Food For Thought: Mendidik seperti Yesus

Mendidik seperti Yesus Pada hari ini bersama seluruh Gereja, kita merayakan Pesta St. Bartolomeus, Rasul. Nama Bartolomeus (bahasa Yunani: Βαρθολομαίος) berasal dari bahasa Aram bar-Tôlmay (תולמי-בר), berarti putra Tolmay. Di dalam Injil Yohanes, Bartolomeus dikenal dengan sapaan Natanael (diberi oleh Allah). Ia berasal dari kota Kana di provinsi Galilea, Israel Utara. Apa yang menarik perhatian […]

Food For Thought: Menjadi Pribadi yang terbaik

Menjadi pribadi yang terbaik Selama dua tahun berturut-turut, sidang paripurna MPR di Republik ini dinodai oleh doa-doa yang dicampur dengan bumbu-bumbu politik tertentu. Pada tanggal 16 Agustus 2016 yang lalu, anggota Komisi III DPR dari Partai Gerindra, Muhammad Syafi’i membawakan doa, dan dalam doanya ia berkata kepada Tuhan: “Jauhkan Ya Allah dari pemimpin hianat pemberi […]

Food For Thought: Hari baik atau Hari buruk

Hari baik atau hari buruk! Saya mengakhiri hari ini dengan sebuah permenungan tentang “hari baik atau hari buruk”. Komunitas kami yakni komunitas Centro Formasaun Don Bosco Comoro, Dili ,Timor Leste pada tahun ini mendapat bantuan seorang tenaga sukarelawan dari negara Korea. Kami selalu menyapanya Mr. Lee. Beliau merupakan pensiunan Top Manager untuk beberapa perusahan asing […]

Food For Thought: Lembaran kehidupan

Lembaran lama dan baru Pada sore hari ini kami memulai beberapa pertandingan olahraga, khusus bagi anak-anak asrama di komunitas kami. Mereka semua membentuk empat kelompok yang disebut sodality group. Usai semua pertandingan, salah seorang siswa mendekatiku dan bertanya: “Apakah Padre merasa terhibur dan bahagia menyaksikan pertandingan pembuka hari ini?” Saya menjawabnya: “Saya sangat merasa terhibur […]

Food For Thought: Komunikasi yang mandek

Komunikasinya mandek! Saya pernah mengunjungi sebuah keluarga. Sudah lama mereka merindukan kunjungan keluarga yang routine dilakukan oleh pastor paroki. Keluarga ini juga tergolong setia dalam hidup menggereja. Dalam arti mereka selalu setia melakukan pelayanan-pelayanan bersama dalam hidup menggereja. Kehadiran saya untuk pertama kali ini di dalam keluarga ini menjadi kesempatan untuk mengenal lebih jauh aktivis […]

Food For Thought: Mawas diri dalam berkomunikasi

Mawas diri dalam berkomunikasi Pada hari Minggu Paskah ketujuh ini kita merayakan Hari Minggu Komunikasi sedunia. Paus Fransiskus menulis sebuah pesan yang sangat menarik untuk direnungkan oleh seluruh Gereja. Tema yang diberikan oleh Bapa Suci adalah: “Mengkomunikasikan harapan dan kepercayaan pada masa kini”. Saya tertarik dengan bagian awal pesan Bapa Suci ini karena beliau memberikan […]

Food For Thought: Keindahan Sebuah Kasih…

Keindahan sebuah kasih Kita mengakhiri hari ini dengan sebuah permenungan tentang keindahan sebuah kasih. Saya mengingat seorang anak kecil yang mengalami cacat tertentu pada tubuhnya. Ia selalu datang bersama kedua orang tuanya ke Gereja untuk beribadat. Selesai misa mereka selalu menemui saya di sakristi untuk memberi berkat kepada anak itu. Pada suatu kesempatan, saya ngobrol […]

Food For Thought: Kita tenggelam karena…

Kita tenggelam karena… Ujaran kebencian sudah sedang menguasai berbagai media sosial di tanah air. Kita mengalami sendiri bahwa media komunikasi sosial masa kini tidak segan-segan menelanjangi manusia sebagai pribadi. Media sosial mampu menyusup ke dalam zona pribadi setiap orang. Maka dalam waktu singkat nama dan kehidupan pribadi hancur. Orang dengan sendirinya kehilangan kepercayaan terhadap diri kita. […]

Food For Thought: Kasih itu segalanya…

Kasih adalah segalanya Seorang sahabat menempel foto anaknya di dinding akun facebooknya dan menulis komentar kecil: “Engkaulah buah kasihku yang paling indah dan berharga, mmmuahhh”. Reaksi dari para sahabatnya adalah memberi jempol dan memberi lambang hati. Dua kata yang mengekspresikan diri sesama adalah menyenangi dan mengasihi. Ada yang memuji orang tuanya dengan mengatakan bahwa dari […]

Food For Thought: Pembenci itu…

Terima kasih para pembenciku! Ada seorang pemuda pernah membagi pengalamannya di tempat kerja. Ia merasa bersyukur sebab ia boleh memulai kariernya langsung setelah menyandang sebutan “fresh graduated”. Ia sendiri memiliki banyak bakat, skill dan berkepribadian yang baik. Itulah sebabnya ia mudah beradaptasi dan dalam waktu singkat ia menjadi leader bagi teman-temannya yang lain di tempat […]