Homili Hari Minggu Biasa XXXII/C – 2013

Hari Minggu Biasa XXXII/C

2Mak 7:1-9-14

Mzm 17: 1.5-6.8b.15

2Tes 2:16-3:5

Luk 20:27-38

Allah Orang Hidup Bukan Allah Orang Mati!

 

PejeSDBSetiap kali mendoakan doa Credo atau Aku Percaya, kita selalu mengucapkan kalimat-kalimat ini: “Aku percaya akan kebangkitan badan dan kehidupan kekal”. Mungkin banyak kali kita doakan rasanya doa ini lewat begitu saja. Tetapi hari kita disadarkan untuk merenungkannya secara lebih mendalam. St. Paulus pernah mengingatkan jemaat di Korintus: “Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Tetapi andai kata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah juga kepercayaan kamu” (1Kor 15:13). Memasuki pekan-pekan terakhir dalam tahun liturgi, kita semua diorientasikan untuk merenungkan tentang kehidupan kekal. Kita sudah mengawali hidup dengan kelahiran dan akan mengakhirinya dengan kematian. Namun kematian itu sendiri bukan akhir segalanya. Ketika kita mati, kita akan mati bersama Kristus. Kristus sendiri yang akan membangkitkan semua orang mati, dan mengubah badan yang fana menjadi serupa dengan TubuhNya yang mulia. Tuhan Yesus sendiri akan menghapus setiap tetes air mata dan akan memandangNya selamanya.

Pada hari ini kita mendengar kisah Injil yang sangat menarik perhatian. Orang-orang Saduki yang tidak percaya padaResurrection.life kebangkitan datang kepada Yesus untuk mencobai Dia. Orang-orang Saduki adalah keturunan imam Zadok, dari keturunan Harun (2Sam 8:17; 1Taw 6:8). Mereka ini adalah para imam yang menjalankan ibadat di Bait Allah di Yerusalem setelah masa pembuangan (Yeh 40:46;34:19). Pada zaman Yesus mereka ini termasuk satu kelompok ningrat yang punya pengaruh besar dalam masayarakat sosial. Mereka ini dikatakan tidak mengakui adanya kebangkitan karena mereka berpegang teguh pada hukum Taurat Musa yang tidak gamblang menjelaskan tentang kebangkitan badan. Untuk itu mereka mengangkat sebuah kasus poliandri. Ada seorang wanita yang menikah dengan tujuh bersaudara (perkawinan ipar), tetapi tidak meninggalkan keturunan (anak laki-laki). Pertanyaan mereka adalah, pada hari kebangkitan nanti siapakah yang akan menjadi suaminya yang sah.

Eternal LifeYesus dengan bijaksana tidak menjawab pertanyaan mereka tentang siapa yang akan menjadi suami wanita itu pada hari kebangkitan. Yesus berkata: “Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan, tetapi orang yang dianggap layak mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati tidak kawin dan tidak dikawinkan. Sebab mereka tidak mati lagi. Mereka sama seperti malaikat-malaikat dan menjadi anak-anak Allah karena mereka telah dibangkitkan”. Yesus kemudian mengakhiri penjelasanNya dengan mangatakan bahwa Allah kita bukanlah Allah orang mati melainkan Allah orang hidup sebab di hadapan Dia semua orang hidup. Apa artinya ini? Hanya orang hidup dapat berhubungan dengan Tuhan Allah. Menurut Kitab Suci, Allah tetaplah Allah nenek moyang mereka setelah meninggal dunia karena Allah memelihara mereka di seberang kematian. Ini tentu mengandaikan adanya kebangkitan badan dan kehidupan kekal.

Paham kebangkitan juga kita dengar dalam bacaan pertama dari Kitab Kedua Makabe. Dikisahkan bahwa ada tujuhKemartiran Tujuh bersaudara orang bersaudara bersama ibunya ditangkap dan dihukum mati pada zaman raja Antiokhus Epifanes. Dengan siksaan cambuk dan rotan, mereka dipaksa untuk makan daging babi yang haram. Bagi mereka babi adalah hewan najis, haram maka tidak bisa dimakan. Salah seorang anak yang menjadai juru bicara mengatakan bahwa lebih baik mereka mati dari pada melanggar hukum nenek moyang. Anak kedua menguatkan iman mereka semua dengan berkata: “Raja dapat mengakhiri hidup mereka tetapi Raja alam semesta akan akan membangkitkan mereka untuk hidup kekal maka mereka juga mau mati demi hukum-hukumNya”. Anak ketiga disengsarakan dengan memotong lidah dan tangannya. Tanpa penyesalan ia mengatakan bahwa Tuhan sudah memberinya dari surga. Ketujuh bersaudara bersama ibu mereka percaya bahwa Tuhan akan membangkitkan mereka semua, kecuali raja Antiokhus Epifanes yang jahat.

Keluarga ini memberi teladan kepada kita bahwa hidup kekal itu dimulai sejak saat ini. Prinsip yang bagus adalah lebih baik mati dari pada melawan hukum-hukum Tuhan. Dengan kata lain, lebih baik mati dari pada berbuat dosa. Mereka sekeluarga memperjuangkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan sebagai orang yang percaya kepada Yahwe. Hidup ini akan bernilai bukan hanya tergantung pada makanan yang dimakan, pada kekuasaan atau popularitas tetapi hidup itu bernilai ketika cinta kasih, kebenaran dan keadilan ditegakkan. Pengorbanan ketujuh bersaudara dan ibu mereka merupakan tamparan keras bagi para pemimpin yang menyalahgunakan kekuasaan mereka. Tuhan yang sebenarnya menjadi andalah dan harapan kita bukan kuasa manusia.

Kebagkitan Yesus2St. Paulus memahami hidup kekal sebagai kasih karunia dari Tuhan Yesus Kristus, dari Allah Bapa kita yang mengasihi dan menganugerahkan penghiburan abadi serta pengharapan yang baik kepada kita. Bagi Paulus, Tuhan itu setia selamanya. Satu hal yang juga penting diangkat oleh Paulus adalah doa. Jemaat mendoakan para pewarta Injil sama seperti para pewarta juga mendoakan mereka. Doa dapat menguatkan dan ada harapan bahwa Tuhan Allah yang hidup memberikan perlindunganNya kepada mereka yang berharap kepadaNya.

Sabda Tuhan pada Hari Minggu ini sangat meneguhkan kita semua.CHristJesusWThePeople Tuhan sangat baik sehingga memberi perlindungan bahkan memberikan anugerah kehidupan kekal kepada mereka yang percaya kepadaNya. Pada hari ini kita disadarkan bahwa kebangkitan badan dan kehidupan kekal adalah panggilan luhur Tuhan bagi kita. Ia memiliki rencana yang indah bagi kita dan akan menganugerahkannya kepada kita pada saat maut menjemput kita. Untuk itu, kita semua memiliki waktu yang diberikan Tuhan untuk selalu siap menanti kedatanganNya. Semoga kita menjadi hamba yang siap untuk menyambut kedatanganNya  sehingga mendapat sapaan “berbahagia” dari Tuhan sendiri.

 Doa: Tuhan, terima kasih karena Engkau menyiapkan tempat dan menganugerahkan hidup kekal kepada kami semua. Semoga kami selalu siap sedia menanti kedatanganMu. Amen

 PJSDB

Leave a Reply

Leave a Reply