Food for Thought

Food for Thought:

Mrk 2:13-17

 

Kebiasaan mengamat-amati orang

P. John SDBAda seorang sahabat yang memiliki kebiasaan seperti ini: Setiap kali mengikuti Ekaristi dan menerima komuni kudus, ia selalu memperhatikan semua orang yang berbaris menuju ke pelayan komuni. Ia memandang satu persatu orang tersebut, ada yang ia kenal dan tidak kenal. Ada yang baginya mereka orang-orang baik, ada yang jahat bahkan ada yang dia sendiri mengetahui dosa orang tersebut. Ini sepertinya menjadi sebuah kebiasaannya setiap kali mengikuti Ekaristi. Lama kelamaan ia merasa bahwa perilaku memperhatikan sesama dan menilai orang lain, apalagi sebelum komuni kudus itu tidak baik maka perlahan ia berubah. Ia merasa perubahan itu seperti keahiran baru baginya.

Saya mengingat sharing sahabat ini persis dengan pengalaman Yesus di rumah Lewi, sang pemungut cukai. Yesus memanggil Lewi dan dengan segera serta sukacita Lewi mengikutiNya. Sukacita Lewi terungkap dalam sikap menerima Yesus dan para sahabatnya yakni rekan-rekan pemungut cukai untuk makan bersama Yesus di rumahnya. Nah ini menjadi saat yang tepat bagi para ahli Taurat dan kaum Farisi untuk mengamat-amati dan mengomentari sikap Yesus.

Para lawan Yesus sering lupa satu hal ini: Yesus membenci perbuatan dosa tetapi mengasihi manusia pendosa. Dosalah yang Yesus tumpas, manusianya dikasihi. Bagaimana dengan kita? Banyak kali kita mengasihi dosa dan membenci manusia ang berbuat dosa. Kita menyukai perbuatannya dan membenci orangnya. Renungkanlah…

Salam dan berkat

PJSDB

Leave a Reply

Leave a Reply