Homili 1 Mei 2014

Hari Kamis, Pekan Paskah II

Kis 5:27-33

Mzm 34:2.9.17-18.19-20

Yoh 3:31-36

Kami adalah saksi-saksiNya!

Fr. JohnPeran para Rasul Yesus sangat penting dalam perkembangan Gereja Katolik. Setelah Hari Raya Pentekosta, para Rasul memiliki keberanian tersendiri untuk mewartakan kebangkitan Kristus dalam perkataan dan perbuatan. Dalam hal perkataan, Petrus dan Yohanes berani untuk mewartakan dengan suara lantang bahwa Tuhan Yesus sungguh bangkit, Mereka sudah makan bersama Dia dan bahwa sebagai Rasul, mereka adalah para saksiNya. Merekalah yang melihat dan mengalami semua peristiwa mulai dari peristiwa Makam kosong sampai ke perjumpaan secara pribadi dalam sapaan, berjalan bersama dan makan bersama. Dalam kebersamaan dengan Yesus yang sudah bangkit dengan mulia, para Rasul juga merasakan suasana hati yang berkobar-kobar, penuh dengan sukacita yang tiada bandingnya.

Dalam hal perbuatan, Yesus memberi kekuatan kepada para RasulNya untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan Tuhan. Banyak orang sakit disembuhkan dalam nama Yesus orang Nazaret. Boleh dikatakan bahwa semua kesaksian tentang Yesus dari Nazareth ini menjadi nyata dalam komunitas Gereja perdana. Jemaat Gereja Perdana mengalami Kebangkitan Kristus melalui pewartaan para Rasul dan semangat untuk bersekutu sebagaimana diharapkan oleh Tuhan Yesus Kristus. Jemaat Gereja perdana memiliki semangat sehati dan sejiwa. Dengan demikian banyak orang menyenangi semangat Gereja Perdana dan mau bergabung di dalamnya. Jumlah mereka bertambah dari saat ke saat.

Situasi yang digambarkan ini memang menarik perhatian para imam kepala, kaum Saduki dan kebanyak orang Yahudi lainnya. Mereka iri hati kepada para Rasul dan komunitas Gereja perdana karena segala hal yang menakjubkan telah terjadi. Para Rasul dan Jemaat Gereja perdana semakin berani untuk mewartakan kebangkitan Yesus Kristus sedangkan para pemimpin Yahudi kehilangan pamor dalam masayarakat sosial saat itu. Apa yang harus mereka lakukan? Mereka menganiaya para Rasul dan nantinya seluruh jemaat Kristiani menjadi sasaran kebencian. Petrus dan Yohanes sebanyak tiga kali keluar dan masuk penjara kerena mereka sangat mencintai Yesus. Mereka mau mempertahankan iman, juga tanda bahwa mereka taat kepada Tuhan bukan kepada manusia.

Pada hari ini kita mendengar kisah heroik Petrus dan Yohanes di hadapan Mahkamah Agama Yahudi. Mereka dilarang untuk tidak boleh menyebut dan mengajar dalam nama Yesus Kristus. Imam besar berkata: “Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam Nama itu. Namun ternyata, kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami.” (Kis 5:28). Perkataan imam besar itu didasari oleh larangan-larangan yang sudah pernah diberlakukan bagi Petrus dan Yohanes. Banyak orang juga yakin bahwa para imam kepala juga membenci Yesus dari Nazareth sehingga mereka membunuhNya.

Reaksi dari para murid Yesus diungkapkan oleh Petrus: “Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia. Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh. Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa. Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia.” (Kis 5:29-32). Ini adalah pengakuan iman para rasul, penuh keberanian. Semuanya ini merupakan tanda kasih kepada Yesus Kristus. Kita harus taat kepada Allah karena Dialah yang memiliki kehendak untuk menyelamatkan manusia dalam diri Yesus Kristus. Dialah yang sudah disalibkan dan kita menjawabi kasih Tuhan ini dengan membangun semangat pertobatan. Kesaksian para Rasul ini menimbulkan amarah para imam besar karena hati mereka tertusuk oleh perkataan-perkataan ini.

Apa yang harus kita lakukan supaya tetap menjadi orang yang taat kepada Allah dan mampu mewartakan kebangkitan Kristus? Penginjil Yohanes memberi jalan kepada kita sesuai dengan perkataan Yesus sendiri. Kita diharapkan untuk menerima Yesus di dalam hidup kita. Ia berasal dari atas bukan dari bumi. Dialah yang bersatu dengan Bapa, dan sebagai utusan Ia bersaksi tentang Bapa dan kesaksianNya benar, hanya manusialah yang tidak menerima dan tidak percaya kepadaNya. Yesus mewartakan Sabda Allah karena Dia adalah Sabda atau Logos itu sendiri. Dialah juga yang mengaruniakan Roh Kudus kepada setiap pribadi. Kita diharapkan untuk percaya kepadaNya supaya memperoleh hidup yang kekal. Apakah anda percaya kepada Yesus?

Doa: Tuhan, bantulah kami untuk berani bersaksi tentang diriMu kepada sesama kami bahwa Engkau adalah Allah yang benar yang senantiasa mengasihi kami semua. Amen

PJSDB

Leave a Reply

Leave a Reply