Renungan 21 Maret 2012

Rabu Pekan Prapaskah IV/B
Yes 49:8-15
Mzm 145:8-9.14.15.17-18
Yoh 5:17-30

Tuhan tidak pernah lupa!

imageSeorang anak muda merasa kesepian. Dia berasal dari Indonesia Timur dan baru pertama kali tinggal di Jakarta. Ia sudah berhasil mengikuti ujian saringan masuk universitas dan menunggu hari perkuliahan. Namun hampir setiap hari ia mengelamun memikirkan keluarga dan para sahabatnya di kampung. Baginya, mereka adalah segalanya. Ia menulis surat kepada ibunya dan mengatakan bahwa dirinya kesepian di tengah keramaian Jakarta. Ibunya menjawab suratnya, “Anakku, mengapa engkau kesepian? Meskipun jauh dan kami dapat melupakanmu tetapi Tuhan tidak melupakanmu.” Dia merasa kuat ketika ibunya mengatakan bahwa “Tuhan tidak melupakannya.”

Nabi Yesaya hari ini menguatkan kita semua dengan menggambarkan Allah sebagai Bapa yang baik. Dalam pengalaman sebagai manusia boleh dikatakan Allah sebagai Bapa yang baik dengan jiwa yang mirip dengan jiwa seorang ibu manusiawi kita. Relasi yang menunjukkan bahwa kita membutuhkanNya dan ketergantungan hidup kita padaNya. Relasi dengan Tuhan bukanlah relasi juridis tetapi relasi kasih sayang yang mencipta dan mencipta kembali. Tepat sekali ketika Ia berfirman kepada Sion: “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau; Aku telah membentuk dan memberi engkau, menjadi perjanjian bagi umat manusia…”. (Yes 49: 8). Jiwa keibuan muncul ketika Ia berkata: “Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya sehingga Ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.” ( Yes 49:15). Kasih Tuhan melampaui segalanya!

Allah yang digambarkan oleh Yesaya bukan hanya sebagai Bapa yang baik dengan jiwa yang meyerupai seorang ibu tetapi bagi Yeremia Allah juga murah hati, panjang sabar dan besar kasih setiaNya. Ia memperhatikan semua manusia laksana biji mataNya (Mzm 17:18). Pemazmur mempertegas sifat khas Tuhan ini: “Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setiaNya. Tuhan itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikanNya” (Mzm 145:8-9).

Pengalaman kebapaan Allah juga dialami Yesus sendiri. Dia membuktikan bahwa diriNya sebagai Anak dan Allah Bapa adalah satu (Yoh 10:30). Semua pekerjaan yang dilakukan Bapa, pekerjaan yang sama juga dilakukan oleh Anak. Misalnya inilah kesaksian Yesus: “Sebagaimana Bapa membangkitkan orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendakiNya” (Yoh 5:21). Ini berarti Kerajaan Allah yang dihadirkan oleh Yesus sungguh-sungguh membuat kita menjadi baru dan kita masuk dan membentuk sebuah relasi sebagai anak dengan Allah sebagai Bapa kita. Yesus menjadi saudara dan sahabat kita.

Apakah kita sadar bahwa Tuhan tidak pernah melupakan kita? Apakah kita percaya bahwa karena penyertaan Yesus Kristus maka kita memiliki relasi istimewa dengan Tuhan Allah dimana Dia menjadi Bapa dan kita menjadi anak-anakNya? Hari ini kita mendapat penghiburan yang mendalam. Sebuah berita sukacita. Meskipun sesama manusia boleh melupakan kita tetapi Tuhan tidak pernah melupakan kita. Dia tetaplah Bapa yang baik yang memberi hidup baru kepada kita sebagai anak-anakNya. Andaikan semua menyadarinya maka dunia kita menjadi baru. Semua orang merasa sebagai saudara!

Doa: Ingatlah kami ya Tuhan dalam kasih setiaMu.

PJSDB

Leave a Reply

Leave a Reply