Lucerna pedibus meis verbum tuum, et lumen semitis meis

Food For Thought: Marilah kita saling mengasihi

Marilah kita saling mengasihi! Kata yang menjadi viral selama beberapa hari terakhir adalah kata ‘Bipang Ambawang’. Kalau kita menggunakan mesin pencari seperti google, cukup dengan mengetik ‘Bipang Ambawang’ maka akan muncul di layar laptop data ini: Sekitar 2.260.000 hasil (0,70 detik). Artinya kata ‘Bipang Ambawang’ benar-benar viral. Banyak orang termasuk saya juga baru tahu ‘Bipang […]

Food For Thought: Bersyukur atas panggilan Imamat

Aku telah memilih kamu dari dunia Seorang rekan imam menyatakan rasa syukur dan bangganya kepada Tuhan pada saat ia merayakan Hari Ulang Tahun tahbisannya yang ke-5. Masa lima tahun pertama disebut masa Quinquennium di mana para imam masih mendapat pembinaan-pembinaan tertentu untuk mematangkan hidup dan panggilan mereka. Setelah melewati lima tahun pertama, mereka menatap sepuluh […]

Food For Thought: Selamat Malam

Dominikus Savio doakan kami Mengakhiri hari ini saya kembali merenung tentang Santo Dominikus Savio. Nama Dominikus berarti milik Allah. Dari situ dia menginspirasi kehidupan banyak orang untuk tetap merasa diri sebagai milik Allah. Dia memiliki kiblat hidup yang jelas yakni menjadi kudus. Ia rajin berdoa secara pribadi di kapel dan merasakan keintiman dengan Tuhan. Kadang-kadang […]

Homili 6 Mei 2021

Hari Kamis, Pekan Paskah ke-V St. Dominikus Savio Kis. 15:7-21; Mzm. 96:1-2a,2b-3,10; Yoh. 15:9-11 Servite Domine in Laetitia Pada hari ini seluruh Gereja mengenang St. Dominikus Savio. Orang kudus ini adalah murid St. Yohanes Bosco, dilahirkan pada tanggal 2 April 1842 di Riva, Chieri, Italia. Ayahnya bernama Carlo dan Birgitta Savio ibunya. Keluarga mereka sangat […]

Food For Thought: Kita kawanan sewarga

Kita kawanan sewarga Pada malam hari ini saya kembali membaca tulisan St. Paulus kepada Jemaat di Efesus. Saya menemukan perkataan yang mengesankan hati dan saya bagikan Sekarang ini yakni: “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan […]

Homili 5 Mei 2021 – Injil Untuk Daily Fresh Juice

Hari Rabu, Pekan Paskah ke-V Kis. 15:1-6 Mzm. 122:1-2,3-4a,4b-5 Yoh. 15:1-8 Lectio: Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. […]

Homili 4 Mei 2021

Hari Selasa Pekan V Paskah Kis. 14:19-28; Mzm. 145:10-11,12-13ab,21; Yoh. 14:27-31a Damai Tuhan selalu besertamu Adalah Adelaide Anne Procter (1825-1864). Penyair berkebangsaan Inggris ini pernah berkata: “Joy is like restless day; but peace divine like quiet night; Lead me, O Lord, till perfect Day shall shine through Peace to Light.” (Sukacita seperti hari yang gelisah; […]

Homili 3 Mei 2021

Pesta St. Filipus dan Yakobus 1Kor. 15:1-8; Mzm. 19:2-3,4-5; Yoh. 14:6-14 Mengenal Yesus Saya memiliki sebuah kebiasaan setelah tahbisan diakonat di Yerusalem. Kebiasaan itu adalah sebelum mendoakan completorium, saya selalu membaca ayat-ayat Kitab Suci tertentu. Pada malam ini saya membaca tulisan Yohanes dan saya menemukan ayat ini: “Apa yang telah ada sejak semula, yang telah […]

Food For Thought: Kasih sejati

Kasih yang sempurna Pada malam hari ini saya menemukan sebuah pembatas buku, di mana pada salah satu sisinya terdapat sebuah kutipan perkataan dari Helen Keller. Sosok wanita yang mengubah dunia ini pernah berkata: “Dalam setiap keindahan, selalu ada mata yang memandang. Dalam setiap kebenaran, selalu ada telinga yang mendengar. Dalam setiap kasih, selalu ada hati […]

Food For Thought: Semangat seorang hamba

Semangat seorang hamba Oshin oh Oshin sayang. Nama sosok ini perlahan-lahan akan dipanggil kembali di dalam keluarga-keluarga tertentu. Pemerintah boleh melarang supaya tidak ada mudik tahunan tetapi saya yakin bahwa tingkat kepatuhannya orang-orang di negeri +62 masih rendah. Pemerintah boleh teriak sampai suara hilang, orang akan mencari jalan tikus hingga ke kampung halamannya. Dengan demikian […]