Euacharistic Person

Eucharistic Person

Ada dua kutipan orang kudus yang inspiratif bagiku hari Minggu ini:

Pertama, St. Yohanes Paulus II: “Mulai saat ini, hiduplah sepenuhnya dalam Ekaristi, jadilah pribadi yang menjadikan Misa Kudus, Komuni, dan adorasi Ekaristi sebagai pusat dan puncak seluruh hidup mereka.”

Kedua, Santa Thérèse dari Lisieux: “Bukan untuk berdiam di dalam ciborium emas Ia turun setiap hari dari Surga, melainkan untuk menemukan Surga lain, Surga jiwa kita yang di dalamnya Ia merasa senang.”

Kedua kutipan orang kudus ini mengingatkan kita untuk bertumbuh sebagai pribadi manusia yang ekaristis.

Seorang Pribadi yang Ekaristis adalah sosok pribadi yang kehidupan, pikiran, dan tindakannya sehari-hari dibentuk oleh rasa syukur yang mendalam, kasih tanpa pamrih, dan ikatan yang erat dengan Yesus Kristus. Konsep manusia ekaristis ini berarti menghayati makna Ekaristi (yang berarti “ucapan syukur”) jauh melampaui tembok gereja.

Pertanyaan bagi kita, apa inti dari kita sebagai manusia Ekaristis

Pertama, Kita hidup dengan Rasa Syukur. Kita perlu dan harus melihat setiap bagian kehidupan sebagai anugerah dari Tuhan dan senantiasa mengucapkan terima kasih. Kita bersyukur atas kehidupan.

Kedua, Kita Melayani Sesama. Kita memberikan waktu dan energi sendiri untuk membantu orang yang membutuhkan, seperti halnya Yesus memecahkan roti dan memberikan nyawa-Nya di kayu salib.

Ketiga, Kita Mencari Waktu Tenang. Meluangkan waktu untuk berdoa dan merasa dekat dengan Tuhan melalui refleksi spiritual atau adorasi secara teratur.

Keempat, Kita Hadir dan aktif Sepenuhnya. Kita berusaha mendengarkan orang lain dengan saksama dan membawa kedamaian serta kebaikan kepada setiap orang yang mereka temui.

Anda dan saya pada hari Minggu ini menjadi manusia Ekaristis. Salam dan berkat Tuhan dan jangan lupa bagikan sebagai berkat.

P. John Laba, SDB