Homili 28 Mei 2014

Hari Rabu, Pekan Paskah VI
Kis. 17:15,22 – 18:1
Mzm. 148:1-2,11-12ab,12c-14a,14bcd
Yoh. 16:12-15

Ia Memimpin Kamu Kepada Kebenaran

Fr. JohnAda seorang kepala suku yang dalam keadaan sekarat. Ia memanggil anak-anaknya untuk memberi pesan-pesan terakhir. Ketika mereka semua sedang berkumpul dengan suara yang samar-samar dari tempat tidurnya ia mengatakan kepada anak-anaknya bahwa ia sangat mengasihi mereka. Anak-anak mengangguk dan menjawabnya bahwa mereka juga merasakan kasih dari sang ayah. Ia mengatakan harapannya supaya setelah ia meninggal dunia, mereka dapat hidup aman, tidak iri hati dan merebut semua harta kekayaan yang dimiliki suku itu. Anak-anaknya saling memandang dan mengatakan bahwa demi Tuhan Allah yang hidup mereka bisa melakukan kehendak ayahnya. Ayahnya meninggal dunia dan yang menyisahkan dua pesan yang ajaib yaitu kasih dan tidak egois. Suku itu berkembang dalam kasih dan semua anggota suku tidak egois karena merasakan penyertaan yang terus menerus dari sang kepala suku. Rohnya tetap hadir dan menyertai mereka.

Keadaan yang sama juga dialami oleh para murid Yesus. Ia memberi wejangan-wejangan terakhir pada malam perjamuan terakhir. Intinya adalah penyertaan Yesus selama-lamanya bagi para muridNya. Perikop Injil pada hari ini mengisahkan bahwa Yesus melanjutkan pesan-pesan akhir kepada para muridNya dengan tetap memfokuskan perhatian mereka kepada pribadi Parakletos atau Roh Kebenaran.Yesus mengatakan bahwa banyak hal yang dikatakanNya akan mereka lupakan tetapi kehadiran Parakletos amat penting.

Apa yang akan dilakukan Parakletos atau Parakletos?

Pertama, Roh Kebenaran akan memimpin para murid ke dalam seluruh kebenaran. Yesus tahu bahwa para muridNya akan lupa atau kurang memahami pengajaranNya maka butuh Roh Kebenaran yang akan membuka pikiran mereka untuk menerangkan segala sesuatu yang sudah didengarNya dari Yesus. Roh Kebenaran juga akan menerangkan hal-hal yang akan datang kepada para murid.

Kedua, Roh Kebenaran akan memuliakan Yesus karena Ia hanya meneruskan apa yang diterimaNya dari Yesus sendiri. Roh Kebenaran tidak mengajarkan hal-hal baru karena sang Logos atau Sabda sudah mengatakan segala sesuatu yang diterimaNya dari Bapa. Tentang hal ini Yesus berkata: ‚ÄúSegala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.” (Yoh 16:15). Ini sebenarnya mengisyarakan persekutuan yang akrab antara tiga Pribadi Ilahi yaitu Bapa, Putera dan Roh Kudus.

Roh Kudus memimpin Paulus dalam perjalanan Misioner dan pewartaannya di Athena, meskipun pewartaannya itu tidak diterima sepenuhnya oleh orang-orang Athena. Ia tetap bersemangat untuk melakukan tugas misionernya. Banyak kali orang mudah putus asa ketika mengalami kegagalan. Mereka memilih untuk mundur dalam pelayanan. Kalau orang percaya kepada Roh Kudus maka mereka akan tetap bersemangat dalam melayani, apapun situasinya.

Doa: Tuhan Bapa di dalam Surga, Utuslah Roh KudusMu supaya membaharui hidup kami. Amen

PJSDB

Leave a Reply

Leave a Reply