Homili 5 Mei 2015

Hari Selasa, Pekan Paskah V
Kis. 14:19-28
Mzm. 145:10-11,12-13ab,21
Yoh. 14:27-31a

Damai Sejahtera Bagimu

Fr. JohnAda seorang sahabat pernah mengatakan bahwa ia sedang mencari sesuatu yang sangat berharga di dalam hidupnya. Semua sahabatnya bertanya kepadanya, apa yang sedang dicarinya. Ada di antara mereka yang berpikir bahwa ia sedang mencari harta karun yang bisa mengubah hidupnya menjadi lebih baik lagi. Ada yang berpikir bahwa ia hendak menikah. Pikiran hati banyak orang itu ternyata keliru. Ia jujur mengatakan sedang mencari ke-damai-an. Ia merasa bahwa damai adalah satu hal yang sangat berharga. Ia membutuhkannya secara pribadi sepanjang hidupnya. Ia selalu berusaha untuk membangun dan membawa damai kepada sesama karena baginya damai itu berasal dari Tuhan. Banyak orang mungkin memiliki cita-cita dan harapan seperti sahabat ini. Damai itu ada, Tuhan yang memberi kepada setiap orang yang membutuhkannya. Kalau damai itu tinggal di dalam hati orang itu maka ia harus membawanya kepada sesama yang membutuhkannya. Damai itu indah. St. Paulus mengatakan bahwa damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal akan memelihara hati dan pikiran kita dalam Yesus Kristus (Flp 4:7).

Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus berjanji untuk memberikan damai-Nya sebagai hadiah terindah dan termulia kepada para murid-Nya. Damai macam apakah yang hendak Tuhan berikan kepada mereka? Ia berkata kepada para murid-Nya: “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” (Yoh 14:27). Damai sejahtera dari Tuhan Yesus itu mengatasi segala-galanya. Damai sejahtera yang senantiasa mencari yang terbaik dan terindah dalam kehidupan manusia. Tak ada satu apa pun yang dapat memisahkan kita dari damai dan sukacita Yesus Kristus. Tak ada derita, tangisan, bahaya dan penderitaan yang bisa mengurangi damai pemberian Tuhan.

Tuhan Yesus sudah menjanjikan Roh Kudus atau Parakleitos. Roh Kudus itu akan tinggal di dalam hati setiap orang dan bertugas untuk mengajar dan mengingatkan kita semua akan segala hal yang sudah dilakukan Tuhan Yesus. Ini berarti Roh Kudus juga mengingatkan dan mengajar damai, ketenangan bathin yang sudah ditinggalkan Yesus kepada kita masing-masing. Nah, di sini butuh kesadaran pribadi untuk membuka diri kepada Roh Kudus yang diberikan Yesus. Ketika kita membuka diri dan membiarkan Roh Kudus tinggal di dalam hati kita maka kita mendapat kekuatan untuk merasakan damai dan membawanya kepada sesama.

Caesarius dari Arles (470-542), Uskup di Gaul dalam pengajarannya tentang damai, mencoba menghubungkan damai dan karakter Kristus. Baginya, orang-orang kristen mengikuti Yesus Kristus dari dekat dan menghayati kebajikan-kebajikan-Nya. Salah satu keutamaan yang indah adalah damai yang membuatnya bertumbuh menjadi pribadi pencinta damai. Uskup ini mengatakan bahwa damai sesungguhnya adalah ketenangan pikiran, ketenangan dalam jiwa, kesederhanaan hati, ikatan kasih, persaudaraan kasih. Damai itu membongkar kebencian, memecahkan konflik yang menimbulkan perang, menghancurkan keseombongan dan iri hati, menyatukan mereka yang bermusuhan. Hal-hal yang disentil uskup Caesarius ini sangat indah, tinggal bagaimana orang memiliki kesadaran untuk membangun kedamaian.

Damai sejahtera adalah kalimat unik yang keluar dari mulut Tuhan Yesus setelah Ia bangkit dengan mulia dan menampakan diri-Nya kepada para murid-Nya. Sebelum memberikan tugas perutusan untuk menginjil ke seluruh dunia, Ia lebih dahulu memberikan damai sejahtera-Nya dan mengurapi mereka dengan Roh Kudus (Yoh 20: 21-22). Dalam Sabda Bahagia, ia berkata: “Berbahagialah orang yang membawa damai karena mereka akan disebut anak-anak Allah” (Mat 5:9). Kita akan sungguh-sungguh menjadi anak Allah kalau kita bersama dengan Kristus, mengalami damai-Nya dan membagikannya kepada sesama.

Tuhan Yesus juga meletakkan dasar yang kuat dari damai yaitu persekutuannya dengan Bapa. Ia meninggalkan para murid-Nya dan kembali kepada Bapa. Ia mengasihi Bapa dan telah melakukan segala sesuatu yang diperintahkan Bapa kepada-Nya. Persekutuan Bapa dan Putra merupakan kekuatan bagi kita untuk membangun persekutuan dengan sesama. Orang-orang yang bersekutu satu sama lain akan merasakan kedamaian sejati dari Tuhan. Kalimat ini senantiasa indah: “Damai sejahtera bagi kamu!” (Yoh 20:21).

Orang yang bersekutu satu sama lain, tidak akan merasa terpisah dari kasih dan damai Tuhan. St. Paulus dan Barnabas mengalaminya sendiri ketika merasul di Listra. Mereka menyembuhkan seorang lumpuh dan banyak orang mengira bahwa kedua rasul ini adalah jelmaan Hermes dan Zeus. Namun mereka mengatakan bahwa kehadiran mereka hanyalah sebagai utusan Tuhan untuk mewartakan Injil. Mereka hanyalah manusia biasa saja. Pada saat itu juga mereka merasakan penderitaan. Paulus misalnya dilempari dengan batu dan diseret ke luar kota karena mereka berpikir bahwa ia sudah mati. Hal yang indah di sini adalah pesekutuan yang penuh kedamaian dari para murid Tuhan. Mereka berdiri mengelilinginya dan serasa memberi kekuatan kepadanya untuk hidup kembali.

Paulus dan barnabas melanjutkan perjalanan misionernya ke Derbe. Dari Derbe mereka kembali ke Listra, Ikonium dan Antiokhia. Tugas mereka adalah membawa damai dan sukacita dari Tuhan. Mereka menguatkan hati banyak orang yang mereka jumpai dan layani, menasihati mereka utuk tetap tekun dalam iman dan bertahan dalam derita kalau mau masuk ke dalam Kerajaan Surga. Para penatua juga di pilih untuk membantu jemaat. Mereka juga melawati tempat lain seperti Perga dan Atalia sambil mewartakan Injil. Ketika tiba di Antiokhia, mereka sangat bersukacita. Satu kata yang indah adalah gereja berkembang dan umat menjadi satu. Ada damai sejahtera dari Tuhan.

Bacaan Kitab Suci hari ini menguatkan kita untuk merasakan damai dari Tuhan. Damai itu kita hayati dalam kebersamaan. Dunia penuh kedamaian kalau semua orang membagi damai yang Tuhan titip ke dalam hati setiap orang. Dunia kacau balau karena banyak orang belum mampu berbagi damai dengan sesamanya. Mengapa anda masih pelit dalam membagi damai Tuhan?

PJSDB

Leave a Reply

Leave a Reply