Food For Thought – Jangan lupa keluargamu!

Jangan lupa keluargamu!

Saya sangat kagum dengan sebuah keluarga muda. Kami sering bertukar pikiran dan salah satu konsistensi dalam perilaku mereka adalah prinsip utama mereka: nomor satu keluarga dan keluarga dan keluarga. Pokoknya keluarga adalah segalanya! Apa yang mereka lakukan untuk tetap menomorsatukan keluarga mereka dan tidak boleh mengorbankan keluarga? Mereka selalu berusaha untuk tetap mengutamakan keluarga dalam segala hal. Menghindari pertemuan yang tidak bermanfaat bagi banyak orang karena dapat membuang quality time bersama keluarga. Saya merasa yakin bahwa semua orang mau berkomitmen untuk mempertahankan keluarganya, meskipun harus berkeringat darah.

Pada hari ini kita merayakan Pesta St. Skolastika. St. Skolastika adalah saudari dari Santu Benediktus. Benediktus dipercayakan sebagai bapak rohani bagi St. Skolastika dan teman-temannya di dalam komunitas hingga akhir hayat St. Skolastika. Ketika itu Benediktus mengunjungi saudarinya dan mereka bercakap-cakap tentang Tuhan dan kuasa-Nya di surga. Skolastika mengerti kehendak Tuhan baginya. Ia menghembuskan nafasnya yang terakhir di hadapan saudaranya. Sungguh ini merupakan sebuah pengalaman rohani yang kaya makna.

Kedua orang kudus yakni Benediktus dan Skolastika sangat inspiratif bagi kita semua. Apakah kita sedang melupakan keluarga kita sendiri? Apakah kita sengaja atau lalai dalam berkomunikasi melalui sarana komunikasi yang lain dengan keluarga kita sendiri. Kalau orang yang tidak sedarah itu dilayani sampai tuntas mengapa keluarga inti sendiri diabaikan saja. Mindset kita harus berubah untuk berbuat baik dan peduli kepada sesama. Komunikasi antara kakak beradik atau dengan keluarga memang sangat diharapkan apalagi di zaman ini. Bangunlah komunikasi yang indah dengan semua orang mulai dari dalam keluargamu sendiri. Kita membentuk FAMILY: Father And Mother, I Love You.

St. Skolastika, doakanlah keluarga-keluarga kami. Amen

Tuhan memberkati kita semua.

PJ-SDB