Food For Thought: Bermegah dalam Salib Kristus

Kupandang wajah-Mu dan berseru!

P. John SDBAda seorang sahabat mengirim lirik lagu ini kepadaku. Banyak di antara kita pasti mengetahui dan menyukainya: “Kupandang wajahMu dan berseru. Pertolonganku datang dariMu. Peganglah tanganku, jangan lepaskan. Kaulah harapan dalam hidupku.” Kata-katanya sederhana dan mendalam. Saya yakin bahwa kita semua mau memandang wajah Tuhan Yesus tersalib dan berseru seraya memohon pertolongan-Nya yang selalu datang tepat pada waktunya. Kita memandang wajah Kristus tersalib dan menatakan penyesalan atas dosa-dosa kita supaya layak tinggal bersama-Nya.

Pada Pesta Pemuliaan Salib Suci ini, saya mengutip dua tokoh yang berbicara tentang SalibMaria_Yesus untuk membantu refleksi kita. Pertama, Paus Fransiskus. Ia berkata: “Tidak ada salib, besar atau kecil, dalam hidup kita yang Tuhan kita tidak turut menanggungnya.” Benar, Tuhan Yesus sudah mengosongkan diri-Nya dan melakukan segalanya bagi kita dengan sempurna. Kedua, Fulton J. Sheen. Ia pernah berkata, “Letakkan pandanganmu pada salib, karena Yesus tanpa Salib adalah seseorang tanpa misi, dan Salib tanpa Yesus adalah sebuah beban tanpa pelega.” Yesus dan salib adalah satu kesatuan. Salib adalah takhta-Nya sebagai Anak Allah. Di kesempatan lain ia berkata: “Menghindari salib adalah esensi iblis. Pikirkan lunaknya Gereja hari ini: keinginan untuk mengakomodasi dirinya kepada dunia, menyusut dari penderitaan, dan penyangkalan diri. Kita memiliki, di dunia Kekristenan hari ini, kata kotor yang baru dengan lima huruf: s-a-l-i-b. Kristus tanpa salib? Tentu saja semua orang menginginkannya.” Ini adalah pola hidup gampang para kristus kecil masa kini.

Saudari dan saudaraku, “Kita harus bermegah dalam salib Tuhan kita, Yesus Kristus, pokok keselamatan, kehidupan dan kebangkitan kita, sumber penebusan dan pembebasan kita.” (Gal 6:14). Terima kasih Tuhan Yesus, sebab dengan salib suci-Mu, Engkau telah menebus dunia.

PJSDB

Leave a Reply

Leave a Reply