Homili 16 November 2013

Hari Sabtu, Pekan Biasa XXXII

Keb 18:14-16; 19:6-9

Mzm 105: 2-3. 36-37.42-43

Luk 18:1-8

 

Tuhan adalah Penyelamat kita

 

P. John SDBAda seorang Bapa yang membagikan pengalamannya dalam sebuah pertemuan untuk pendalaman iman. Ia mengatakan bahwa ia dapat menjadi orang katolik karena kekuatan Sabda Tuhan. Ia mengawali penggilannya untuk menjadi orang katolik ketika pergi ke Gereja dan mendengar homili seorang pastor tentang seni mengampuni. Pastor itu mengatakan bahwa para pengikut Kristus hendaknya mengampuni tanpa batas dan membuat perhitungan apa pun. Tuhan sendiri melakukannya bagi setiap pribadi. Ia kembali ke rumah dengan hati yang tidak tenang, memikirkan kalimat mengampuni tanpa batas. Dia menyadari dirinya sebagai orang berdosa dan Tuhan Yesus pasti mengampuninya. Ia kemudian belajar agama dan dibaptis dengan nama baptis Paulus. Ia merasa hidup lamanya seperti Paulus.

Banyak kali kita disapa oleh Tuhan dengan cara-cara yang sederhana. Bapa yang membagi pengalamannya dalam pendalaman iman ini disapa oleh Tuhan ketika secara kebetulan mengikuti temannya untuk mengikuti kebaktian di Gereja Katolik. Ini adalah momen yang penting di dalam hidupnya karena ia merasakan sapaan Tuhan yang begitu lembut dan berhasil mengubah hatinya yang keras menjadi lembut. Sabda Tuhan memang memiliki daya yang luar biasa. Sabda Tuhan menjadi pelita bagi kaki setiap orang yang percaya kepada Tuhan (119:105). Penulis surat kepada jemaat Ibrani menulis: “Sabda Tuhan hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang yang bermata dua mana pun; Ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sum-sum; ia sanggup membedakan  pertimbangan dan pikiran hati kita” (Ibr 4:12).

Penulis Kitab kebijaksanaan mengggambarkan kuasa Sabda Tuhan yang juga luar biasa. Pada saat yang sunyi senyap, malam sudah mencapai puncak peredarannya maka Sabda Tuhan yang mahakuasa laksana pejuang yang garang melompat dari dalam surga, dari atas takhta Kerajaan  ke tengah-tengah negeri yang celaka. Bagaikan pedang yang tajam dibawahnya perintahMu yang lurus. Sabda itu menjamah langit dambil berdiri di bumi. Dengan mentaati perintah Tuhan maka segala tata ciptaan diubah supaya anak-anak Tuhan tidak mendapat celaka. Sabda Tuhan memang memiliki kuasa dan wibawa. Sabda Tuhan memerdekakan manusia dari segala perbudakan dan dosa. Kita diingatkan kembali pada kisah penciptaan di mana Tuhan menjadikan segala sesuatu dengan sabdaNya. Ia bersabda maka jadilah!

Di dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengajar para muridNya untuk berdoa  dengan tidak jemu-jemunya. Yesus memberi sebuah perumpamaan tentang relasi antara seorang hakim yang tidak takut kepada Allah, tidak menghormati siapa pun dan seorang janda miskin yang menuntut supaya haknya dapat dibela oleh hakim tersebut. Hakim itu menolak permintaan janda itu namun karena janda itu selalu datang maka ia pun mau membela perkara dan membenarkannya.

Kisah Injil ini memang menarik perhatian kita semua. Hakim itu memang tidak takut akan Tuhan dan tidak menghormati manusia. Dia memang bersikap jahat tetapi mau membenarkan perkara sang janda. Maka Yesus mau mengatakan bahwa orang berdosa seperti hakim itu saja mengabulkan permintaan sang janda, apalagi Tuhan yang mahabaik, panjang sabar dan besar kasih setianya? Ia justru akan menunjukkan kasih setianya kepada manusia. Sang janda di dalam Injil mendorong kita untuk menaruh segala harapan kepada Tuhan dengan berdoa dan mengucap syukur. San janda menunjukkan kepada kita kebajikan-kebajikan seperti: berdoa dengan tidak jemu-jemu, tidak merasa sungkan dengan Tuhan ketika meminta apa yang ia butuhkan di dalam hidupnya. Ia memiliki iman dan kepercayaan kepada Tuhan. Yesus juga menggambarkan Tuhann sebagai Bapa yang baik yang selalu mendengar doa dan permohonan anak-anakNya. Ia segera menolong semua orang yang membutuhkan kasihNya.  Maka hal yang penting di sini adalah iman dan kepercayaan kepada Tuhan. Iman sebesar biji sesawi saja memiliki kekuatan yang luar biasa. Itulah kebesaran Tuhan kita.

Sabda Tuhan pada hari ini mengarahkan kita untuk terbuka pada Sabda Tuhan. Sabda yang memiliki kuasa yang agung kepada kita semua. Kita juga diingatkan untuk berdoa dengan tidak jemu-jemu. Sambil berdoa kita menyatakan iman kita dan bersyukur karena Tuhan segera menolong kita. Sabda dan doa menjadi kekuatan kita pada hari ini. Semoga kita semakin akrab dan bertumbuh bersama Tuhan. Dialah Penyelamat kita!

Doa: Tuhan, tambahkanlah iman kami untuk bertumbuh dari sabdaMu. Amen

PJSDB

Leave a Reply

Leave a Reply