Hari Sabtu, Pekan Biasa XXVII
Yl. 3:12-21
Mzm. 97:1-2,5-6,11-12
Luk. 11:27-28
Ad Iesum per Mariam
Beberapa hari yang lalu saya diundang untuk menjadi nara sumber dalam sebuah pendalaman iman di salah satu paroki di Keuskupan Agung Jakarta. Panitia memberi kepadaku sebuah tema yang menarik perhatianku yakni “Ad Iesum per Mariam” artinya melalui Bunda Maria kita sampai kepada Yesus. Kalimat “Ad Iesum per Mariam” ini merupakan ungkapan iman St. Louis-Marie Grignion de Montfort kepada Yesus melalui Bunda Maria. Ia sepenuhnya menyerahkan diri kepada Tuhan Yesus melalui Bunda Maria. St. Yohanes Paulus II, ketika menjabat sebagai Paus memilih semboyan kepausannya: “Totus Tuus Sum Maria” berarti “Bunda Maria, aku milikmu sepenuhnya”. Pada lambang kepausannya terdapat sulaman bertuliskan huruf M artinya Maria sedangkan pada sisi jubahnya terdapat tulisan “Totus Tuus Sum Maria”. Inspirasinya berasal dari St. Luis Monfortan: “Totus tuus ego sum et omnia mea tua sunt” artinya: “Aku milik-Mu sepenuhnya dan segala milikku adalah milik-Mu, ya Yesus yang terkasih, melalui Maria, Bunda-Mu yang tersuci.” Bunda Maria menjadi perantara untuk berjumpa dengan Yesus dan mengasihi-Nya.
Penginjil Lukas hari ini mengisahkan tentang sukacita seorang perempuan yang sedang mendengar Yesus. Ketika itu Yesus sedang mengajar banyak orang. Dari kerumunan banyak orang itu, muncullah seorang perempuan yang memandang-Nya dan berkata: “Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau.” (Luk 11:27). Perempuan tanpa nama ini mendengar segala perkataan Yesus dan takjub kepada-Nya. Ia melihat di dalam diri Yesus pribadi-pribadi yang berjasa yakni ibu dan ayah-Nya. Sebagai ungkapan kasih seorang ibu, ia pun memuji Maria Bunda Yesus yang dengan caranya sendiri mengasihi Yesus apa adanya.
Bunda Maria menunjukkan kasih-nya yang besar kepada Yesus. Ia juga merupakan pendidik yang baik bagi Yesus Putranya. Dengan demikian Yesus bertumbuh dalam kasih, dan sungguh terlihat dalam perilaku hidupnya. Orang mengatakan bahwa dari buahnya orang bisa mengenal pohonnya. Kehidupan Bunda Maria terpancar dalam diri Yesus Putranya. Itulah sebabnya Bunda Maria mendapat pujian khusus. Bunda Maria memberi semangat kepada para orang tua untuk menjadi pribadi yang terbaik bagi pertumbuhan anak-anaknya. Dalam situasi apa saja yang dialami anak, orang tuanya pasti mendapat penilaian khusus.
Tuhan Yesus memandang perempuan itu dengan penuh kasih dan berkata kepadanya: “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.” (Luk 11:28). Tuhan Yesus membawa keselamatan bagi semua orang. Ia tidak memilih suku ini dan itu, tetapi semua orang dipanggil kepada keselamatan. Untuk memperoleh keselamatan, Yesus mengharapkan supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya harus mendengar dan memelihara Sabda-Nya. Orang-orang seperti ini disapanya berbahagia.
Tuhan Yesus membuka pikiran dan hati banyak orang. Dalam hal ini, relasi pribadi dengan Yesus bukan hanya berdasarkan hubungan darah semata. Yesus membuka jalur yang baru yakni hubungan bersama-Nya juga bisa diperoleh dengan mendengar sabda-Nya dan memeliharanya dengan tekun hari demi hari. Ketika kita mendengar sabda Allah dan melakukannya, kita berlaku sebagai anak yang taat kepada Allah dan ini melebihi sikap kita sebagai anak dari orang tua kita sendiri. Relasi dengan Tuhan melampaui relasi dengan orang tua yang melahirkan kita.
Yesus menyapa kita berbahagilah. Bunda Maria disapa berbahagia karena ia dengan iman menerima Yesus di dalam hatinya lalu mengandung-Nya dalam rahimnya. Maria adalah seorang gadis perawan yang masih bertunangan dengan Yusuf, bisa menerima panggilan dari Tuhan melalui malaikat Gabriel karena ia percaya kepada semua rencana Tuhan. Ia taat kepada Tuhan (Luk 1:38). Elizabeth saja merasa bahagia sehingga berkata: “Berbahagialah ia yang telah percaya karena apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan akan terlaksana” (Luk 1:45). Pada kesempatan lain, Yesus juga berkata: “Ibu dan saudara-saudara-Ku adalah mereka yang mendengar Sabda Allah dan melakukannya” (Luk 8:21).
Sabda Tuhan pada hari ini sangat meneguhkan kita. Apakah anda juga berbahagia dalam hidup? Apakah anda juga setia mendengar dan memelihara Sabda Tuhan? Mari kita mengormati Bunda Maria yang memberi inspirasi kepada kita untuk mengasihi Yesus Putranya. Ad Iesum per Mariam.
PJSDB