Pengalaman Rohani Santa Faustina bersama Bunda Maria
Ada sebuah pertanyaan sederhana: Apakah St. Faustina pernah mendapatkan penglihatan tentang Bunda Maria?
St. Faustina mencatat dalam Buku Hariannya bahwa Bunda Maria pernah menampakkan diri kepadanya berkali-kali. Bunda Maria sungguh merupakan sosok seorang ibu bagi St. Faustina. Penampakan-penampakan tersebut bertujuan untuk membimbing dan menenangkan St. Faustina di tengah kebingungan dan keraguannya. Seringkali Bunda Maria menegaskan kembali sesuatu yang telah diminta Yesus darinya.
Ketika Faustina pertama kali tiba di Warsawa untuk menjalani panggilannya sebagaimana yang telah diperintahkan Yesus kepadanya, ia hanyalah seorang gadis sederhana berusia 19 tahun dari pedesaan. Faustina seperti sedang tersesat di kota besar itu. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Ia berdoa kepada Bunda Maria yang sangat ia cintai dan hormati. Bunda Maria lalu berbicara langsung ke hatinya. St. Faustina menulis dalam buku hariannya, “Segera aku mendengar kata-kata ini di dalam diriku bahwa dia yang menyuruhku meninggalkan kota dan pergi ke sebuah desa terdekat di mana aku akan menemukan tempat menginap yang aman untuk malam itu. Aku melakukannya dan ternyata memang semuanya persis seperti yang dikatakan Bunda Allah kepadaku (BHSF, 11).
Pada suatu kesempatan, Bunda Maria menampakkan diri kepada St. Faustina sambil menggendong Bayi Yesus untuk menghiburnya di tengah penderitaannya. Bunda Maria berkata kepadanya, “Aku tahu betapa besar penderitaanmu, tetapi jangan takut. Aku turut merasakan penderitaanmu, dan Aku akan selalu melakukannya” (BHSF, 25). Bunda Maria tersenyum hangat kepada St. Faustina dan ia menerima rahmat karena kekuatan serta keberaniannya segera pulih.
Bunda Maria pernah menampakkan diri kepada St. Faustina di kamarnya karena ia tidak dapat menghadiri Misa pada Hari Raya Bunda Maria diangkat ke Surga. Bunda Maria berkata kepadanya, “Anakku, yang Aku minta darimu adalah doa, doa, dan sekali lagi doa, bagi dunia dan terutama bagi negaramu. Selama sembilan hari, terimalah Komuni Kudus sebagai penebusan dosa dan satukan dirimu erat-erat dengan Kurban Kudus dalam Ekaristi. Selama sembilan hari ini, engkau akan berdiri di hadapan Allah sebagai persembahan; selalu dan di mana pun, setiap saat dan di mana saja, siang atau malam, setiap kali engkau terbangun, berdoalah dalam roh. Dalam roh, seseorang selalu dapat tetap dalam doa” (BHSF, 325).
Pada kesempatan lain, Santa Faustina sedang berdoa novena kepada Bunda Maria untuk intensi bapa pengakunya. Santa Faustina menulis, “Menjelang akhir novena, aku melihat Bunda Allah dengan Bayi Yesus di pelukannya, dan aku juga melihat bapa pengakuku berlutut di kakinya dan berbicara dengannya. Aku tidak mengerti apa yang dia katakan kepadanya, karena aku sedang asyik berbicara dengan Bayi Yesus, yang turun dari pelukan Bunda-Nya dan mendekatiku. Aku tak henti-hentinya terkagum-kagum akan keindahannya. Aku mendengar beberapa kata yang diucapkan Bunda Allah kepadanya [yakni, pengaku dosaku], tetapi tidak semuanya. Kata-kata itu adalah: ‘Aku bukan hanya Ratu Surga, tetapi juga Bunda Belas Kasih dan Ibumu.’ Dan pada saat itu, Dia mengulurkan tangan kanannya, yang sedang menggenggam jubahnya, dan Dia menutupi imam itu dengan jubah tersebut. Pada saat itu, penglihatan itu lenyap (BHSF, 330).
Penampakan Bunda Maria kepada St. Faustina selalu terkait dengan doa. Menerima sebuah penampakan adalah anugerah yang unik, tetapi juga merupakan salib karena biasanya terdapat permintaan atau tugas yang terkait dengan penglihatan semacam itu. Selain itu, seringkali sang penerima penampakan disalahpahami atau dihakimi ketika mencoba menjelaskan penampakan tersebut. Hal ini dapat menimbulkan penderitaan yang besar. Kita masing-masing dapat bekerja sama dengan Bunda Maria melalui kehidupan doa kita. Semakin kita berdoa, semakin besar kesempatan yang kita berikan kepada Bunda Maria untuk menyampaikan kasih dan rencana Allah kepada kita melalui cara-cara sederhana dalam kehidupan sehari-hari.