Food For Thought: Waktu berkualitas

Waktu Berkualitas itu penting!

Saya merasa bahagia karena ada pasutri yang mengakui bahwa waktu berkualitas atau quality time itu sangat penting di dalam keluarganya. Mereka merasa bahwa sesibuk apapun mereka dalam menjalankan tugas dan pekerjaan, mereka selalu mencari waktu berdua atau bersama anak-anak untuk beberapa saat dan benar-benar menjadi saat emas.

Apa yang mereka alami ketika mereka memiliki waktu berkualitas?

Ternyata ketika mereka memiliki waktu berkualitas atau quality time maka tingkat kekompakan di dalam keluarga semakin meningkat. Kekompakan sebagai pasangan hidup dan kekompakan sebagai orang tua dengan anak-anak. Selain kekompakan, ada soliditas dalam keluarga. Sehingga pasutri ini merasa bahwa keluarganya benar-benar istana yang kuat. Ada saat-saat waktu berkualitas yang rasanya sangat indah karena baik orang tua maupun anak-anak mengalami sebuah keharmonisan yang indah. Waktu berkualitas juga membuat semangat kekeluargaan meningkat. Pasangan menjadi semakin saling percaya, demikian juga anak-anak merasakan kepercayaan bahwa mereka sungguh dicintai orang tua. Ini beberapa pengalaman pasangan ini ketika mereka memiliki waktu berkualitas di dalam keluarga.

Saya merasa yakin bahwa setiap keluarga memang membutuhkan waktu berkualitas. Biar hanya sebentar saja mereka berkumpul bersama tetapi memiliki pengaruh yang besar bagi seluruh keluarga. Anak-anak merasa memiliki orang tua demikian juga orang tua merasa memiliki anak-anak. Keluarga tanpa ada waktu berkualitas, bukanlah sebuah keluarga yang benar. Anak kos dan asrama saja memiliki waktu berkualitas, apalagi sebuah keluarga yang lengkap. Waktu berkualitas menjadi saat-saat anak-anak mengalami edukasi yang sangat bermakna. Mungkin ini menjadi saat terbaik di mana anak-anak menerima nasihat-nasihat atau menerima teguran yang bisa mengubah hidup mereka selanjutnya.

Saya tertarik dengan komunitas Yesus. Setelah para murid berkeliling untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan Yesus dan aneka kesibukan lain maka Yesus mengajak mereka: “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!” Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat.” (Mrk 6:31). Tuhan saja mau memiliki waktu berkulitas dengan para murid-Nya. Mereka memang sibuk melayani, makan pun mereka tidak sempat. Di tempat sunyi itu mungkin mereka akan semakin mengenal diri dan mengenal Yesus. Meskipun pada akhirnya mereka tetap melayani dan Yesus juga tetap mengajar banyak orang karena rasa belas kasih-Nya yang mendalam.

Banyak kali kita keliru dalam hidup bersama. Kita berpikir bahwa dengan segala kesibukan itu sudah cukup bagi kita untuk berbuat baik di dalam keluarga. Ya, bagi saya belum cukup. Semua di dalam satu keluarga adalah manusia yang saling membutuhkan. Semua membutuhkan yang namanya peneguhan dan penguatan. Semua masih memiliki hati nurani untuk saling menyayangi, menyapa dan menghibur.

Marilah kita memanfaatkan waktu-waktu berkualitas untuk bertumbuh bersama. Tuhan Yesus saja memiliki waktu berkualitas bersama para murid-Nya. Tuhan Yesus juga memiliki waktu berkualitas dengan Bapa disurga, bahkan semalam-malaman Ia bersama Bapa, saling berkomunikasi satu sama lain. Milikilah waktu berkualitas di dalam keluarga dan di dalam lingkungan pekerjaanmu. Anda akan bertumbuh menjadi sungguh-sungguh manusia.

PJ-SDB