Food For Thought: Sepak bola dan kehidupan

Sepak bola dan kehidupan

Pada pag hari ini saya membaca kembali beberapa file di laptop saya dan saya menemukan sebuah kutipan yang inspiratif dari Vince Lombardi (1913-1970). Beliau dikenal sebagai pemain dan pelatih sepak bola berkebangsaan Amerika. Ia pernah berkata: “Sepak bola itu seperti kehidupan sebab sangat membutuhkan ketekunan, penyangkalan diri, kerja keras, pengorbanan, pengabdian, dan penghormatan terhadap otoritas.” Sambil membacanya saya membayangkan club-club sepak bola Eropa yang sudah sedang melanjutkan pertandingan antar klub sesuai kasta di negaranya masing-masing dan antar negara. Sebelum mereka bertanding, mereka berada di pusat latihan sepak bola club. Baik pemain maupu pelatih memiliki ketekunan tersendiri dalam berlatih, butuh penyangkalan diri, kerja keras, pengorbanan, pengabdian dan memiliki rasa hormat kepada manajemen club. Kalau semua dilakukan dengan sungguh-sungguh maka akan terlihat dalam pencapaian hasil-hasil pertandingannya. Tidak perlulah mempertimbangkan apakah anda pemain inti, pemain cadangan dan pengganti, pemain pinjaman dan pemain bebas transfer. Di mata Tuhan kita semua adalah pemain inti.

Saya merasa yakin bahwa kita semua mengawali setiap hari baru dengan prinsip yang sama. Ada waktu dan kesempatan yang membantu kita menyiapkan rencana pribadi untuk melakukan kegiatan harian kita. Pertanyaan yang mendahalui semua kegiatan harian kita: apa yang akan saya lakukan pada hari yang baru ini dan apa tujuan akhir kegiatan dimaksud? Siapa saja yang akan bekerja sama dengan saya dan bagaimana mengorganisir pekerjaannya? Kalau sekiranya ada kesulitan, bagaiaman saya mengatasi dan siapa yang dapat saya mintai bantuannya? Masih banyak pertanyaan lain yang jawabannya itu mirip dengan perkataan Vince Lombardi di atas: ketekunan, penyangkalan diri, kerja keras, pengorbanan diri, pengabdian dan penghormatan kepada otoritas dan tentu rekan-rekan kerja. Kalau semua ini dilakukan dengan baik maka tentu suasana kerjanya baik, kinerjanya baik dan penghasilannya akan baik pula.

Maka dari itu, kita semua membutuhkan personal plan of life atau rencana kehidupan pribadi kita setiap hari, setiap minggu, sepanjang bulan dan sepanjang tahun. Personal plan of life membutuhkan ketekunan pribadi dalam menyiapkan, melakukan dan mengevaluasinya. Tanpa kemauan dan ketekunan maka hidup ini akan terasa biasa-biasa saja, ‘seperti ada pada permulaan saat bangun, sekarang dan sepanjang hari hingga malam dan sepanjang segala abad, amen’. Kalau demikian hidup ini, lalu untuk apa anda dan saya hidup dan menghidupinya?

Mari kita mengawali hari baru ini dengan doa dan harapan bahwa Tuhan akan mendampingi seluruh hari kita, dan kiranya semua kegiatan-kegiatan kita berhasil dengan baik, demi kemuliaan nama Tuhan dan keselamatan jiwa-jiwa. Selamat berkarya bagimu. Jangan lupa berdoa sebelum dan sesudah mengakhiri kegiatan harianmu. Selamat pagi.

PJ-SDB