Perayaan Wajib SP Maria, Ratu Rosario
Gal 2:1-2.7-14
Mzm 117:1.2
Luk 11:1-4
Lectio:
Pada waktu itu Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.” Jawab Yesus kepada mereka: “Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu. Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kamipun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.” Demikianlah Sabda Tuhan. Terpujilah Kristus.
Renungan:
Katakanlah dalam doamu…
Kita memasuki hari ketujuh dalam bulan Oktober sebagai bulan Rosario. Banyak di antara kita sudah memiliki rencana selama bulann Rosario ini untuk berdoa Rosario secara pribadi, di dalam keluarga dan lingkungan atau bersama dalamm kelompok kategorial. Ada juga yang merencanakan ziara ke Gua Maria tertentu. Di toko bunga akan meraih keuntungan besar terutama bunga mawar, demikian juga kios lilin mendapatkan tambahan pembelinya. Penunggu gua maria juga rajin membersihkan gua dan sakunya jadi tebal. Banyak hal yang indah kalau memasuki bulan Rosario. Namun kita semua mesti menyadari bahwa bulan Rosario ini ada karena ada pengorbanan yang besar dan juga pertumpahan darah sessama kita dalam Pertempuran Lepanto.
Pertempuran Lepanto adalah pertempuran laut yang akbar yang terjadi pada 7 Oktober 1571 di Teluk Patras (Yunani), di mana armada koalisi Katolik yang disebut Liga Suci mengalahkan armada Kesultanan Utsmani. Paus Santo Pius V meminta umat Kristiani untuk berdoa Rosario untuk memohon pertolongan Tuhan melalui Bunda Maria. Selanjutnya, Paus Gregorius XIII mengubah perayaan ini menjadi Hari Raya Rosario Suci. Lalu Paus Leo XIII (1883) sangat menggalakkan devosi ini dan secara resmi mendorong seluruh Gereja Katolik untuk mendedikasikan seluruh bulan Oktober untuk berdoa Rosario demi perdamaian dan kebutuhan Gereja.
Santo Fransiskus dari Sales pernah berkata: “Cara terbaik untuk berdoa adalah dengan mengucapkan Rosario.” Kita semua berdoa Rosario dengan mengucapak doa Bapa kami mendahului Salam Maria. Mungkin ada yang bertanya, mengapa doa Bapa Kami mendahului doa yang lain. Kita perlu menyadari bahwa kita memulai setiap peristiwa Rosario Suci dengan Doa Bapa Kami karena doa ini merupakan doa tertinggi yang diajarkan sendiri oleh Tuhan Yesus Kristus Dialah yang menanamkan fokus mendasar dan ilahi sebelum kita merenungkan misteri-misteri hidup-Nya dalam Rosario Suci.
Doa Bapa Kami diajarkan oleh Yesus sendiri kepada para murid-Nya untuk digunakan, sehingga menjadikannya bentuk permohonan yang paling murni dan luhur untuk memusatkan hati kita kepada Allah. Doa ini berawal dari para Murid Yesus yang mengalami doa bersama Yohanes pembaptis, namun kini mereka melihat Yesus berdoa seorang diri, di tempat seperti bukit dan dilakukan pada pagi-pagi buta sebelum matahari terbit atau semalam-malaman.
Doa Bapa kami itu berpusat pada Allah Bapa, sebelum kita mengucapkan doa Salam Maria, yang memuliakan Maria dan memohon perantaraannya. Doa Bapa kami membingkai renungan dlam Rosario Suci. Setiap doa Bapa Kami dalam perisriwa Rosario berfungsi sebagai pengantar yang khidmat setiap sepuluh Salam Maria, mengarahkan pikiran kita pada hubungan ilahi yang menyeluruh yang kita miliki sebagai anak-anak Allah sebelum kita merenungkan kehidupan Kristus melalui sudut pandang Bunda Maria.
Doa Bapa Kami merupakan undangan untuk menjalin keintiman relasional dan ketergantungan penuh kita sehari-hari kepada Allah sebagai Bapa yang penuh kasih. Doa Bapa kami dalam Injil Lukas, mengarahkan pandangan kita kepada Allah yang kita sapa sebagai Bapa dan memuliakan nama-Nya dan memohon datangnya Kerajaan Bapa. Kita juga mengarahkan pandangan kepada sesama kita dengan memohon kebutuhan manusia maka kita memohon rezeki yakni roti secukupnya, memohon pengampunan dan rekonsiliasi serta perlindungan dari Tuhan atas segala pencobaan dan kejahatan.
Doa Bapa Kami ini juga menyadarkan kita bahwa kita tidak berdosa sendirian, tetapi kita berdoa bersama Yesus. Yesus berkata: “Kalau kamu berdoa katakanlah…” Ini berarti kita berdoa bersama Yesus menuju kepada Bapa dalam Roh. Kita juga berdoa bersama bunda Maria dalam Rosario Suci untuk memuliakan Allah dalam diri Yesus Kristus. Maka berdoalah dengan tekun karena kita berdoa bersama Yesus dan Bunda Maria.
Saya menutup renungana ini dengan sebuah kutipan menarik dari Santo Pius X yang berkata: “Rosario adalah doa yang paling indah dan paling kaya akan rahmat di antara semua doa; ini adalah doa yang paling menyentuh Hati Bunda Allah… dan jika anda ingin kedamaian memerintah di rumahmu , berdoalah Rosario bersama di dalam keluarga.” Tuhan memberkati kita, Bunda Maria senantiasa mendoakan kita semua. Amen.
P. John Laba, SDB