Hari Selasa, Pekan Biasa ke-XXIXA
Ef 2:12-22
Mzm 85: 9ab-10.11-12.13-14
Luk 12:35-38
Misionaris Pembawa Damai
Banyak di antara kita mungkin pernah mendengar nama Romo Pedro Opeka. Beliau adalah seorang Romo Misionaris kelahiran 29 Juni1948 dan menjadi anggota Ordo Lazaris (Vinsensian) asal Argentina keturunan Slovenia. Misionaris Vinsensian ini dikenal karena ia mendedikasikan hidupnya untuk memberantas kemiskinan ekstrem di Madagaskar. Ia dikenal luas di dunia internasional sebagai ‘pahlawan kemanusiaan’ karena berhasil mengubah bukit pembuangan sampah menjadi kota yang layak huni bagi puluhan ribu orang di sana. Ia mendirikan Akamasoa artinya ‘Sahabat Baik’ Pada tahun1989, yakni sebuah gerakan solidaritas kemanusiaan. Akamasoa yang didirikannya itu berhasil membangun perumahan yang terorganisir, damai dan kemandirian. Paus Fransiskus sendiri pernah mengunjungi komunitas Akamasoa pada tahun 2019 yang lalu. Ini adalah contoh hidup seorang misionaris yang membangun dan membawa damai kepada orang-orang yang tidak berpengharapa menjadi orang yang memiliki harapan Baru dan dama dalam hidupnya.
Pada hari ini kita mendengar Santo Paulus menulis kepada jemat di Efesus: “Kristus adala Damai sejahtera kita” (Ef 2:14). Kristus mempersatukan dan merobohkan tembok pemisah, dalam hal ini permusuhan sehingga kita semua menjadi manusia baru. Kristus menjadi damai sejahtera kita sebab kita ini adalah orang berdosa dan berdamai dengan Tuhan Bapa di Surga melalui penderitaan Yesus di atas kayu Salib, sekaligus mengakhiri permusuhan pada Salib itu sendiri. Tuhan Yesus bersabda: “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu” (Yoh 14:27). Dalam Sabda Bahagia, Tuhan Yesus bersabda: “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akann disebut anak-anak Allah” (Mat 5:9).
Damai sejahtera adalah titipan Tuhan Yesus bagi anda dan saya. Kita adalah Gereja yang terpanggil untuk memperjuangkan perdamaian bagi semua orang di dunia. Kita menjadi pasukan perdamaian bagi semua orang bukan menjadi pasukan pemecah belah. Maka seorang misionaris adalah pembawa damai sejahtera bagi semua orang. Seorang misionaris pembawa damai itu mampu berdamai dengan dirinya sendiri dan dengan demikian dapat membawa damai kepada sesama manusia. Pesan Tuhan melalui santo Paulus ini menjadi titipan yang berharga bagi keluarga besar KBKK di mana pun anda terpanggil untuk merasul. Bahwalah damai sehingga anda juga layak disebut sebagai anak-anak Allah.
P. John Laba, SDB