Homili 24 Maret 2017

Hari Jumat, Pekan Prapaskah III
Hos 14:2-10
MT. Mzm 81: 6c-8a.8b-9.10-11b.14.17
Mrk 12:28b-34

Apakah anda mendengar suara Tuhan?

Ada seorang sahabat yang mengirim pesan kepada saya dan menceritakan tentang semua kesibukannya selama masa prapaskah ini. Salah satu kesibukannya adalah mengajak sesama umat di lingkungannya untuk mengikuti pertemuan APP (Aksi Puasa Pembangunan) setiap hari Rabu malam. Dalam pertemuan Aksi Puasa Pembangunan ini setiap umat berkesempatan untuk mendengar Sabda Tuhan dan membagikannya bahkan dapat mengambil tindakan konkret dalam hidupnya secara pribadi maupun bersama sebagai keluarga dan lingkungan. Namun ia juga merasakan kesulitan untuk mengumpulkan sesama umat, membangun kesadaran untuk membagi Sabda Tuhan dan melakukan aksi nyata dalam hidup setiap hari.

Saya merasa bahagia mendapat sharing pengalaman sahabat sekaligus pengurus gereja di sebuah lingkungan. Saya menjawab pesannya dengan mengingatkannya untuk tetap tekun dalam menjalankan tugas panggilannya di lingkungan. Pengalaman sahabat saya ini hanya salah satu contoh dari pengalaman banyak agen pastoral, para pengurus gereja sekaligus para aktivis gereja. Mereka mengalami kesulitan untuk mengumpulkan umat demi menjalankan kegiatan tertentu dalam masa Prapaskah ini. Masing-masing umat selalu memiliki alasan yang tepat bagi dirinya. Sebab itu para pengurus gereja selalu belajar untuk menjadi orang sabar supaya dapat memenangkan hati dan jiwa umat.

Berkumpul bersama sebagai pribadi yang berkomunitas atau berkomunio dengan sesama dalam lingkungan memiliki keindahan tersendiri. Misalnya ketika berkumpul bersama untuk membagi sabda Tuhan. Setiap orang perlu membaca perikop Kitab Suci yang disiapkan, semua umat yang hadir mendengar dan merenungkannya secara bersama-sama, membagikan pengalaman Sabda satu sama lain, mendoakannya dan melakukan Sabda dalam hidup yang nyata. Ini adalah garis besar pertemuan bersama dalam lingkungan untuk menjadi akrab dengan Sabda Tuhan selama masa prapaskah.

Apa kata Sabda Tuhan pada hari ini? Mazmur Tanggapan dalam liturgi kita diambil dari Mazmur 81. Refrennya berbunyi: “Akulah Tuhan, Allahmu, dengarkanlah suara-Ku” mengingatkan kita pada kehadiran dan pendampingan Tuhan Allah yang terus menerus kepada umat kesayangan-Nya. Umat Israel mengalami sebuah peziarahan iman yang unik. Kadang-kadang mereka begitu akrab dengan Tuhan, namun kadang-kadang mereka juga mengalami tantangan untuk menjauh dari Tuhan. Mereka akrab ketika berani untuk menjauh dari dosa dan salah. Mereka menjauh dari Tuhan ketika jatuh lagi ke dalam dosa yang sama.

Pemazmur menunjukkan teguran Tuhan seperti ini: “Janganlah ada di antaramu allah lain, dan janganlah engkau menyembah orang asing. Akulah Tuhan Allahmu, yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir. Maka sekiranya umat-Ku mendengarkan Aku! Sekiranya Israel hidup menurut jalan yang Kutunjukkan! Umat-Ku akan Kuberi makan gandum yang terbaik, dan dengan madu dari gunung batu Aku akan mengenyangkannya” (Mzm 81: 10-11b. 14.17).

Teguran Tuhan yang kita dengar dalam Kitab Mazmur ini mirip dengan gambaran kehidupan umat Israel dalam Kitab Nabi Hosea. Kepada orang-orang yang mendiami kota Samaria dan sekitarnya, Hosea mengingatkan mereka akan keindahan sebuah pertobatan dan bagaimana kasih dan kerahiman Allah dapat mengubah kehidupan pribadi mereka. Hosea berseru kepada umat Israel: “Bertobatlah hai Israel kepada Tuhan Allahmu, sebab engkau tergelincir karena kesalahanmu. Datanglah membawa kata-kata penyesalan dan bertobatlah kepada Tuhan. Berserulah kepada-Nya: “Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami.” (Hos 14:2-3). Ada dua hal penting dalam seruan ini: pertama, umat Israel disadarkan oleh Hosea bahwa mereka adalah orang berdosa. Mereka selalu jatuh, tergelincir dalam kesalahan. Hal ini dapat terjadi berulang-ulang. Kedua, umat Israel diingat untuk tidak hanya sekedar menyesal karena kesalahannya tetapi benar-benar bertobat di hadirat Tuhan. Hal ini juga menjadi teguran bagi kita yang mendengar Sabda pada hari ini.

Jawaban atas pertobatan manusia dari pihak Tuhan adalah anugerah pengampunan berlimpah. Tuhan berjanji untuk memulihkan umat-Nya dari berbagai penyelewengan, mengasihi mereka dengan sukarela karena murka-Nya sudah surut. Tuhan mau menjadi embun penyejuk bagi Israel. Buah pengampunan berlimpah dari Tuhan adalah bahwa umat Israel akan kembali dan diam dalam naungan-Nya. Hidup mereka akan menjadi sempurna. Keselamatan menjadi miliknya.

Hosea adalah nabi dalam Kitab Perjanjian Lama yang menunjukkan Wajah Allah sebagai kasih. Manusia boleh jatuh ke dalam dosa yang sama namun Allah selalu hadir sebagai kasih yang menganugerahkan pengampunan berlimpah. Keselamatan kekal merupakan jaminan dari kasih Tuhan bagi manusia.

Apa yang harus kita lakukan pada hari ini?

Masa prapasakah menjadi kesempatan bagi kita untuk menunjukkan semangat pertobatan yang radikal. Pertobatan yang radikal menjadi nyata dalam sebuah pengalaman akan kasih Allah yang tiada batasnya. Tuhan Allah lebih dahulu mengasihi kita maka kita pun dipanggil untuk mengasihi Allah sepanjang hidup kita. Hal yang nyata adalah kita melakukan perintah Tuhan Allah kita yang esa.

Dikisahkan dalam Injil bahwa pada suatu kesempatan, seorang ahli Taurat mendatangi Yesus dan bertanya tentang perintah yang paling utama kepada-Nya. Tuhan Yesus menjawabnya: “Dengarlah hai orang Israel, Tuhan Allah kita itu Tuhan yang esa. Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dengan segenap akal budi dan dengan segenap kekuatanmu.” (Ul 6:4-5; Mrk 12:29-30) Perintah yang kedua adalah: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”. (Im 19:18; Mrk 12: 31). Perintah kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama adalah utama dalam hidup kita. Maka dalam masa prapaskah ini kita membutuhkan Tuhan untuk memampukan kita mengasihi-Nya dan mengasihi sesama. Kasih adalah segalanya!

Kita semua patut bersyukur kepada Tuhan sebab Ia senantiasa menyadarkan kita untuk mengisi masa prapaskah dengan hidup baru di hadapan-Nya. Sebab itu, mari kita bertobat dengan benar. Mari kita mendengar suara Tuhan. Mari kita mengasihi Tuhan dan sesama kita. Semua ini adalah pesan-pesan yang indah dari Tuhan bagi anda dan saya pada hari ini.

PJSDB

Leave a Reply

Leave a Reply