Food For Thought: Duh, sombong banget…

Duh, sombong banget…

Adalah Antoine Rivarol (1753-1801). Beliau Adalah seorang wartawan kenamaan dari Perancis. Ia pernah berkata: “Orang yang sederhana memiliki segalanya untuk diraih, dan orang yang sombong kehilangan segalanya; karena kesopanan selalu berurusan dengan kemurahan hati, dan kesombongan dengan iri hati.” Kata-kata sederhana tetapi memiliki makna yang sangat mendalam. Sekarang coba pikirkanlah: Apakah sepanjang hari ini anda sombong? Kalau anda sempat sombong maka anda masih manusia. Hanya orang yang tidak pandai berefleksi akan mengatakan bahwa ia tidak sempat sombong meskipun ia selalu sombong. Orang sombong itu akan kehilangan segalanya. Dan tentu perkataan ini: “Duh, sombong banget!” akan menempel kuat di dalam diri orang yang tidak sadar bahwa dia sebenarnya sombong.

Pada hari ini saya mengingat Asyur sebagai ‘sosok’ di dalam Kitab Yesaya yang dapat saya tempelkan kata-kata yang sama “Duh, sombong banget!” Dengan sombongnya Asyur berkata: “Dengan kekuatan tanganku aku telah melakukannya dan dengan kebijaksanaanku, sebab aku berakal budi; aku telah meniadakan batas-batas antara bangsa, dan telah merampok persediaan-persediaan mereka, dengan perkasa aku telah menurunkan orang-orang yang duduk di atas takhta. Seperti kepada sarang burung, demikianlah tanganku telah menjangkau kepada kekayaan bangsa-bangsa, dan seperti orang meraup telur-telur yang ditinggalkan induknya, demikianlah aku telah meraup seluruh bumi, dan tidak seekorpun yang menggerakkan sayap, yang mengangakan paruh atau yang menciap-ciap.” (Yes 10:13-14). Lihatlah bagaimana Asyur mengandalkan dirinya bahwa ia memiliki kekuatan tangan dan kebijaksanaan. Dia merasa Bahwa hanya dialah yang berakal budi, dia meniadakan batas bangsa dan merampok. Ini menunjukkan kesombongannya di hadapan Tuhan sendiri.

Dosa kesombongan selalu berlawanan dengan kebajikan kerendahan hati. Santo Agustinus mengatakan bahwa kerendahan hati adalah jalan pasti yang membawa seseorang kepada Tuhan. Maka kerendahan hati adalah segalanya: pertama-tama, kerendahan hati, kemudian, kerendahan hati, dan yang terakhir, kerendahan hati. Jadi kerendahan hati adalah segalanya yang dapat membawa kita kepada kesempurnaan rohani. Kerendahan hati itu tidak dapat diungkapkan tetapi ditunjukkan dalam hidup yang nyata. Orang yang rendah hati akan mengandalkan Tuhan di dalam hidupnya. Dia seolah mengatakan ‘CHRISTIAN’ – CHRIST-IAN (kepanjangannya: ChristI Am Nothing. Dan betul perkataan Yesus ini: ‘Sine me nihil potestis facere’ (terlepas dari Aku, kamu tidak dapat berbuat apa-apa).

Semangat kerendahan hati akan mengalahkan kesombongan dalam diri manusia. Sangatlah tepat perkataan nabi Yesaya ini: “Adakah kapak memegahkan diri terhadap orang yang memakainya, atau gergaji membesarkan diri terhadap orang yang mempergunakannya? Seolah-olah gada menggerakkan orang yang mengangkatnya, dan seolah-olah tongkat mengangkat orangnya yang bukan kayu!” (Yes 10:15). Hidup kita di tangan Tuhan maka apa untungnya anda sombong? Mengapa kesombongan sedang dan selalu merajai dirimu? Seharusnya kita lebih rendah hati. Mari kita berdoa: “Hati Yesus yang lemah lembut dan rendah hati, jadikanlah hatiku seperti hati-Mu”

Tuhan memberkatimu. Jangan sombong ya.

PJ-SDB