Lucerna pedibus meis verbum tuum, et lumen semitis meis

Homili 20 Januari 2016

Hari Rabu, Pekan Biasa II 1Sam. 17:32-33,37,40-51 Mzm. 144:1,2,9-10 Mrk. 3:1-6 Kebiasaan mengamat-amati sesama Seorang umat membagi pengalamannya dalam kesempatan rekoleksi bersama. Ia mengaku pernah memiliki kebiasaan buruk yakni suka mengamat-amati kehidupan sesama. Setiap kali berinteraksi dengan sesama, ia mengamati kehidupan sesama, membandingkan dirinya dengan sesama atau membandingkan pribadi dengan pribadi lain. Mulanya ia merasa […]

Food For Thought: Terpenjara dalam like and dislike

Masih terkurung dalam “suka dan tidak suka” Tuhan Yesus berkeliling dan berbuat baik (Kis 10:38). Ia pernah mengingatkan para murid-Nya: “Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah, sebab untuk itulah Aku diutus” (Luk 4:43). Namun Ia sendiri selalu berhadapan dengan kaum Farisi dan para ahli Taurat yang selalu berpikir bahwa mereka baik […]

Homili 19 Januari 2016

Hari Selasa, Pekan Biasa II 1Sam. 16:1-13 Mzm. 89:20,21-22,27-28 Mrk. 2:23-28 Yesus itu lebih dari segalanya! Ada seorang pemuda yang mengaku pernah mengalami keraguan dalam imannya kepada Tuhan Yesus Kristus. Ia rajin berdoa, membaca Kitab Suci, melakukan perbuatan amal kasih, namun kadang-kadang di dalam hatinya selalu muncul keraguan yang besar. Menurutnya, hal yang mengganjal hatinya […]

Food For Thought: 267 itu sesuatu banget

Dua Enam Tujuh Permenungan kita kali ini terungkap dalam tiga angka ini: dua, enam tujuh (267; baca re-la-si). Ketiga angka ini sangat bermakna dalam kehidupan setiap pribadi.Setiap orang boleh mengakui dirinya sebagai homo homini socius atau homo homini lupus bisa kelihatan dalam ketiga angka ini. Pasangan suami istri bisa kelihatan kompak, setia tergantung pada ketiga […]

Homili Hari Minggu Biasa II/C – 2016

Hari Minggu Biasa II/C Yes. 62:1-5 Mzm. 96:1-2a,2b-3,7-8a,9-10ac 1Kor. 12:4-11 Yoh. 2:1-11 Berusahalah mempertahankan perkawinanmu! Saya pernah merayakan misa syukur pernikahan ke-40 sepasang suami dan istri yang sudah lazim disapa oma dan opa. Perayaan syukur ini disiapkan selama setahun oleh anak-anak dan cucu-cucu. Hal ini bisa terlihat dalam suasana bahagia yang mewarnai seluruh perayaan syukur […]

Food For Thought: Jatuh cinta pada pendosa

Selalu jatuh cinta pada si pendosa Anda pasti merasa heran ketika mendengar kisah kehidupan orang-orang tertentu yang memilih untuk menjalani sebuah kehidupan yang ekstrim. Misalnya, ada seorang pria yang gagah perkasa memilih untuk menikahi seorang wanita cacat sehingga tidak bisa berjalan. Setiap hari, sang suami harus menggendong pasangannya untuk masuk ke dalam kamar, ke dalam mobil […]

Homili 16 Januari 2016

Hari Sabtu, Pekan Biasa I 1Sam. 9:1-4,17-19; 10:1a Mzm. 21:2-3,4-5,6-7 Mrk. 2:13-17 Tuhan punya hak untuk memilih dan menetapkan! Ada seorang pemuda yang selalu merasa tidak puas dengan hidupnya dan hidup sesama. Hal ini nampak dalam kebiasaannya yang selalu mengeluh terhadap dirinya dan juga terhadap sesamanya. Ia berpikir jelek tentang dirinya, demikian pikiran yang sama […]

Homili 15 Januari 2016

Hari Jumad, Pekan Biasa I 1Sam. 8:4-7,10-22a Mzm. 89:16-17,18-19 Mrk. 2:1-12 Menyoal kekuasaan Allah Ada seorang anak sedang merasa memiliki relasi yang tidak harmonis dengan orang tuanya. Ia mengakui selalu bertentangan dengan orang tuanya dan belum berani untuk menyatu dengan mereka dalam perbedaan. Hal yang membuat saya heran adalah, ia sendiri tidak merasa memiliki masalah […]

Food For Thought: Ayo mendekat

Ayo mendekat… Saudari dan saudara terkasih. Kita mengakhiri hari ini dengan sebuah permenungan berjudul “Ayo mendekat”. Pada hari ini seluruh bangsa kita mengalami guncangan besar. Peristiwa Sarina menelan korban-korban yang tidak bersalah, trauma berkepanjangan bagi para saksi mata. Tentu banyak orang prihatin bahkan mengutuk perbuatan yang tidak manusawi ini. Ada saja segelintir orang yang memposisikan […]

Homili 14 Januari 2016

Hari Kamis, Pekan Biasa I 1Sam. 4:1-11 Mzm. 44:10-11,14-15,24-25 Mrk. 1:40-45. Tuhan telah membebaskanku Saya pernah merayakan misa dengan intensi khusus yakni ucapan rasa syukur kepada Tuhan dari seorang ibu. Dia memilih tidak menikah dan tinggal sendirian di rumahnya. Selama beberapa tahun terakhir, ia menderita sakit. Ia nyaris tidak bisa berjalan, sehingga banyak waktu ia […]