Homili 2 Desember 2021

Hari Kamis, Pekan I Adventus
Yes 26:1-6
Mzm 118:1.8-9.19-21.25-27a
Mat 7: 21:24-27

Mendengar dan Melakukan kehendak Tuhan

Masa adventus bukanlah masa di mana kita sekedar menanti atau menantikan kedatangan Yesus Kristus dengan pasif. Masa adventus merupakan masa di mana kita lebih aktif untuk mendengar setiap perkataan Tuhan dan aktif melakukan kehendak-Nya dalam hidup setiap hari. Memang Tuhan sendiri tidak tinggal diam. Dia yang kita nanti-nantikan selamanya aktif untuk melawat kita semua. Kita mengingat perjumpaan-Nya dengan Zakheus, ketika itu Zakheus berpikir bahwa dengan memanjat pohon, dia dapat melihat Yesus yang lewat di sana, ternyata Tuhan Yesuslah yang memanggil Zakheus untuk turun dan menerima Dia di rumahnya sendiri. Zakheus mendengar dan melakukan kehendak Tuhan Yesus dengan aktif. Tuhan Yesus juga melakukan penderkatan pertama ketika memanggil Zakheus dengan namanya sendiri.

Salah satu sosok yang menjadi model bagi kita dalam masa penantian adalah Bunda Maria dan Santo Yosef. Bunda Maria yang dikandung tanpa noda, menantikan kedatangan Tuhan dengan hidupnya yang saleh. Tuhan pun memilihnya sebagai ibu bagi Yesus sang Penyelamat umat manusia. Setelah mendengar khabar sukacita, Bunda Maria tidak menyatakan rasa bangganya tetapi dengan rendah hati ia berkata kepada Malaikat Gabriel: “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu itu”. Maria benar-benar menjadi sosok yang mendengar melakukan kehendak Tuhan sampai tuntas. Hal yang sama terjadi pada Santo Yosef. Dialah ‘Patris Corde’ atau yang memiliki hati seorang Bapa. Santo Yosef juga menjadi sosok yang setia dalam mendengar dan melakukan kehendak Tuhan. Kita mengingat saat-saat Malaikat Gabriel mengingatkannya dalam mimpi untuk menerima Maria, mengungsi ke Mesir, kembali ke Nazaret dan melakukan ziarah tahunan ke Yerusalem. Yusuf menunjukkan sebuah personalitas yang rendah hati, setia dalam mendengar dan melakukan kehendak Tuhan. Dia tidak menuntut berapa yang akan diterimanya, tetapi semata-mata memberi diri bagi Tuhan, dengan mendengar dan melakukan kehendak Tuhan.

Pada hari ini kita mendengar kisah Yesus yang kita nantikan di dalam Injil Matius. Mulai-mula Yesus mengoreksi kita semua yang merasa diri dekat dengan Tuhan tetapi nyatanya jauh dari pada-Nya. Ada orang yang merasa sangat aktif di dalam hidup menggereja dan merasa itu menjadui jaminan baginya untuk masuk surga. Ternyata bukan! Orang boleh aktif memberi diri kepada Tuhan dalam karya dan pelayanan di dalam hidup menggereja, tetapi dia juga harus rajin berdoa, mengakui dosa, jujur dan adil di rumah dan tempat berkarya. Gereja bukan sebuah NGO, tetapi sebuah lembaga yang siap untuk melayani Tuhan dan sesama bukan demi popularitas tetapi untuk mencapai kekudusan. Orang harus merasa semakin mencintak, semakin terlibat dan semakin menjadi berkat dalam hidupnya. Sebab itu Tuhan Yesus mengatakan: “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku Tuhan,! Tuhan, akan masuk ke surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga.” Maka hal pertama yang perlu kita miliki selama masa adventus ini adalah melakukan kehendak Bapa di Surga. Apakah anda sudah melakukan kehendak Bapa di surga? Atau anda sedang melakukan kehendakmu sendiri.

Tuhan Yesus juga mengingatkan kita tetang pentingnya mendengar di dalam hidup kita. Tuhan Yesus mengatakan bahwa orang yang bijaksana adalah orang yang mendengar dan melakukan perkataan Tuhan. Orang seperti ini serupa dengan orang yang membangun rumah di atas batu wadas. Rumah itu memiliki fundasi yang kokoh dan tidak akan goyah. Orang yang bodoh adalah mereka yang tidak bijaksana sehingga mereka laksana orang yang mendirikan rumah di atas pasir. Rumah seperti ini tidak akan tahan badai, tidak akan roboh sehingga rusah berat.

Dalam masa adventus ini, Tuhan menghendaki agar kita semua memiliki kemampuan untuk mendengar sabda-Nya. Dengan mendengar Sabda kita akan mengalami Allah di dalam hidup kita, kita menjadi satu komunitas dan dengan sendirinya kita menjadi rasul untuk mewartakan Sabda yang kita dengar dan lakukan di dalam hidup kita. Orang yang mendengar dengan baik, akan setia melakukan apa yang didengarnya. Dengan demikian ia juga akan mampu mengasihi seperti Tuhan mengasihi. Masa adventus menjadi kesempatan bagi kita untuk semakin akrab dan bersahabat dengan Sabda Tuhan. Yesus adalah Sabda yang menjelma menjadi manusia. Kita bersahabat dengan sang Sabda yang menjadi manusia dan tinggal bersama kita. Pada hari ini, kita berusaha untuk mendengar, melakukan dan mewartakan Sabda melalui perilaku hidup selaku anak-anak Tuhan.

PJ-SDB