Homili Hari Minggu Prapaskah II/B – 2024

25 Februari 2024 – HARI MINGGU PRAPASKAH II
Kej. 22:1-2,9a,10-13,15-18
Mzm. 116:10,15,16-17,18-19
Rm. 8:31b-34
Mrk. 9:2-10

Melihat Yesus Seorang Diri Saja!

Kita berada di Pekan II masa Prapaskah. Pekan ini bisa disebut pekan Transfigurasi karena permenungan kita berfokus pada Tuhan Yesus yang bertransfigurasi atau yang berubah rupa di atas gunung yang tinggi. Peristiwa transfigurasi ini membantu permenungan kita di masa retret agung ini pada pribadi Yesus yang sebelumnya sudah mengatakan kepada para murid-Nya bahwa Ia akan pergi ke Yerusalem, menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah hari ketiga. (Mrk 8:31). Kali ini Ia sekali lagi berbicara tentang “bangkit dari antara orang mati”.

Penginjil Markus mengisahkan bahwa Yesus membawa tiga murid intinya yakni Petrus, Yakobus dan Yohanes untuk naik ke atas sebuah gunung yang tinggi. Ketiga murid ini merasakan kebersamaan yang begitu intim dengan Yesus. Mereka mulai merasakan kebangkitan Yesus Kristus, meskipun belum memahaminya dengan sempurna. Untuk memperteguh iman para muridNya, tampil juga dua tokoh lain yang ikut bersaksi yakni Elia dan Musa. Nabi Elia mewakili para nabi yang sudah bernubuat tentang Mesias. Musa mewakili Torah yang pada intinya juga berbicara tentang Mesias. Dia yang akan mengurbankan diriNya untuk keselamatan manusia. Peristiwa Tuhan Yesus menampakkan kemuliaan-Nya membuat ketiga murid ini lebih fokus lagi pada Yesus dan mereka ‘hanya melihat Yesus seorang diri saja’. Mereka juga mendengar suara dari dalam awan, suara Bapa yang berkata: “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.” (Mrk 9: 7).

Apa yang harus kita lakukan? Kita perlu memiliki iman seperti Abraham. Dia selalu siap memberi segalanya kepada Tuhan termasuk ketika dicobai Tuhan untuk mempersembahkan Ishak anaknya yang tunggal (Kej 22:1). Orang beriman tidak akan takut terhadap suatu apapun karena Tuhan menyertai mereka. Sebagai ganti Ishak, Tuhan menyiapkan seekor domba muda sebagai kurban persembahan. Tuhan juga memberikan berkat yang berlimpah kepada Abraham. Keturunannya akan berlimpah dan kesejahteraan akan menjadi milik mereka. Kita juga tidak perlu takut karena Tuhan selalu berada di pihak kita (Rom 8:31). Pada Hari Minggu Prapaskah II ini marilah kita berusaha untuk semakin mencintai dan mendengar Tuhan Yesus. Dia adalah Anak yang dikasihi Bapa dan Dia menghendaki supaya kita mendengar Dia.

Doa: Tuhan Yesus, Engkau menampakkan kemuliaan-Mu di Gunung yang tinggi. Ubahlah hidup kami juga untuk semakin serupa dengan-Mu, semakin mengasihi dan mendengarkan Engkau. Amen.

P. John Laba, SDB