Lucerna pedibus meis verbum tuum, et lumen semitis meis

Food For Thought: Kuat dan Bertahan

Kuat dan Bertahan Hari terakhir dalam tahun liturgi. Tuhan mengingatkan kita untuk tetap kuat dan bertahan di hadirat-Nya Yang Mahakudus. Mengapa Tuhan menghendaki demikian? Sebab Tuhan senantiasa menyertai kita hingga akhir zaman. Tuhan menyertai kita melalui Sabda yang kita dengar, baca dan lakukan di dalam hidup ini. Setiap hari Sabda Tuhan selalu memberikan peneguhan, kekuatan […]

Homili 28 November 2020

Hari Sabtu, Pekan Biasa ke-XXXIV Why 22:1-7 Mzm 95: 1-2.3-5.6-7 Luk 21:34-36 Menghadap wajah Tuhan St. Thomas Aquinas pernah menggubah sebuah himne penyembahan kepada Sakramen Mahakudus berjudul ‘Adoro Te devote’. Ada kalimat yang indah dan inspiratif bagi kita yakni: “Allah yang tersamar, Dikau kusembah, sungguh tersembunyi, roti wujudnya. S’luruh hati hamba tunduk berserah. ‘Ku memandang […]

Homili 20 November 2020

Hari Jumat Pekan Biasa ke-XXXIII Why. 10:8-11 Mzm. 119:14,24,72,103,111,131 Luk. 19:45-48 Kuduskan tempat ini Saya pernah diundang untuk menghadiri ibadat bersama sebuah persekutuan doa. Sebelum memulai ibadat, sang worship leader memulai dengan menyanyikan lagu ‘Kuduskan tempat ini’. Berikut lirik lagu yang diulang beberapa kali oleh umat, sambil mengangkat tangan: “Kuduskan tempat ini, untuk kami berdoa. […]

Food For Thought: Kerahiman Allah sungguh nyata

Kerahiman Allah sungguh nyata Adalah Khalil Gibran (1883-1931). Penulis dan pelukis dari Lebanon-Amerika pernah berkata: “Anda dapat melupakan orang yang tertawa bersamamu, tapi jangan pernah melupakan orang yang telah menangis bersamamu.” Bagi saya, perkataan ini super sekali. Kita semua memang mudah melupakan orang yang pernah tertawa bersama kita namun Gibran mengajak kita supaya jangan pernah […]

Homili 18 November 2020

Hari Rabu, Pekan Biasa ke-XXXIII Why. 4:1-11 Mzm. 150:1-2,3-4,5-6 Luk. 19:11-28 Kesetiaan itu penting Adalah Helen Keller (1880-1968). Sosok yang ikut mengubah dunia ini pernah berkata: “Kebahagiaan sejati itu tidak dicapai melalui kepuasan diri tetapi melalui kesetiaan pada tujuan yang mulia.” Perkataan Hellen Keller ini tentu berdasar pada pengalaman hidupnya sendiri. Ia mengalami kekurangan fisik […]

Food For Thought: Belajar dari Zakheus

Belajar dari Zakheus Nama Zakheus berasal dari Bahasa Yunani Ζακχαῖος, “Zakkhaios”; bahasa Ibrani: זכי, zaki berarti “yang murni dan saleh”. Sosok ini kita kenal dalam Injil Lukas bab 19. Profesinya adalah sebagai kepala pemungut cukai. Orang-orang pada waktu itu melabel Zakheus sesuai profesinya sebagai pemungut cukai dan bertubuh pendek. Para pemungut cukai itu disamakan dengan […]

Homili 17 November 2020

Hari Selasa, Pekan Biasa ke-XXXIII Peringatan Wajib S. Elisabet dr Hungaria Why. 3:1-6,14-22 Mzm. 15:2-3ab,3cd-4ab,5 Luk. 19:1-10 Kasih mengubah segala sesuatu Pada hari ini kita mengenang kembali St. Elizabeth dari Hungaria. Beliau adalah puteri raja Hungaria yang lahir pada tahun 1207, istri dari Louis, sang penguasa Thuringia (kini Beato Louis yang dikenang tanggal 11 September). […]

Homili 16 November 2020

Hari Senin, Pekan Biasa ke-XXXIII Why. 1:1-4; 2:1-5a Mzm. 1:1-2,3,4,6 Luk. 18:35-43 Berseru dan memanggil nama-Mu Beberapa tahun yang lalu Natasha Nikita mempopulerkan lagu lama ini berjudul: “Dia hanya sejauh doa”. Ada lirik yang menarik perhatian saya: “Berseru memanggil nama-Nya. Berdoa, Dia ‘kan segera menghampiri dirimu. Percaya, Dia tak jauh darimu. Dia hanya sejauh doa.” […]

Food For Thought: Kesetiaan dan ketulusan itu penting!

Kesetiaan dan ketulusan itu penting! Saya melihat kembali beberapa file di laptop saya sore ini. Saya menemukan dua buah kutipan inspiratif bagi kita semua. Pertama, kutipan perkataan dari Seneca yang berkata: “Kesetiaan adalah kekayaan termulia di dalam kalbu manusia.” Dan kutipan kedua dari Chanakya (371 SM-283 SM), seorang filsuf dari India yang berkata: “Sekali anda […]

Homili 14 November 2020

Hari Sabtu, Pekan Biasa ke-XXXIIIA 3Yoh. 5-8 Mzm. 112:1-2,3-4,5-6 Luk. 18:1-8 Beriman untuk hidup Mengawali permenungan saya pada hari ini, saya terinspirasi oleh dua teolog besar ini: Pertama, Karl Rahner (1904-1984). Beliau adalah teolog Jerman, pernah berkata: “Iman berarti menempatkan diri dengan hal yang tidak bisa dimengerti atas Tuhan untuk seumur hidup.” Kedua, Paus Emeritus […]