Food For Thought: Tiga perkataan Yesus…

Tuhan Yesus berkata…

P. John SDBPermenungan saya pada akhir hari ini adalah tentang tiga perkataan Yesus:

Pertama, Tuhan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.” (Luk 9:22). Perkataan Yesus ini akan menjadi sempurna ketika tiba di Yerusalem. Ia akan mengalami penderitaan, penolakan dan pembunuhan yang sadis tetapi pada hari ketiga akan dibangkitkan. Ia mengucapkan dengan terus terang di hadapan para muridNya tetapi sangat disayangkan karena tidak seorangpun di antara mereka yang mengerti. Roh Kudus belum membuka pikiran mereka.

Kedua, Tuhan Yesus berkata: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” (Luk 9:23). Ini adalah syarat untuk menjadi muridNya. Untuk menjadi murid Kristus, kita harus menjadi serupa denganNya dalam segala hal. Kita harus berani menyangkal diri, memikul salib dan mengikutiNya dari dekat. Aspek pengorbanan diri memang sangat penting supaya menjadi serupa denganNya.

Ketiga, Tuhan Yesus berkata: “Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.” (Luk 9:24). Mengikuti Yesus Kristus berarti mengurbankan diri kita untuk keselamatan diri dan sesama. Orang yang menyangkal dirinya adalah orang yang berani mengalah dan menempatkan Tuhan dan sesama menjadi segalanya. Orang memikul salib berarti mengurbankan dirinya supaya orang lain bisa bahagia dan memperoleh keselamatan.

Ketiga perkataan Yesus ini menyadarkan kita semua di awal masa prapaskah untuk mendengar dan melakukan perkataanNya. Tuhan selalu bersabda tetapi jarang kita bersikap seperti Samuel yang berkata: “Bersabdalah ya Tuhan dan hambaMu mendengarkan.” (1Sam 3:10). Masalahnya adalah apakah anda dan saya benar-benar mau mendengar perkataan Tuhan dalam hidup ini?

PJSDB

Leave a Reply

Leave a Reply