Food For Thought: Kami telah berbuat dosa dan salah

Kami telah berbuat dosa dan salah

Permenungan kita pada akhir hari ini saya beri judul “Kami telah berbuat dosa dan salah”. Saya terinspirasi oleh doa tobat yang disampaikan nabi Daniel kepada Tuhan Allah (Dan 9:4b-10). Mula-mula Daniel terkagum-kagum dengan kehebatan Tuhan. Ia mengakui penuh kekaguman bahwa Tuhan sebagai Allah yang mahabesar dan dahsyat. Tuhan memegang perjanjian dan kasih setia kepada manusia, terutama mereka yang mengasihi Tuhan dan berpegang pada perintah Tuhan. Setelah mengagumi kuasa-Nya maka Daniel berani berkata: “Tuhan, kami telah berbuat dosa dan salah” (Dan 9:5). Daniel lalu membuat sederetan dosa-dosa yang dilakukan manusia dari dulu hingga sekarang. Misalnya, berlaku fasik, memberontak, menyimpang dari perintah dan peraturan Tuhan. Pada waktu itu mereka tidak mentaati para hamba Tuhan, para nabi sebagai utusan Allah.

Masa prapaskah menjadi indah karena kita siap untuk membaharui diri kita melalui sakramen tobat. Apakah sakramen tobat saat ini masih berguna? Hanya ada satu jawaban pasti bahwa sakramen tobat masih perlu dan harus. Tuhan Yesus yang membentuk sakramen ini Ia berkata: “Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu mengatakan bahwa dosa orang tetap ada, dosanya tetap” (Yoh 20:22-23).

Nah sekarang kita perlu membuka mata hati kita sambil bertanya: Apakah sakramen tobat masih berguna bagi kita semua. Banyak orang tidak mendekati sakramen tobat lagi dengan seribu satu alasan. Mereka rajin ke gereja namun tidak mengaku dosa karena merasa tidak pernah berbuat dosa. Suara hati mereka makin tumpul. Sakramen tobat membuka wawasan kita untuk mawas diri, siap mengabdi Tuhan dengan sukacita.

Proses perubahan yang dialami setia pribadi merupakan jalan kepada kekudusan. Tuhan hendak memberikan kemurahan hati-Nya kepada manusia. Manusia diharapkan untuk bertobat dan kembali kepda Tuhan. Dialah Allah kita dan kita tetap umat kesayangnanya. Proses pertobatan ini berasal dari dalam diri kita. Apakah anda sudah berjalan dalam jalan pertobatan selama masa prapaskah ini? Tuhan murah hati juga kepada kita semua. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!

PJSDB

Leave a Reply

Leave a Reply