Homili Hari Minggu Biasa XIX/B -2015

Hari Minggu Biasa XIX/B 1Raj. 19:4-8 Mzm. 34:2-3,4-5,6-7,8-9 Ef. 4:30 – 5:2 Yoh. 6:41-51 Yesus, Engkaulah Roti Hidup! Seorang guru agama mempersiapkan para murid untuk menerima komuni pertama. Pada pelajaran terakhir sebelum mereka menerima komuni pertama, ia meminta para siswanya untuk menulis buah doa singkat dan mempersembahkannya kepada Tuhan Yesus. Masing-masing siswa menuliskannya pada sepotong […]

Homili 8 Agustus 2015

Hari Sabtu, Pekan Biasa XVIII Ul. 6:4-13 Mzm. 18:2-3a,3bc-4,47,51ab Mat. 17:14-20 Milikilah iman yang berkualitas Pada suatu kesempatan saya mengikuti perayaan Ekaristi untuk mensyukuri ulang tahun sebuah paroki yang ke-25. Saya mendengar perbincangan di kalangan umat paroki tersebut bahwa persiapan perayaan perak itu dimulai sejak setahun sebelumnya. Apa yang mereka lakukan? Para pastor dan agen […]

Food For Thought: Allah itu Kasih

Allah itu kasih! Selama beberapa minggu terakhir, kita membaca kisah-kisah perjalanan Bangsa Israel di padang gurun. Kita perlahan-lahan mengenal sosok Allah sebagai kasih di dalam Kitab Suci. Orang-orang ibrani mengalami pengalaman jatuh dan bangun bersama Tuhan. Misalnya mereka menggerutu melawan-Nya, mereka menyembah berhala, mereka ingin kembali ke Mesir lagi. Namun Tuhan tetap menaruh belas kasih […]

Homili 7 Agustus 2015

Hari Jumat, Pekan Biasa XVIII Ul. 4:32-40 Mzm. 77:12-13,14-15,16,21 Mat. 16:24-28 Yesus Kristus adalah segalanya! Pada hari Jumat pertama ini, banyak umat katolik berkumpul di Gereja atau di tempat tertentu untuk merayakan misa hari Jumat Pertama dalam bulan. Hari Jumat Pertama, menjadi kesempatan di mana kita semua merenungkan kembali kasih Tuhan Yesus yang tiada berkesudahan. […]

Food For Thought: Hanya Yesus saja!

Hanya Yesus Seorang Saja Banyak di antara kita pernah mendengar sebuah lagu dari album Mawar Simorangkir dengan judul “Hanya Yesus Jawabanku”. Salah satu syairnya berbunyi: “Kala ku cari damai hanya kudapat dalam Yesus, Kala ku cari ketenangan hanya kutemui di dalam Yesus.Tak satupun dapat menghiburku, Tak seorangpun dapat menolongku, Hanya Yesus jawaban Hidupku” Tuhan Yesus […]

Homili Pesta Tuhan Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya – 2015

Pesta Tuhan Yesus menampakkan kemuliaan-Nya 2Ptr. 1:16-19 Mzm. 97:1-2,5-6,9 Mrk. 9:2-10 Kupandang wajah-Mu dan berseru! Pada pagi hari ini saya mendengar suara indah Sari Simorangkir dalam lagunya: “Kaulah harapan”. Refrain lagu ini menyejukkan hatiku: “Kupandang wajah-Mu dan berseru, pertolonganku datang dari-Mu. Peganglah tanganku jangan lepaskan. Kaulah harapan dalam hidupku”. Refrain lagu ini juga semakin meneguhkanku […]

Food For Thought: Iman yang besar itu…

Hai ibu, betapa besar imanmu! Umat Israel keluar dari tanah Mesir, mengembara di padang gurun supaya menghuni tanah orang kafir yaitu tanah Kanaan yang kaya dengan susu dan madunya. Kalau kita bandingkan umat Israel dan orang Kanaan, ada sesuatu yang membedakannya: Bangsa Israel adalah umat kesayangan Allah yang selalu diampuni meskipun berkali-kali suka menggerutu melawan […]

Homili 5 Agustus 2015 (dari Bacaan Pertama)

Hari Rabu, Pekan Biasa XVIII Bil. 13:1-2a,25 – 14:1,26-29,34-35 Mzm. 106:6-7a,13-14,21-22,23 Mat. 15:21-28 Meragukan Janji Allah Pengalaman akan Allah yang menakjubkan Musa pertama kali terjadi di Gunung Horeb. Ketika itu Musa bekerja sebagai penggembala kambing dan domba Yitro, mertuanya yang saat itu menjabat sebagai imam Midian. Ia melihat nyala api yang keluar dari semak duri, semak […]

Homili 5 Agustus 2015 (Injil untuk Daily Fresh Juice)

Hari Rabu, Pekan Biasa XVIII Bil. 13:1-2a,25 – 14:1,26-29,34-35 Mzm. 106:6-7a,13-14,21-22,23 Mat. 15:21-28 Iman bisa meruntuhkan segala pembatas Ada seorang umat di sebuah paroki menulis statusnya di media sosial, bunyinya, “Romoku di sini sukanya “JaRumSuPer” (Jarang di rumah suka pergi). Saya menduga bahwa umat ini kemungkinan sudah merasa emosi tingkat dewa karena melihat para romo […]

Food For Thought: Saudara kandung bisa menjadi musuh

Saudara kandung bisa menjadi musuh Ada seorang sahabat yang sedang bergumul dengan hidupnya. Ia merasa bahwa para saudara kandungnya (sedarah) sedang menjadikan dia seolah-olah sebagai sapi perah. Semuanya meminta bantuan dengan nada memaksa kepadanya, padahal ia sendiri sudah berkeluarga dan memiliki tanggungan yaitu keluarganya. Ia dianggap pelit, tidak ingat keluarga dan aneka litani yang mendiskreditkannya. […]