Mataku telah melihat keselamatan…
Di dalam Injil terdapat kisah-kisah menakjubkan yang menunjukkan betapa besar hasrat cinta kasih kepada Tuhan. Andreas adalah salah seorang murid Yohanes Pembaptis yang mengikuti Yesus. Setelah tinggal bersama Yesus, ia mencari saudaranya Simon dan berkata: “Kami telah menemukan Mesias” (Yoh 1:41). Sejak saat itu Simon jatuh cinta dengan Yesus, ia datang dan tinggal bersamaNya. Pada kesempatan lain, Simon Petrus berkata kepada Yesus: “Semua orang mencari Engkau!” (Mrk 1:37). Mereka mencari Yesus karena takjub dengan semua pengajaran dan tanda-tanda heran yang dilakukanNya. Tetapi jauh sebelumnya, Simeon sudah berkata: “Mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu.” (Luk 2:30). Simeon melihat Yesus sebagai terang sejati, yang datang untuk menyelamatkan semua orang. Sambil memandang bayi Yesus, Simeon merasakan kasih setia Tuhan yang tidak berkesudahan.
Kutipan-kutipan Injil di atas menunjukkan bagaimana hasrat manusia begitu tinggi untuk mengasihi Tuhan karena manusia merasakan kasih yang berasal dari padaNya. Tuhan memiliki keinginan untuk mengasihi dan menyelamatkan manusia. Ia mewujudkan kasih dan keselamatanNya melalui Yesus Kristus PuteraNya. Sebagai jawaban atas kasih dan keselamatan dari Tuhan maka, setiap pribadi haruslah memiliki komitmen yang jelas dalam panggilannya. Setiap pasutri misalnya, haruslah tetap setia pada komitmennya untuk mengasihi pasangannya. Setiap imam, biarawan dan biarawati juga tetap setia dalam komitmennya untuk mengasihi Tuhan dan mengikutiNya dari dekat.
Pada hari pesta Tuhan Yesus dipersembahkan di dalam Bait Allah, kita semua diingatkan Tuhan untuk mempersembahkan diri kita kepada Tuhan dan mempersembahkan diri kepada sesama. Persembahan diri atau pemberian diri itu adalah tanda kasih. Apakah karya dan pelayanan kita bisa menjadi tanda keselamatan bagi sesama?
P. John SDB