Uomo di Dio

Selalu Hadir

 

P. John SDBBeberapa hari yang lalu saya merayakan misa mengenang 1000 hari meninggalnya seorang sahabat bernama Leonardus. Ketika masuk ke dalam ruangan untuk misa, saya melihat ada meja seperti altar, ada foto beliau dan lilin yang menyala. Pada saat homily, saya bertanya kepada salah seorang putranya apa kenangan terindah dari papanya bagi keluarga. Ia menjawab: “Papa itu orang baik karena selalu hadir di dalam keluarga. Ia memang orang yang sibuk tetapi selalu memiliki waktu untuk kami dan ia mengingatkan kami juga untuk berbuat baik, bisa berbagi dengan sesama”. Sharing ini menandakan kenangan manis akan kehadiran orang tua yang meskipun sudah meninggal dunia tetapi kehadirannya selalu dikenang.

Setelah mendengar sharing ini saya ingat kembali sebuah keluarga. Bapa keluarga itu sudah meninggal dunia dan dikuburkan di depan rumah mereka yang berhadapan dengan jalan raya. Saya bertanya kepada keluarga itu mengapa bapa dikubur di depan rumah. Salah seorang anak menjawab, “Ayah adalah salah seorang tokoh masyarakat yang berpengaruh di daerah ini. Oleh karena itu banyak orang meminta supaya ia dikuburkan di depan rumah, sehingga setiap kali orang lewat, mereka mengenang segala sesuatu yang ia lakukan untuk daerah ini. Kami juga merasakan kehadirannya di dalam keluarga meskipun ayah sudah lama meninggalkan kami”.

Dua kesaksian di atas menunjukkan figur ayah yang baik dalam keluarga dan masyarakat, figur pria katolik yang sudah meninggal dunia tetapi masih dikenang di dalam keluarga dan masyarakat. Dua kesaksian itu sama-sama mengatakan bahwa ayah selalu hadir di dalam keluarga dan masyarakat. Figur pria katolik yang memiliki komitmen kepada tugas dan tanggung jawab mereka. Kehadiran dan penyertaan yang terus menerus adalah usaha untuk mewujudkan panggilan di dalam dunia yang nyata. Dengan demikian meskipun sudah meninggal dunia, orang tetap dikenang, tetap dirasakan kehadirannya.

Di dalam Kitab Suci, Tuhan juga menunjukkan kehadiran dan penyertaanNya yang terus menerus kepada umatNya. Misalnya dengan bangsa Israel, Ia mengeluarkan mereka dari perbudakan di Mesir, membimbing mereka menuju ke tanah terjanji. Tokoh Musa adalah tanda yang hidup penyertaan Tuhan bagi umat Israel. Tuhan juga diyakini hadir dalam Kemah Suci, dalam wujud tiang awan, api dan Tabut Perjanjian. Tabut Perjanjian itu berisi dua loh batu yang ditulis oleh Tuhan sendiri bagi manusia di gunung Horeb. Nah, Tuhan benar-benar mau hadir dan menyertai, membimbing umatNya ke tanah terjanji.

Kisah para pria di dalam Kitab Suci ini menunjukkan cinta kasih dan kesetiaan kepada Tuhan. Raja Daud misalnya, Ia merasakan kehadiran Tuhan yang terus menerus di dalam hidupNya. Tuhan yang hadir dalam tanda-tanda yang kelihatan seperti Tabut Perjanjian. Daud seluruh kaum Israel sangat senang merasakan kehadiran Tuhan sehingga ia menari sekuat tenaga, diringi kecapi, gambus, rebana, kelentung dan ceracap (2Sam 6:5.14). Salomo juga merasakan kehadiran Tuhan dalam tanda Tabut Perjanjian. Salomo memindahkan Tabut Perjanjian dari kota ayahnya yaitu Sion ke dalam rumah Allah. Salomo berdoa: “Tuhan telah menetapkan matahari di langit, tetapi Ia memutuskan untuk diam dalam kekelaman. Sekarang aku telah mendirikan rumah kediaman bagiMu, tempat Engkau menetap selama-lamanya” (2Raj 8: 12-13). Pada saat ini, kita juga menyadari kehadiran Tuhan Yesus Kristus di dalam Gereja. Ia berjanji untuk menyertai kita hingga akhir zaman. Dialah Emanuel, Allah beserta kita.

Pada hari ini kita semua diingatkan kembali bahwa kehadiran itu sangat penting. Sebagaimana Tuhan selalu hadir di tengah-tengah umatNya, para pria katolik juga diharapkan selalu hadir di dalam kehidupan keluarga, istri, anak-anak dan masyarakat kita. Hidup sebagai pria akan bermakna ketika kita selalu menyatu dengan semua orang di sekitar kita. Selalu hadir, menandakan kasih yang besar, penuh pengorbanan diri. Selalu hadir membuat sesama merasa diperhatikan dan dikasihi. Kita juga diingatkan untuk menghancurkan tembok-tembok yang menghalangi kita untuk hadir bersama dalam keluarga dan masyarakat.

PJSDB

Leave a Reply

Leave a Reply