Food For Thought 13 Mei 2015: INRI

Bunda Raja segala Raja

cuore immacolatoPada hari ini 13 Mei 2015, kita memperingati 98 tahun Bunda Maria menampakkan dirinya kepada tiga gembala cilik di Fatima, Purtugal. Mereka adalah Lucia dos Santos berumur 10 tahun, sepupunya bernama Fransisco Marto berumur 9 tahun dan Jacinta Marto berumur 7 tahun. Dikisahkan bahwa pada tanggal 13 Mei 1917, mereka sedang menggembalakan ternak di Cova da Iria, sebuah padang alam yang amat luas, kira-kira satu mil dari desa mereka. Tiba-tiba mereka melihat sebuah kilatan cahaya dan setelah kilatan yang kedua, muncul seorang perempuan yang amat cantik. Pakaiannya putih berkilauan.

Perempuan yang bersinar bagaikan matahari itu berdiri di atas sebuah pohon oak kecil dan menyapa anak-anak: “Janganlah takut, aku tidak akan menyusahkan kalian. Aku datang dari surga. Allah mengutus aku kepada kalian. Bersediakah kalian membawa setiap korban dan derita yang akan dikirim Allah kepada kalian sebagai silih atas banyak dosa, sebab besarlah penghinaan terhadap yang Mahakuasa, bagi pertobatan orang berdosa dan bagi pemulihan atas hujatan serta segala penghinaan lain yang dilontarkan kepada Hati Maria yang Tak Bernoda?” “Ya, kami mau,” jawab Lucia mewakili ketiganya. Dalam setiap penampakan, hanya Lucia saja yang berbicara kepada Bunda Maria. Jacinta dapat melihat dan mendengarnya, tetapi Fransisco hanya dapat melihatnya saja. Perempuan itu juga meminta anak-anak untuk datang ke Cova setiap tanggal 13 selama 6 bulan berturut-turut dan berdoa rosario setiap hari.

Pada hari ini kita juga memperingati 34 tahun Yohanes Paulus II (sekarang St. Yohanes Paulus II) ditembak oleh Mahmet Ali Agca di lapangan St.Petrus. Pada waktu itu Sri Paus sedang mengadakan audiensi umum bersama seluruh umat dan peziarah di lapangan St. Petrus. Paus berada di mobil kepausan sambil berkeliling dan memberi berkat. Pada jarak 3.5 meter Agca melepaskan dua tembakan mengenai tubuh Paus. Ia segera dilarikan ke rumah sakit selama lima setengah jam. Nyawa sri Paus Yohanes Paulus II tertolong. Setelah sembuh, ia bahkan mengunjungi Ali Agca dan memaafkannya. Kedua peristiwa ini menjadi kenangan manis di seluruh Gereja Katolik pada hari ini.

Permenungan tentag Bunda Maria pada hari ini berjudul “Raja di atas segala Raja”. Gelar ini biasa diberikan kepada Yesus sebagai satu-satunya Raja di atas segala Raja. Tentu saja gambaran Yesus sebagai Raja tidak harus dipikirkan seperti Raja dalam konsep manusiawi kita. Yesus adalah raja yang mengatur hidup kita secara rohani. Dia memiliki kekuasaan Rohani bagi kita.

Ketika Bunda Maria menerima Kabar sukacita, malaikat berkata kepadanya: “Yesus akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” (Luk 1:33). Ketika dilahirkan, para majus dari Timur membawa kurban persembahan mereka yakni emas, mur dan kemenyan. Emas yang dipersembahkan menandakan bahwa Yesus adalah Raja. Wali negeri bertanya kepada Yesus: “Engkaukah raja orang Yahudi?” Dan Yesus menjawab: “Engkau sendiri mengatakannya” (Mat 27:11; Mrk 15:8). Di atas kepala Yesus di atas salib ditulis: “Inilah Raja orang Yahudi.” (Luk 23:38; Yoh 19:19).

Yesus sebagai Raja bukanlah sesuai dengan ukuran dan kategori pikiran manusia. Dia seorang raja yang menderita demi kebaikan manusia. Kursi kerajaan-Nya adalah salib, topi sebagai Raja dari anyaman mahkota duri, Dia tidak memiliki pakaian sebagai Raja tetapi wafat telanjang di atas kayu salib. Paku-paku menembusi tangan dan kaki-Nya. Tombak menembusi lambung sehingga keluar darah dan air. Yesus adalah Raja dari segala yang membantu kita untuk siap menderita, memikul salib, menyangkal diri dan mengikuti-Nya.

Bunda Maria selalu hadir dalam peristiwa Yesus. Ia menyadari bahwa Yesus Putranya adalah benar-benar Raja dari segala Raja. Malaikat Gabriel sudah menyampaikan hal ini kepadanya. Orang-orang yang menjadi algojo-Nya juga megolok-Nya dengan mengatakan bahwa Dia adalah Raja. Di atas salib-Nya juga ditulis: INRI: Iesvs Nazarenvs Rex Ivdaeorum (Iesus Nazarenus, Rex Iudaeorum) berarti “Yesus orang Nazaret, Raja orang Yahudi”. Semua orang memandang salib dan membaca tulisan yang sama. Hingga saat ini masih ada tulisan itu di setiap salib. Artinya bahwa Yesus akan tetap menjadi Raja dari keturunan Yakub untuk selama-lamanya. Maria adalah Bunda  dari Raja segala Raja.

PJSDB

Leave a Reply

Leave a Reply