Food For Thought: Jangan menghakimi bro!

Jangan Suka Menghakimi bro! Saya pernah menjadi guru di sekolah. Setiap kali ada pertemuan dewan guru, selalu ada keluhan umum tentang seorang siswa yang dianggap tidak maju dalam proses pembelajarannya. Kadang ada guru yang tidak segan-segan memberinya label ‘bodoh’ kepadanya. Ini adalah sebuah kekerasan verbal bagi seorang siswa yang sedang belajar, sekaligus membunuh karakter seorang […]

Food For Thought: Dengan hati penuh syukur

Dengan hati penuh syukur Pada siang hari ini saya mendapat sebuah pesan singkat berupa kutipan perkataan Santo Paulus, bunyinya: “Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat […]

Parenting: Perlu SPACE

Orang tua membutuhkan ‘SPACE’ Saya mendapat pesan singkat dari sebuah keluarga muda yang saya berkati pernikahannya. Mereka dikaruniai seorang anak yang sehat, cerdas dan baik hati. Pasutri itu bercerita bahwa salah satu kesulitan yang sedang mereka hadapi bersama anak mereka adalah tentang disiplin yang mereka berikan kepada anak mereka, karena sekarang kelihatan perubahan perilaku dari […]

Food For Thought: Tuhan tidak pernah nge-prank manusia!

Tuhan yang tidak pernah nge-‘prank’ manusia! Satu kata yang sedang viral dalam masyarakat kita saat ini adalah kata ‘prank’. Dengan menyebut kata prank ini, pikiran kita tertuju kepada sebuah istilah dalam Bahasa Inggris yakni ‘practical jokes’ atau humor praktis. Dari segi etimologinya, istilah “practical jokes” digunakan untuk pertama kali sekitar 1804. Sebelumnya orang hanya menyebutnya […]

Food For Thought: Seperti sedang menghitung hari

Seperti sedang menghitung hari Semalam saya merayakan misa untuk mengenang tujuh hari meninggalnya Bapak Paulus, seorang kerabat saya di Jakarta Timur. Bapak Paulus meninggal di usia 81 tahun, setelah melewati masa-masa yang sulit karena sakit di usia senja ini. Dalam doa umat, ada sebuah intensi doa untuk memohon peneguhan, kekuatan dan perlindungan bagi saya yang […]

Food For Thought: Seandainya saya adalah Smartphone

Seandainya saya adalah Smartphone Ada seorang anak kecil yang duduk sambil memperhatikan kedua orang tuanya di ruang tamu keluarga. Kedua orang tua ini tidak berbicara satu sama lain meskipun sedang duduk berhadapan. Kadang saat mereka berbicara, mereka tidak saling memandang tetapi tetapi mereka justru tetap mengarah ke layar Smarthponenya. Anak itu kelihatan mulai kesal melihat […]

Merajut Kebersamaan

Berjalan Bersama Merajut Kebersamaan Saya memiliki sebuah kebiasaan berjalan sore hari di tepi pantai. Bagi saya ini adalah sejenis olah raga yang murah meriah namun memberikan keuntungan yang banyak kepada saya. Misalnya, ketika berjalan di atas pasir memang membutuhkan energi yang besar sehingga kita mudah berkeringat, ada kesempatan untuk menikmati keindahan alam di pantai, mengambil […]

Food For Thought: Menerima diri dan bersyukur

Menerima diri dan bersyukur Saya membaca buku berjudul: “The Story of My life”. Ini bukanlah sebuah buku baru. Buku ini mengisahkan tentang Helen Keller, seorang perempuan yang buta dan tuli namun kehidupannya benar-benar mengubah dunia. Saya menemukan sebuah perkataan yang mengesankan di dalam buku ini. Inilah kutipannya: “Jauh lebih baik berlayar selamanya di malam kebutaan […]

Food For Thought: Menghakimi diri

Suka menghakimi diri… Seorang pemuda berbicara dengan saya. Ia selalu menghakimi dirinya dan mengutuk habis-habis dirinya karena sebuah kelemahan manusiawi yang selalu menghantuinya. Ia berusaha untuk keluar dari kelemahan manusiawinya itu namun ia selalu merasa tidak berdaya dan akhirnya takhluk juga. Mungkin kita perlu berpikir positif bahwa tidak ada seorang manusia yang tidak memiliki kesalahan. […]

Jangan membiarkan cangkirmu meluap!

Jangan membiarkan cangkirmu meluap! Konon ada seorang profesor dari sebuah universitas ternama mendatangi seorang maestro di Jepang untuk bertanya tentang Guru Zen. Sang Maestro Jepang menyambutnya. Sebelum mereka memulai pembicaraan tentang Guru Zen, sang Maestro Jepang mengundang profesor untuk minum teh sebentar. Posisi duduk di meja adalah duduk berhadapan satu sama lain. Sang Maestro meletakkan […]