Renungan 14 Nopember 2012

Hari Rabu, Pekan Biasa XXXII

Tit 3:1-7

Mzm 23:1-6

Luk 17:11-19

Semua karena rahmat Tuhan!

Fr. JohnSelama beberapa hari terakhir kita mendengar sabda Tuhan dari surat Paulus kepada Titus. Dalam surat Pastoral ini, Paulus mengingatkan Titus untuk mendampingi komunitas menyadari fungsi-fungsi tertentu di dalam komunitas. Pertama para penatua atau pemimpin jemaat dengan kekudusan dan ketertiban dalam hidupnya dapat membantu komunitas untuk bertumbuh .  Kedua, dalam keluarga para orang tua, wanita tua dan kaum muda menyadari peran mereka masing-masing untuk membangun komunitas. Ketiga, seluruh komunitas diingatkan untuk menjadi orang yang taat kepada para pemimpin. Ini adalah perikop yang hari ini kita sama-sama mendengarnya.

St. Paulus mengingatkan Titus, “Saudara terkasih, ingatkanlah semua orang  agar tunduk pada pemerintah dan para penguasa. Hendaklah mereka (jemaat) taat dan siap sedia melakukan setiap pekerjaan yang baik.Jangan mereka memfitnah atau bertengkar. Hendaklah mereka selalu ramah dan bersikap lemah lembut terhadap semua orang.” (Tit 3: 1-2). Mengapa Paulus menghendaki ketaatan sebagai unsur penting dalam komunitas gereja perdana? Karena ia menyadari bahwa sebelum mereka menerima Kristus dalam Pembaptisan, mereka juga  hidup dalam kegelapan dan sekarang ini mereka harus bertobat. Ia berkata kepada Titus, “Sebab dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji dan sangat membenci”.  (Tit 3:3-4).

Di sini Paulus menghendaki adanya sebuah transformasi hidup yang berdasar pada pertobatan. Mereka pernah memiliki masa lalu yang penuh dosa maka sekarang mereka bertobat karena sakramen pembaptisan, mereka juga belajar untuk menjadi taat kepada Tuhan dan kepada sesama di sekitarnya seperti para pemerintah dan penguasa. Orang merdeka adalah orang yang memiliki wawasan untuk bertumbuh bersama sebagai warga negara. St. Yohanes Bosco mengatakan kepada para orang muda untuk bertumbuh menjadi warga negara yang jujur dan umat beriman yang taqwa. Nah, ketaatan dalam semua aspek kehidupan merupakan hal yang penting di dalam hidup sebagai pengikut Kristus. Ketaatan laksana pilar yang penting dalam kebersamaan.

Setelah menekankan ketaatan sebagai bagian dari pertobatan, Paulus dengan tegas mengatakan, “Di dalam Yesus kita semua diselamatkan, bukan karena  perbuatan baik yang telah kita lakukan, melainkan karena rahmatNya berkat permandian  kelahiran kembali dan berkat pembaharuan yang dikerjakan Roh Kudus yang sudah dilimpahkanNya kepada kita lantaran Yesus Kristus.” (Tit 3: 5-6). Tuhan Yesus selalu menjadi inspirator dalam segala perbuatan baik yang kita lakukan dalam pelayanan tetapi yang terpenting adalah rahmatNya yang tiada habis-habisnya bagi setiap pribadi.

Orang-orang yang taat memiliki kemampuan untuk mendengar Tuhan dengan baik dalam hidupnya dan dapat bersyukur atas segala yang Tuhan anugerahkan kepada mereka. Penginjil Lukas hari ini mengisahkan sebuah mukjizat yang dikerjakan Yesus. Ia menyembuhkan sepuluh orang kusta, sembilan orang yahudi dan satu orang Samaria. Orang Samaria, orang asing inilah yang tahu berterima kasih kepada Tuhan Yesus, sedangkan sembilan orang Yahudi tidak berterima kasih. Mereka merasa penyembuhan diri mereka itu memang haknya mereka karena sebagai umat kesayangan. Mereka sudah berada di zona nyaman sehingga lupa berterima kasih. Penginjil Lukas sebenarnya mengajak kita untuk senantiasa mengatakan “Thank you Jesus”, terima kasih Tuhan Yesus atas segala kebaikanMu. Thank you Jesus karena rahmatMu kami menjadi baru dan layak sebagai anak dari Bapa yang sama yang Engkau sapa Abba! Thank you Jesus karena Engkau menyelamatkan kami bukan karena jasa-jasa kami, melainkan semata-mata karena kerahimanMu.

Sabda Tuhan hari ini mengatakan kepada kita banyak hal yang bagus untuk kita lakukan di dalam hidup setiap hari. Pertama, kita belajar untuk menjadi orang taat. Ketataatan adalah pilar penting dalam kebersamaan. Ketaatan merupakan bagian pertobatan kita. Kedua, Keselamatan yang Tuhan berikan bukan karena perbuatan baik kita tetapi itu urusanNya Tuhan karena segala rahmat berasal daripadaNya. Lalu perbuatan baik, apakah tidak berguna? Perbuatan baik itu juga patut diperhitungkan juga karena Tuhan memperkenankan kita untuk bekerja bersamaNya. Ketiga, bangunlah budaya bersyukur dan terima kasih.  Kadang-kadang kita lupa berterima kasih kepada Tuhan dan sesama. Kita sudah berhasil memiliki apa yang kita inginkan dan diam, nyaman tanpa bersyukur. Apakah anda bisa bersyukur? Apakah anda bisa berterima kasih? Say thanks to Jesus dong!

Doa: Tuhan ajarilah kami untuk menjadi taat dan tau bersyukur kepadaMu. Amen

PJSDB

Leave a Reply

Leave a Reply