Lucerna pedibus meis verbum tuum, et lumen semitis meis

Homili 23 November 2016

Hari Rabu, Pekan Biasa ke-XXXIV Why 15: 1-4 Mzm 98:1-3ab.7-9 Luk 21:12-19 Berusahalah untuk setia selamanya Saya pernah diundang untuk merayakan misa syukur panca windu (40 tahun) hidup membiara seorang biarawati. Perayaan misa syukur berlangsung dengan baik dan meriah. Banyak umat hadir untuk memberi dukungan kepada biarawati itu. Selama 40 tahun membiara, ia dikenal sebagai […]

Food For Thought: Ketakutan adalah peluang bukan rem!

Nilai positif ketakutan Ada seorang pemuda yang membagi pengalamannya pada sore hari ini. Ia sudah dua tahun bekerja di sebuah perusahaan ternama. Selama setahun ini ia menunjukkan prestasi yang gemilang dan membanggakan. Sebab itu ia mendapat promosi dalam pekerjaannya. Baginya promosi merupakan sebuah kesempatan untuk bersyukur dan berusaha untuk menjadi lebih baik lagi dalam bekerja. […]

Food For Thought: Hati-hati dengan penyesatan!

Hati-hati dengan penyesatan! Media sosial telah membuat manusia menjadi animal rationale yang buas melebihi hewan yang sebenarnya! Hate speech, kekerasan verbal, kekerasan fisik menghiasi semua halaman media sosial kepada pribadi tertentu, kelompok, suku, ras dan agama tertentu. Banyak orang lupa diri dan menjadi buas karena mereka tidak menggunakan akal budi. Mereka berbicara lebih dahulu baru […]

Homili 22 November 2016

Hari Selasa, Pekan Biasa ke-XXXIV St. Sesilia, Perawan dan Martir Why 14:14-20 Mzm 96:10-13 Luk 21:5-11 Mawas diri itu perlu dan harus Pada hari ini kita mengenang kembali St. Sesilia, perawan dan martir. Dia adalah putri bangsawan dari suku Coesilia di kota Roma. Sejak kecil Sesilia sudah berikrar kepada Tuhan untuk hidup murni dan tidak […]

Homili 21 November 2016

Hari Senin, Pekan Biasa ke-XXXIV St. Perawan Maria dipersembahkan kepada Allah Why 14:1-3.4b-5 Mzm 24:1-6 Luk 21:1-4 Persembahan yang terbaik adalah dirimu Saya pernah diundang untuk mengikuti perayaan syukuran kaul kekal seorang biarawati. Romo yang memimpin perayaan Ekarsti itu secara umum mengatakan bahwa pengikraran kaul-kaul hidup membiara selama-lamanya (kekal) menunjukkan suatu jawaban pasti atas panggilan […]

Food For Thought: Orang beragama saja belum cukup!

Beragama saja belum cukup! Salah satu fenomena yang berkembang belakangan ini adalah perasaan sensitif dalam hidup beragama. Ada sebuah kata yang menjadi tranding topic di media sosial adalah “penistaan agama”. Sebenarnya belum ada batasan atau definisi yang tepat tentang “penistaan agama”. Reaksi orang pun berbeda-beda. Ada yang sangat rasialis, anarkis, menggunakan kekerasan verbal dan fisik. […]

Homili Hari Raya Yesus Kristus Raja Semesta Alam/C – 2016

Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus, Raja Semesta Alam 2Sam 5:1-3 Mzm 122:1-2.4-5 Kol 1:12-20 Luk 23:35-43 Kerahiman Allah sempurna adanya Ada dua peristiwa rohani yang penting pada hari Minggu ini. Pertama, kita semua memasuki hari Minggu Biasa ke-XXXIV. Ini adalah hari Minggu terakhir dalam liturgi Gereja katolik, tahun C. Gereja katolik mendedikasikannya kepada Tuhan […]

Homili 19 November 2016

Hari Sabtu, Pekan Biasa ke-XXXIII Why 11:4-12 Mzm 144:1.2.9-10 Luk 20:27-40 Aku percaya akan kebangkitan badan dan kehidupan kekal Saya pernah merayakan Misa Requiem bagi seorang ibu di sebuah rumah duka. Keluarga yang sedang berduka membagikan souvenir berupa pembatas buku sederhana, bertuliskan nama ibu yang meninggal dunia dan sebuah kalimat dari Credo yakni: “Aku percaya […]

Food For Thought: Luka pasti sembuh!

Luka itu pasti sembuh Beberapa bulan yang lalu saya mengalami operasi kecil di kedua ibu jari kaki saya karena cantengan. Dokter bedah rumah sakit St. Elizabeth Semarang memandang saya dan mengatakan, “Maaf ya Romo, saya bedah ujung kedua ibu jari kaki dan mengangkat kukunya ya. Lukanya pasti sakit namun akan sembuh juga” Saya mengangguk dan […]

Homili 18 November 2016

Hari Jumat, Pekan Biasa ke-XXXIII Why 10:8-11 Mzm 119:14.24.72.103.111.131 Luk 19:45-48 Setia mewartakan Sabda Ada seorang Romo, pernah menceritakan pengalamannya bermisi di tanah misi: Pada suatu kesempatan ia mengunjungi sebuah stasi terpencil. Ini merupakan jadwal kunjungan bulanannya ke stasi. Meskipun stasi ini boleh dibilang stasi kecil dan terjauh, namun selalu ada sesuatu yang membahagiakannya. Ia […]