku dipanggil kembali ke rumah Bapa, di mana kita akan memuji Allah kita yang agung bersama-sama selama-lamanya. Amin”
24. St. Padre Pio: “Betapa menghiburnya mengetahui bahwa kita memiliki roh yang, dari dalam kandungan hingga ke liang kubur, tidak pernah meninggalkan kita bahkan sekejap pun, bahkan ketika kita berani berbuat dosa. Dan roh surgawi ini membimbing serta melindungi kita seperti seorang teman atau saudara”.
25. St. Yohanes Krisostomus: “Saat Misa dirayakan, tempat suci dipenuhi oleh malaikat yang tak terhitung jumlahnya yang memuja Korban Ilahi yang dikorbankan di atas altar.”
26. St. Basilius Agung: “Di samping setiap orang beriman berdiri seorang Malaikat sebagai pelindung dan gembala, yang menuntunnya menuju kehidupan.”
27. St. Robertus Belarminus: “Mereka yang paling dekat dengan Allah di surga, yaitu para Serafim, disebut sebagai makhluk-makhluk yang berapi-api karena, lebih dari malaikat-malaikat lainnya, mereka memperoleh semangat dan gairah mereka dari api Allah yang sangat menyala-nyala.”
28. St. Yohanes Bosco: “Saat tergoda, panggillah Malaikatmu. Ia lebih bersemangat untuk membantumu daripada dirimu sendiri yang ingin dibantu! Abaikan iblis dan jangan takut padanya: Ia gemetar dan melarikan diri saat melihat Malaikat Pelindungmu.”
29. G. K. Chesterton: “Malaikat dapat terbang karena mereka tidak menganggap diri mereka terlalu serius.”
30. St. Pius X: “Jika para Malaikat bisa iri, mereka pasti akan iri kepada kita karena Komuni Kudus.”
31. St. Bernardus dari Clairvaux: “Kita harus menunjukkan kasih sayang kita kepada para malaikat, sebab suatu hari nanti mereka akan menjadi pewaris bersama kita, sama seperti di dunia ini mereka adalah penjaga dan wali yang ditunjuk dan ditempatkan di atas kita oleh Bapa.”
32. Santo Fransiskus dari Sales: “Jadilah akrab dengan para malaikat, dan pandanglah mereka sering-sering dalam roh. Meskipun tak terlihat, mereka hadir bersama kamu.”
33. St. Faustina Kowalska: “Aku sangat menghormati Santo Mikael Malaikat Agung; ia tidak memiliki teladan untuk diikuti dalam melakukan kehendak Allah, namun ia tetap melaksanakan kehendak Allah dengan setia.”
34. St. Alfonsus Maria de Liguori: “Kekuatan-kekuatan neraka akan menyerang orang Kristen yang sekarat; namun malaikat pelindungnya akan datang untuk menghiburnya. Para pelindungnya, serta Santo Mikael—yang telah ditunjuk oleh Tuhan untuk membela hamba-hamba-Nya yang setia dalam pertempuran terakhir mereka melawan iblis—akan datang menolongnya.”
35. St. Agustinus: “Kesombonganlah yang mengubah para malaikat menjadi iblis; kerendahan hatilah yang menjadikan manusia seperti malaikat.”
36. Sat. Yohanes Bosco: “Mintalah kepada malaikatmu untuk menghibur dan menolongmu di saat-saat terakhirmu.”