Hari Rabu, Pekan Biasa ke-XXIXA
Ef 3:2-11
Mzm. Yes 12: -3.4bcd.5-6
Luk 12: 39-48
Seorang Misionaris yang selalu Waspada
Kita semua pasti sudah memahami kata waspada dan mawas diri. Kedua kata ini sama-sama merupakan sikap mental yang saling melengkapi supaya dapat menjaga keselamatan dan berusaha untuk memperbaiki kualitas diri, baik secara lahiriah maupun batiniah. Perbedaan utama dari kedua kata ini adalah pada fokusnya, dalam hal ini waspada itu melihat keluar (eksternal) sedangkan mawas diri itu melihat ke dalam (internal). Seorang yang waspada akan berhati-hati, bersiaga dan berjaga-jaga terhadap ancaman dan pengaruh buruk dari luar. Mawas diri itu adalah sikap memeriksa, menilai, dan mengintrospkesi diri terhadap diri sendiri.
Satu kata yang membantu kita untuk merenung saat ini adalah kata waspada. Waspada adalah sikap berhati-hati, berjaga-jaga serta selalu bersiap siaga dalam menghadapi berbagai kemungkinan atau potensi bahaya yang bisa datang sewaktu-waktu. Tuhan Yesus berkata kepada para murid-Nya supaya waspada: “Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan” (Luk 12: 40). Tuhan Yesus sedang membandingkan kedatangan Anak Manusia dengan seorang pencuri yang membobol rumah pada waktu yang tidak terduga. Waktu kedatangan kembali Yesus memang tidak diketahui sehingga perlu berjaga-jaga atau waspada dan terus berdoa. Seorang murid Tuhan, seorang misionaris memang perlu berjaga-jaga.
Saya teringat pada kisah Romo Thomas, seorang misionaris yang hebat: “Lentera di atas meja Romo Thomas berkedip-kedip, nyala apinya yang redup berjuang melawan hawa dingin dan lembap udara pegunungan. Saat itu tengah malam, namun Romo Thomas masih terjaga, sedang mempelajari peta lembah itu. Selama dua belas tahun, desa pegunungan terpencil ini telah menjadi parokinya, rumahnya, dan misinya. Bagi dunia luar, penugasannya tampak seperti pengasingan yang sunyi. Bagi Romo Thomas, itu adalah garis depan. Dia adalah seorang imam misionaris, tetapi lebih dari itu, dia adalah penjaga yang waspada bagi kawanan dombanya. Dia contoh seorang misionaris yang waspada dan berjaga-jaga untuk melindungi umat yang ia layani.
Seorang misionaris memang tidak bisa bermental bekicot. Dalam situasi apa pun dia akan berjuang untuk menyelamatkan kawanan domba yang dilayaninya. Kita adalah Romo Thomas masa kini yang berjaga-jaga untuk memberi harapan kepada mereka yang kehilangan harapan.
P. John Laba, SDB