Food For Thought: Allah turut bekerja

Allah turut bekerja…

imageAda seorang sahabat barusan bercerita kepadaku pengalamannya yang indah pada hari ini. Tadi pagi ia mengunjungi ibunya yang sedang sakit dan berbaring di rrumah sakit. Setelah seminggu koma di ruangan ICU, perlahan ia mulai membuka mata, mengenal orang di sekitarnya, mendengar sapaan orang dan sudah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan dari keluarga yang menjaganya. Pada hari ini sahabat ini mendoakannya, lalu menanyakan khabar kepada ibunya. Ibunya menjawab bahwa ia baik-baik saja. Ia bersyukur karena Tuhan masih bekerja dan mengijinkannya untuk hidup kembali. Suasana  di dalam ruangan itu terasa begitu indah. Mereka semua mendengar dan merasakan kehadiran dan penyertaan Tuhan.

Kita merayakan pesta kelahiran St. Perawan Maria. Kita merenungkan figur seorang wanita kudus yang menjadi ibu semua orang. Di dalam Gereja Katolik, hampir semuanya menyapa Maria sebagai Bunda. Dia bukan hanya sebagai Bunda Yesus, tetapi juga Bunda Gereja, Bunda kita semua. Ia memiliki suka dan duka sendiri sebagai Bunda Yesus dan Gereja. Simeon pernah mengatakan kepadanya bahwa sebilah pedang akan menembusi jiwanya (Luk 2:35). Sejak saat itu Maria juga menjadi ibu yang menderita bersama Yesus Putranya.

Kita memperingati kelahirannya dan percaya bahwa Tuhan turut bekerja di  dalam hidupnya. St. Paulus berkata: “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Rm 8:28). Allah turut bekerja di dalam diri Bunda Maria sehingga mendatangkan kebaikan yakni keselamatan kepada semua orang. Tanpa karya Allah di dalam diri Bunda Maria maka segalanya juga sia-sia saja.

Allah bekerja di dalam diri anda dan saya. Tugas kita adalah membawa kabar sukacita kepada sesama seperti Bunda Maria.

Damai Tuhan

PJSDB

Leave a Reply

Leave a Reply