Food For Thought: Alangkah hebatnya…

Alangkah hebatnya!

Kata-kata ini sering kita ucapkan untuk menghargai pribadi tertentu yang memiliki kelebihan atau keunikan tertentu. Seorang siswa yang memiliki prestasi akademik yang bagus pasti mendapat pujian lisan: “Alangkah hebatnya dirimu”, simbol jempol tangan dan berbagai ekspresi lainnya dari orang tua, guru dan teman-temannya. Pujian atau apresiasi tertentu yang kita berikan kepada sesama itu merupakan dukungan nyata baginya, supaya ia tidak berhenti pada prestasi yang sudah sedang dicapainya, tetapi lebih berusaha lagi supaya mencapai prestasi yang tinggi dan sempurna. Tidak mengherankan orang yang menerima apresiasi itu merasakan dorongan yang luar biasa untuk lebih dan lebih lagi dalam berusaha mewujudkan harapannya.

Pada hari ini kita mendengar kisah Yesus. Setelah mengalami penolakan dari orang-orang sekampung halaman-Nya di Nazaret, ia turun ke Kapernaun di Galilea menempuh jarak sekitar 61km. Seperti biasanya Ia diterima dengan baik di Kapernaum. Apa yang dilakukannya setelah orang-orang menerimanya di Kapernaum? Ada beberapa kegiatan penting yang membuat banyak orang takjub dan memuji kehebatan Yesus:

Pertama, Yesus tetap tegar meskipun ditolak oleh orang-orang sekampung halaman-Nya. Kalau kita mungkin masih tertekan dan tidak mau tampil di depan umum, sulit mengolah rasa kecewa dalam hati kita.

Kedua, Yesus tetap masuk ke rumah ibadah untuk mengajar di sana pada hari Sabat. Ia memilih kata-kata yang tepat, menarik perhatian, kata-kata penuh kuasa dan wibawa sehingga mampu mengubah hidup banyak orang.

Ketiga, Ia menyembuhkan seorang yang kerasukan setan. Setan mengenal Yesus secara manusiawi sebagai orang Nazaret tetapi juga secara ilahi bahwa Ia sungguh-sungguh Anak Allah. Setan saja mengenal Yesus, bagaimana dengan kita? Apakah kita sungguh-sungguh mengenal Yesus? Siapa sebenarnya Yesus bagimu saat ini? Yesus menyembuhkan manusia dengan perkataan dan perbuatan-Nya. Setan tunduk pada Yesus dan kuasa-Nya sebagai Anak Allah.

Semua pekerjaan Yesus ini membuat banyak orang takjub. Perkataan-perkataan-Nya pun sangat menakjubkan. Mereka bahkan berkata satu sama lain: “Alangkah hebatnya perkataan ini! Dengan penuh wibawa dan kuasa, Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat, dan mereka pun keluar”. Orang-orang kapernaum memuji Yesus karena menyaksikan tanda-tanda heran bahkan mengalami tanda-tanda heran ini juga.

Apakah kita pernah bangga sebagai pengikut Yesus Kristus? Kita mesti merasa malu kalau kita mengaku sebagai pengikut Kristus tetapi belum mengenal Yesus Kristus, belum merasa bangga dengan Yesus, sulit atau malu untuk mengatakan kepada Yesus: ‘Alangkah hebatnya perkataan-Mu’. Sampai kapan hidup kekristenan kita tetap seperti ini? Setan saja takjub dengan Yesus, mengapa kita belum sepenuhnya takjub? Sekarang berusahalah untuk takjub senantiasa kepada Tuhan Yesus Kristus.

PJSDB

Leave a Reply

Leave a Reply