Catatan-catatan tentang Bacaan Liturgi hari ini – Oase Rohani Katolik 09-04-2024

Hari Selasa Pekan II Paskah
Kis 4:32-37
Mzm 93:1ab,1c-2,5
Yoh 3:7-15

Tema: Sehati dan Sejiwa

Bacaan Pertama: Kis 4:32-37
• Dampak Kebangkitan Kristus dan Pentakosta memang luar biasa. Para murid Yesus berani lintas batas dalam mewartakan Sabda Tuhan dan membentuk persekutuan sebagai jemaat dalam keberagaman. Tidak ada kata ‘takut’ bagi para murid Yesus.
• Jemaat gereja perdana masih sangat bersahaja. Semangat yang mereka miliki sebagai orang beriman adalah ‘sehati dan sejiwa’. Mereka saling mengasihi dengan sungguh, tidak ada perselisihan atau pun perpecahan di antara mereka. Tak ada klaim kepemilikan di antara mereka. Semuanya adalah milik bersama
• Semangat untuk bekerja. Dikatakan: “Dan dengan kuasa yang besar, rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Kristus.” Mereka memiliki tenaga, semangat dan keberanian!
• Semangat saling berbagi di antara jemaat. Tidak ada yang berkekurangan di antara mereka.
• Prinsip solidaritas dan subsidiaritas sungguh nyata dalam jiwa gereja perdana.

Apa yang penting bagi kita?
• Gereja memiliki panca tugas: koinonia (persekutuan), diakonia (pelayanan), kerygma (pewartaan), liturgy (perayaan iman), dan martiria (kesaksian).
• Jemaat Gereja perdana memberi contoh yang luar biasa dalam hal berkoinonia, berdiakonia, berkerygma, merayakan liturgi dan bersaksi.
• Semangat koinonia: kepemilikan bersama, tak ada klaim kepemilikan atau siapa yang paling berjasa dalam hidup bersama. Setiap orang terpanggil, memiliki andil untuk mewujudkan kebersamaan. Semangat diakonia dan martyria di kalangan jemaat perdana juga sangat terasa.
• Gereja masa kini dipanggil untuk bersolidaritas dan bersubsidiaritas. Prinsip solidaritas menunjukkan sifat sosial setiap pribadi manusia, kesetaraan semua orang dalam martabat dan hak-haknya, serta jalan bersama individu-individu dan bangsa-bangsa menuju kesatuan. Prinsip subsidiaritas berkaitan tugas dari tingkat yang lebih tinggi untuk membantu tingkat yang lebih rendah bila diperlukan. Prinsip ini menyatakan bahwa komunitas pada tingkat yang lebih tinggi tidak boleh mengambil alih tugas dan kewenangan komunitas pada tingkat yang lebih rendah. Prinsip subsidiaritas mengakui bahwa setiap orang bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.

Bacaan Injil: Yoh 3:7-15
• Percakapan Kristus dengan Nikodemus, seorang Farisi, mengenai rahasia-rahasia agung Injil yang di dalamnya ia mengajar Nikodemus secara pribadi. Nama Nikodemus berarti: ‘kemenangan rakyat’. Dia adalah seorang Farisi yang terdidik pada zamannya, seorang pemimpin agama Yahudi, anggota majelis, anggota dewan penasihat yang berpengaruh di Yerusalem saat itu.
• Ia datang pada malam hari. Kegelapan dan terang bertemu.
• Tuhan Yesus mengajarnya secara pribadi: “Kamu harus dilahirkan kembali” Ada usaha pembaharuan jiwa sebagai bentuk kelahiran kembali!
• Dialog antara Nikodemus dan Yesus tentang dilahirkan kembali. Nikodemus memahami konsep dilahirkan kembali dalam arti mansiawi yakni lahir dalam daging yang penuh dengan kelemahan. Yesus mengingatkan tentang kelahiran baru dalam Roh. Nikodemus tidak mengerti maka Yesus berkata kepadanya: “Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu?
• Yesus menunjukkan diri-Nya sebagai Maestro yang benar dengan berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami.”
• Tuhan Yesus menunjukkan jati diri-Nya sebagai satu-satunya Penebus kita. In Cruce Salus, pada salib ada keselamatan

Pokok Pikiran penting:
• Sosok Nikodemus mencari hikmat dan menemukan sumber hikmat sejati. Ia datang pada malam hari dan berjumpa dengan terang.
• Percaya dan tinggal bersama Tuhan berarti kita siap untuk lahir kembali. Kita siap untuk bertransformasi diri sehingga layak di hadirat Tuhan.
• Yesus adalah satu-satunya keselamatan kita.

Benang merah kedua bacaan hari ini:
• Yesus mempersatukan semua orang dari berbagai suku, bangsa dan Bahasa. Yohanes 11:52: “Dan kematian Yesus bukan untuk orang Yahudi saja. Tujuan pengurbanan-Nya adalah untuk mengumpulkan dan mempersatukan semua orang dari segala bangsa yang akan menjadi anak-anak Allah.”
• Sifat Gereja kita adalah satu, kudus, katolik dan apostolik. Gereja sepanjang zaman tetap satu karena Yesus yang mepersatukan-Nya.
• Panca tugas Gereja: Koinonia (persekutuan), diakonia (pelayanan), kerygma (pewartaan), liturgy (perayaan iman), dan martiria (kesaksian).
• Transformasi radikal: lahir baru dalam Kristus. Semakin serupa dengan Yesus dalam segala hal.

 

PJ-SDB

***