Food For Thought: Manusia tanpa nurani

Manusia tanpa nurani! Indonesia digemparkan oleh berita penusukan terhadap Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto oleh Syahril Amansyah alias Abu Rara, dan Fitri Andriana di kawasan Pandeglang, Banten. Tentu saja berita ini menggemparkan seluruh negeri karena Wiranto bukanlah orang biasa-biasa. Dia seorang purnawirawan, pejabat publik dan mestinya dikawal dengan ketat oleh penjaga […]

Food For Thought: Mengampuni lebih…

Pengampunan itu perlu dan harus! Pagi hari ini saya mengingat-ngat sebuah artikel yang saya tulis beberapa tahun yang lalu tentang semangat untuk mengampuni. Ada sebuah kutipan yang sangat indah dadri H. Jackson Brown Jr. Beliau dikenal sebagai penulis dari Amerika Serikat, dan pernah berkata: “Jangan pernah anda melupakan tiga sumber daya yang kuat, selalu tersedia […]

Food For Thought: Masih ada harapan

Masih ada harapan… Seorang sahabat barusan mengirim pesan berantai dan mengatakan ‘Masih ada harapan’. Saya sepakat dengan beliau. Hidup ini bermakna kalua kita selalu memiliki harapan, apapun situasi hidup ini. Banyak kali kita mudah putus asa dan merasa bahwa dunia sedang dan akan kiamat untuk kita. Nada-nada pesimisme datang silih berganti serasa tidak ada lagi […]

Homili Hari Minggu Biasa ke-XXVII/C – 2019

Hari Minggu Biasa XXVII/C Hab. 1:2-3; 2:2-4 Mzm. 95:1-2,6-7,8-9 2Tim. 1:6-8,13-14 Luk. 17:5-10 Jangan malu bersaksi Saya pernah diundang oleh sebuah keluarga untuk bersantap bersama di sebuah restoran yang terkenal dan sangat ramai. Hidangan sudah dipesan sesuai menu kesukaan, para pelayan pun sudah menyiapkannya di atas meja. Saya mengajak keluarga ini untuk berdoa sebelum makan, […]

Food For Thought: Di atas langit masih ada langit!

Jangan senang dulu bro! Saya pernah mendengar teguran persaudaraan dari seorang yang selalu ‘dituakan’ kepada seorang saudara muda yang selalu banyak bicara, serasa dia adalah ‘ensiklopedi berjalan’. Teguran persaudaraan itu sederhana, bunyinya: ‘Jangan senang dulu bro!’ Memang kata-kata ini biasa saja seakan tanpa arti tetapi sebenarnya sangat berarti dan dapat mengubah secara total hidup seseorang […]

Homili 5 Oktober 2019

Hari Sabtu, Pekan Biasa ke-XXVI Bar. 4:5-12,27-29 Mzm. 69:33-35,36-37 Luk. 10:17-24 Kuatkanlah hatimu! Pengalaman masa lalu adalah guru kehidupan kita sekarang dan menyongsong masa depan. Adalah Jeremy Iron, seorang aktor kenamaan dari Inggris pernah berkata: “Kita memiliki mesin waktu sendiri-sendiri. Sebagian membawa kita ke masa lalu yang disebut memori. Sebagian lain membawa kita ke masa […]

Food For Thought: Siapakah musuhku?

Siapakah musuhku? Pada hari ini kita mengenang santu Fransiskus dari Asisi. Orang kudus yang sangat berpengaruh dan melakukan revolusi mental di dalam Gereja Katolik pada zamannya ini mengajarkan sebuah persaudaraan yang utuh dalam diri, sesama dan alam sekitar kita. Sebagai saudara berarti tidak ada cela bagi permusuhan. Saya mengingat sebuah perkataannya ini: “Tidak ada yang […]

Homili 4 Oktober 2019

Hari Jumat, Pekan Biasa ke-XXVI Peringatan Wajib St. Fransiskus dr Assisi Bar. 1:15-22 Mzm. 79:1-2,3-5,8-9 Luk. 10:13-16 Tuhan, ajarilah kami bertobat! Pada hari ini kita mengenang dan merayakan St. Fransiskus dari Asisi. Bagi saya, beliau adalah sosok yang melakukan revolusi mental di dalam Gereja Katolik pada masanya. Ketika itu Gereja mulai lupa diri dan menikmati […]

Food For Thought: Utusan

Utusan Saya sangat terkesan dengan perkataan Yesus dalam Injil: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” (Luk 10:2). Gereja merenungkan perkataan Yesus ini sepanjang zaman, di mana tuaian selalu banyak dan pekerjannya terasa tetap sedikit. Tuhan Yesus sudah menyadarinya maka Ia […]

Homili 3 Oktober 2019

Hari Kamis, Pekan Biasa ke-XXVI Neh. 8:1- 4a,5-6,7b-12 Mzm. 19:8,9,10,11 Luk. 10:1-12 Untuk itulah engkau diutus Saya pernah diundang oleh seorang Romo kepala paroki untuk merayakan Ekaristi di sebuah stasi terpencil. Perjalanan ke stasi itu dapat ditempuh selama dua jam dengan mobil. Ketika tiba di stasi itu umat sudah menanti gembalanya dengan penuh kerinduan di […]