Homili 1 Januari 2025 – Santa Maria Bunda Allah

1 Januari 2025
HARI RAYA SP MARIA BUNDA ALLAH
Bil. 6:22-27
Mzm. 67:2-3,5,6,8
Gal. 4:4-7
Luk. 2:16-21

Menjumpai Maria Ratu Damai

Selamat memasuki tahun baru 2025. Kita mengawali setiap tahun baru dengan menjumpai dan menyalami Santa Perawan Maria sebagai Bunda Allah. Santo Paus Paulus VI pernah menulis di dalam Surat Apostolik Marialis Cultus bahwa Hari Raya ini dirayakan setiap tanggal 1 Januari, supaya mengingatkan kita akan peran penting Maria di dalam misteri keselamatan. Melalui perayaan ini kita pun menyadari bahwa martabat Maria ditinggikan sebagai ‘Bunda yang kudus, yang melaluinya kita layak menerima Sang Pencipta kehidupan’. Bagi kita secara pribadi, perayaan ini turut memperbaharui penyembahan kepada Yesus sang Raja Damai (Luk 2:14), dan untuk memohon kepada Allah, melalui Maria Ratu Damai, terutama anugerah damai yang tertinggi.”

Dari bacaan Injil hari ini, kita mendengar kisah para gembala sederhana di Bethlehem yang memiliki pengalaman penuh kedamaian hati ketika mereka menjumpai Maria bersama Yusuf dan bayi Yesus di dalam palungan. Perjumpaan ini semakin bermakna ketika mereka bersaksi tentang pengalaman damai kepada semua orang. Kesaksian para gembala sederhana ini turut membangkitkan perasaaan damai dan sukacita sekaligus keheranan banyak orang. Lalu bagaimana Bunda Maria menanggapinya? Maria yang hadir untuk menggenapi waktu untuk melahirkan Yesus sang Anak Allah (Gal 4:4) hanya menyimpan segala perkara ini di dalam hati dan merenungkannya.

Mengawali tahun baru ini marilah kita memohon berkat dari Tuhan melalui Bunda Maria. Kita semua percaya bahwa pada awal tahun baru 2025 ini, Tuhan sendirilah yang akan memberkati, melindungi, menyinari dengan wajah-Nya, memberi kasih karunia-Nya, Dia sendirilah yang menghadapkan wajah-Nya dan memberikan damai sejahtera kepada kita (Bil 6: 22-26). Apakah kita sungguh percaya bahwa Tuhan akan menggenapi segala berkat-Nya ini melalui perantaraan dann pertolongan Maria Bunda Allah.

P. John Laba, SDB