Lucerna pedibus meis verbum tuum, et lumen semitis meis

Homili Hari Minggu Biasa ke-XXX/B – 2015

Hari Minggu Biasa ke-XXX/B Yer. 31:7-9 Mzm. 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6 Ibr. 5:1-6 Mrk. 10:46-52 Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui! Ada seorang sahabat mengirim pesan singkat kepadaku pada pagi hari ini, berisi kutipan dari Kitab nabi Yesaya: “Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui, berserulah kepada-Nya selama Ia dekat.” (Yes 55:6). Selanjutnya, ia mengomentari: “Selamat melayani orang-orang yang […]

Food For Thought: Roh Kudus bekerja

Roh Kudus Allah bekerja keras! Ada seorang pemuda, sedang merasa kesulitan karena masih dikuasai oleh dosa “keinginan untuk berbuat cabul”. Ia berusaha untuk meredam nafsunya ini tetapi selalu merasa sulit. Ia berdoa supaya bisa mengatasinya namun selalu gagal. Saya mendengar sharing pengalamannya ini dengan perhatian. Saya mengatakan kepadanya bahwa kebiasaan buruk itu seperti nafsu seksualnya […]

Homili 24 Oktober 2015

Hari Sabtu, Pekan Biasa XXIX Rm. 8:1-11 Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6 Luk. 13:1-9 Selalu ada kesempatan untuk bertobat Ada seorang sahabat yang sedang bergumul untuk mewujudkan pertobatan pribadinya. Mulanya ia berpikir bahwa proses pertobatan dirinya itu akan mudah. Ia berprinsip bahwa dengan mengakui dosa dan salah di hadapan pastor, maka semua dosa dan aneka persoalan hidupnya akan […]

Food For Thought: Munafik

Masih ada banyak orang munafik Saya merenung satu kata istimewa hari ini yakni kata Yunani υποκριθης – “hupokrithês”. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, kata munafik berarti berpura-pura percaya atau setia kepada agama dan sebagainya, tetapi sebenarnya dalam hatinya tidak. Orang yang selalu mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan perbuatannya. Munafik berarti orang bermuka dua. Berdasarkan […]

Homili 23 Oktober 2015

Hari Jumat, Pekan Biasa XXIX Rm. 7:8-25a Mzm. 119:66,68,76,77,93.94 Luk. 12:54-59 Mawas diri itu perlu dan harus! Apa yang kita pikirkan ketika melihat dan mendengar acara “ramalan cuaca” melalui media televisi dan radio? Kita semua pasti mawas diri dengan bersikap siap siaga dan waspada terhadap fenomena alam yang diramalkan itu. Biasanya ada peringatan-peringatan tertentu supaya mereka yang […]

Food For Thought: mengulangi dosa yang sama

Mengapa anda selalu jatuh dalam dosa yang sama? Pada suatu hari saya mendengar dialog dua pemuda di bawah pohon sebelum mereka mengaku dosa. Mereka sedang berbicara tentang manfaat sakramen pengakuan dosa. Ada seorang yang mengatakan kebiaaannya untuk jatuh dalam dosa yang sama. Pemuda yang satunya mengatakan bahwa ia pernah berusaha untuk keluar dari ikatan dosa […]

Homili 22 Oktober 2015

Hari Kamis, Pekan Biasa XXIX Rm. 6:19-23 Mzm. 1:1-2,3,4,6 Luk. 12:49-53 Aku datang untuk melemparkan api ke bumi Ada seorang sahabat sedang berdomisili di Kalimantan. Ia mengirim pesan kepada saya, berita tentang musibah asap di kampung halamannya seperti ini: “Ada api maka ada asap. Ini pepatah lama yang sedang kami alami saat ini. Semua orang […]

Food For Thought: Jadilah hamba yang berbahagia

Semangat seorang hamba Tuhan Yesus Kristus menasihati kita semua supaya memiliki semangat sebagai hamba yang baik dan setia. Tugas seorang hamba adalah melayani tuannya dengan segenap hati. Para hamba berprinsip: “Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan” (Luk. 17:10). Contohnya adalah Bunda Maria. Ia menyebut dirinya hamba Tuhan: […]

Homili 21 Oktober 2015

Hari Rabu, Pekan Biasa ke- XXIX Rm. 6:12-18 Mzm. 124:1-3,4-6,7-8 Luk. 12:39-48 Saya mau bertobat! Saya pernah membimbing rekoleksi keluarga. Panitia rekoleksi meminta saya untuk memberi masukan-masukan tertentu yang bisa membantu mereka berefleksi tentang semangat pertobatan di dalam keluarga masing-masing. Pada sesi terakhir rekoleksi itu, saya meminta para peserta untuk membuat resolusi tertentu dengan menuliskannya […]

Food For Thought: Hargailah pembantumu

Bagaimana memperlakukan pembantumu? Ada seorang ibu yang selalu merasa bangga dengan pembantu rumah tangga yang melayani. Sudah puluhan tahun ia mengabdi sehingga dianggap menjadi bagian dari keluarga. Pembantu itu memulai acara hariannya dengan bangun lebih cepat dan tidur paling terakhir. Ia bangun lebih cepat untuk menyiapkan sarapan, membersihkan rumah, memandikan anak kecil dan tidur paling […]