Food For Thought: jangan berhenti…

Jangan pernah berhenti di tengah jalan! Saya pernah ditegur oleh seorang pengendara lain di belakang saya karena ia berpikir bahwa saya sengaja berhenti di tengah jalan sehingga menghalanginya, padahal di depan saya ada seekor anak babi yang tidur dengan tenang. Setelah dia memperhatikan sendiri anak babi yang sedang lelap itu, ia tersenyum dan mengatakan “sorry […]

Food For Thought: Suka mencobai Tuhan Allah

Apakah anda juga mencobai Tuhan Allahmu? Ada seorang pemuda pernah datang kepada saya. Ia membicarakan masalah relasinya dengan Tuhan yang disadarinya semakin parah. Ia pernah merasa bangga sebagai orang katolik, apalagi dibaptis saat masih bayi. Ia aktif sebagai misdinar dan pernah mendapat penghargaan sebagai misdinar terbaik. Ia selalu berhadapan dengan sebuah pertanyaan yang sama: “Apakah […]

Food For Thought: Miserere

Miserere mei, Deus! Selamat memasuki masa Prapaskah 2017. Kita memulai masa Prapaskah sebagai sebuah retret agung selama empat puluh hari. Paus Fransiskus dalam pesan Prapaskah tahun ini mengundang kita semua untuk kembali kepada Sabda Tuhan yang menjadi kekuatan bagi kita sepanjang masa Prapaskah ini. Baginya, memberi sedekah, berdoa dan berpuasa sebagai bagian penting dalam masa […]

Food For Thought: Seperti sepasang sepatu

Sepasang sahabat, sepasang sepatu Permenungan saya pada akhir hari ini berjudul: “Sepasang sahabat, sepasang sepatu”. Saya terinspirasi dengan pengajaran Yesus dalam Injil tentang keutuhan perkawinan. Dikisahkan oleh Penginjil Markus bahwa Yesus berangkat dari daerah Yudea ke daerah seberang Sungai Yordan. Ia menggunakan kesempatan untuk mengajar orang-orang yang datang mengerumuni Dia. Ada di antara mereka adalah […]

Food For Thought: Jangan menunda pertobatanmu

Jangan menunda pertobatanmu! Permenungan saya pada akhir hari ini tentang pertobatan. Saya terinpirasi dengan perkataan Tuhan dalam Kitab Putra Sirakh berbunyi: “Jangan menunda-nunda berbalik kepada Tuhan, jangan kautangguhkan dari hari ke hari. Sebab tiba-tiba meletuslah kemurkaan Tuhan, dan pada saat hukuman engkau dihancurkan” (Sir 5:7). Perkataan Tuhan ini merupakan teguran yang keras bagi setiap orang […]

Food For Thought:

Hormat terhadap perkawinan Saya merasa heran karena orang-orang tertentu sudah lupa untuk merasa malu. Mereka menulis di media social rasa hatinya tentang perkawinannya: pasangannya tidak setia, pasangan tidak memberi nafkah dan aneka litani kesalahan pasangan hidupnya. Ada juga yang menulis rasa marahnya karena ada pria atau wanita merebut pasangannya. Ada yang menulis pengalaman pribadinya ketika […]

Food For Thought: Penderitaan itu…

Kamu telah menderita banyak! Saya menyukai tulisan-tulisan Paulo Coelho. Tentu saja bronsis setuju karena sering membaca komentar-komentar saya melalui Food For Thought pada sore atau malam hari. Pada siang hari ini saya membongkar file-file di laptop dan menemukan lagi satu ucapan beliau yang saya pernah catat beberapa tahun yang lalu. Bunyinya: “Kau harus belajar menanggung […]

Food For Thought: Kesetiaan…

Belajar untuk setia Seorang anak memandang sebuah cermin yang sudah usang. Ia tersenyum, mengangkat tangannya, berbisik ke arah cermin dan menganggukkan kepalanya. Bayangan pada cermin mengikuti semua yang dilakukannya. Anak itu merasa heran karena bayangan di dalam cermin pun setia mengikuti apa yang sudah dilakukannya. Anak itu pergi mendekati ibunya dan bertanya: “Bu, mengapa bayangan […]

Food For Thought: Aku dari golongan…

Aku dari golongan… Permenungan saya pada kahir hari ini tentang perkataan Paulus kepada jemaat di Korintus. Ketika itu ada perselisihan di dalam komunitas sehingga di antara jemaat ada yang mengatakan “Aku dari golongan Paulus, aku dari golongan Apolos, aku dari golongan Kefas dan aku dari golongan Kristus.” (1Kor 1:11-12). Situasi nyata ini membuat Paulus bertanya […]

Food For Thought: FAMILY

FAMILY Permenungan kita pada akhir hari ini tentang kata Family (keluarga). Ada orang tertentu yang mengatakan bahwa Family itu sebenarnya sebuah singkatan. Sebab itu kepanjangan dari Family adalah: Father And Mother I Love You. Kalimat ini mengingatkan kita pada St. Paulus. Ia menasihati orang-orang di Kolose tentang hubungan antara anggota-anggota rumah tangga. St. Paulus menulis: […]